BeritaKTT II ULMWP Terselenggara Atas Dukungan Rakyat Papua

KTT II ULMWP Terselenggara Atas Dukungan Rakyat Papua

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Panitia Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menggelar ibadah pembubaran panitia di Perumnas III Waena, kota Jayapura Papua pada, Sabtu (4/11/2023).

“Selama KTT II ULMWP di Port Villa Vanuatu, kami banyak mendapatkan bantuan untuk bawah aspirasi keinginan orang Papua ke dalam rumah besar Melanesia. Sehingga bisa terlaksana sesuai kehendak Tuhan. Maka pada hari ini, kami laporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kami panitia,” kata Apolos Sroyer, Ketua Panitia yang adalah Ketua Yudikatif ULMWP dalam ibadah tersebut.

Baca Juga:  TNI-Polri dan TPNPB OPM Jangan Korbankan Masyarakat Sipil di Intan Jaya

Sroyer mengatakan, setelah semua proses KTT II terlaksana, panitia berusaha untuk menyiapkan semua laporan dan pada akhirnya laporan itu selesai dan hari ini dilakukan ibadah pembubaran panitia.

“Dengan harapan bahwa hasil dari semua proses dapat diterima semua pihak. Meskipun banyak hal yang kita lalui. Sehingga pada kesempatan ini kami sampaikan banyak terima kasih kepada semua yang membantu, baik itu organ perjuangan, gereja, LSM, dan organisasi lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu,”ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan entah itu kecil atau besar harus dilaporkan dan hari ini merupakan laporan dari semua rangkaian kegiatan.

Baca Juga:  Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Pemilu di Distrik Geselema

“Hari ini seperti firman Tuhan bahwa kita terus bekerja untuk tanggung jawab yang diberikan. Maka Desember tahun 2023 akan memasuki tahun ke sembilan sejak lahirnya deklarasi  Saralana ULMWP,  di Vanuatu.”

Manase Tabuni, Presiden Eksekutif ULMWP menyampaikan terima kasih kepada panitia ULMWP atas kerja kerasnya bersama organ perjuangan dan organ yang afiliasi.

“ULMWP sebagai wadah yang menganut trias politika, maka panitia wajib menyampaikan pertanggungjawaban. Kami sebagai Presiden Eksekutif ULMWP mengapresiasi semua proses yang kita lewati,” kata Tabuni.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Divonis Bebas

Sementara, Markus Haluk, Sekretaris ULMWP mengatakan, perjuangan tidak ada di luar (negeri) lagi, seperti sebelumnya. Sekarang (perjuangan) ada di dalam negeri di (tanah) Papua.

“Sekarang perjuangan ada di dalam negeri, jadi diakui untuk perjuangan bukan ada di media sosial. Tapi kita harus ciptakan sendiri dari hati ke hati,” katanya.

Menase berharap kepada semua organ perjuangan agar bersama berjuang bersatu dan merebut kembali, agar orang Papua hidup di atas tanahnya sendiri seperti orang lain di luar sana.

Terkini

Populer Minggu Ini:

PNG Rentan Terhadap Peningkatan Pesat Kejahatan Transnasional

0
“Karena lokasinya, PNG berfungsi sebagai titik transit penyelundupan senjata api, obat-obatan terlarang, perdagangan satwa liar, pembajakan laut, dan kejahatan transnasional lainnya melintasi perbatasan. Negara ini mempunyai resiko tinggi terhadap pergerakan orang dan barang yang tidak terkendali melalui darat dan laut, karena perbatasannya sebagian besar terbuka,” beber peneliti Julian Melpa.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.