Pemkab Tambrauw Diminta Merenovasi Asrama Mahasiswa di Jogja

0
393

SORONG, SUARAPAPUA.com— Asrama Mahasiswa Tambrauw di kota studi Yogyakarta dilaporkan dalam keadaan rusak dan tidak layak lagi ditempati. Oleh sebab itu mahasiswa minta kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw untuk melakukan renovasi gedung yang menjadi aset Pemkab Tambrauw sejak tahun 2024.

Mersi Sidik, Ketua Ikatan mahasiswa Tambrauw di kota studi Yogyakarta mengungkapkan bahwa sejak asrama mahasiswa Tambrauw di Yogyakarta itu menjadi aset Pemkab Tambrauw, belum pernah dilakukan renovasi.

“Pemda Tambrauw belum pernah merenovasi asrama Tambrauw di Yogya. Padahal, asrama ini merupakan aset milik Pemda,” kata Sidik kepada suarapapua.com di asrama mahasiswa Tambrauw di Yogyakarta pada, Rabu (13/12/2023).

Kata Sidik asrama yang dihuni oleh puluhan mahasiswa Tambrauw itu sudah rusak, terutama atap dari beberapa ruangan.

Baca Juga:  Pelajar dan Mahasiswa Papua di Salatiga Sukses Hadirkan HIPMAPA

“Atap genteng di beberapa kamar juga bocor, plafon rusak karena kayunya sudah lapuk akibatnya buku-buku juga rusak. Termasuk profil penampungan air sudah rusak. Kondisi ini terjadi sudah sangat lama,” ujarnya.

ads

.”Profil air ini ukurannya juga kecil, di mana daya tampung air hanya 520 liter. Sementara jumlah kami [penghuni] ada puluhan. Kami butuh yang besar untuk tampung air untuk kami gunakan. Selain itu kontak listrik juga mengalami kerusakan, sementara pembayaran rekening listrik di bayarkan penghuni dengan cara patungan,” ujarnya.

Dengan kondisi ini katanya, pihak mahasiswa berulang kali mendesak pihak pemerintah kabupaten Tambrauw untuk merenovasi, tetapi belum pernah terjawab.

Mahasiswa juga mengaku bahwa menyoal kerusakan asrama telah disampaikan kepada Pj Bupati Tambrauw, namun belum ada respon.

Baca Juga:  Pelajar dan Mahasiswa Papua di Salatiga Sukses Hadirkan HIPMAPA

“Sudah berulang kali sampaikan ke Pemkab Tambrauw, tapi belum direspon juga, mulai dari bupati definitif sampai penjabat bupati saat ini,” katanya.

Sidik mengaku atas kondisi tersebut, telah mengganggu proses belajar mengajar.

Sejauh ini kata Sidik, banyak dari penghuni asrama yang telah tinggalkan asrama, karena kondisinya yang tidak layak.

Kondisi asrama mahasiswa Tambrauw di Yogyakarta. (Reiner Brabar – SP)

“Di asrama sendiri ada sebanyak 30 kamar. Awalnya ruangan-ruangan itu dipenuhi mahasiswa, namun kini hanya tinggal beberapa orang saja. Ada banyak mahasiswa yang memilih tinggal di kos lantaran kondisi asrama yang rusak,” jelasnya.

Ia juga mengaku ada tim dari pemerintah kabupaten Tambrauw yang ke lokasi keberadaan asrama tersebut, namun kondisi asrama itu tetapi sama tidak diperhatikan.

“Pernah ada pihak yang mengaku diri dari Pemkab Tambrauw datang dan melihat langsung kondisi asrama, tapi sampai saat ini tidak ada hasilnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pelajar dan Mahasiswa Papua di Salatiga Sukses Hadirkan HIPMAPA

Hal itu dibenarkan Silas, salah seorang mahasiswa Tambrauw di asrama tersebut. Katanya, dengan kondisi asrama seperti ini mengganggu proses belajar, apalagi ketika hujan.

“Kalau hujan itu air masuk dalam kamar yang berada di lantai dua. Sementara di lantai dasar hujan masuk hingga air tergenang, karena tidak ada drainase,”jelasnya.

Untuk itu, mahasiswa Tambrauw di Yogyakarta berharap pemerintah daerah Tambrauw secepatnya merenovasi asrama tersebut.

“Kami berharap Pemkab Tambrauw bisa secepatnya merenovasi asrama ini, sehingga kami dapat tinggal dan belajar dengan baik, ” harapnya.

Sejak berita ini dipublish, belum ada konfirmasi kepada pihak Pemerintah Kabupaten Tambrauw.

Artikel sebelumnyaSuara Papua dan Papuan Voices Harus Menjadi Mata dan Mulut Korban Pelanggaran HAM
Artikel berikutnyaSTPB Minta Negara Hentikan Praktek Pelanggaran HAM di Tanah Papua