BeritaOlahragaRicardo Salampessy Ditunjuk Sebagai Pelatih Kepala Persipura

Ricardo Salampessy Ditunjuk Sebagai Pelatih Kepala Persipura

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Lowongnya jabatan pelatih kepala Persipura Jayapura pasca pemecatan Tony Ho, akhirnya terisi setelah nama Ricardo Salampessy resmi diumumkan Benhur Tomi Mano, ketua umum Persipura.

Keputusan tersebut diumumkan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kediaman Benhur Tomi Mano, Senin (25/12/2023).

Penunjukan pelatih kepala yang baru tentunya sebagai bagian dari persiapan Yustinus Pae dan kawan-kawan menuju kick-off babak play-off degradasi Liga 2 musim 2023/2024. Sementara, kick-off babak play-off itu sendiri bakal segera digulirkan dengan menggunakan sistem home and away (kandang dan tandang). Itu artinya, ada enam pertandingan yang harus dilakoni masing-masing tim. Persipura tergabung di grup D bersama Persekat Tegal, Kalteng Putra dan PSCS Cilacap.

Terjadwal, Persipura Jayapura akan mengawali babak play-off Liga 2 musim 2023/2024 dengan melakoni laga perdana menjamu Persekat Tegal di Stadion Mandala Jayapura, 6 Januari mendatang.

Laga pembuka itu akan menjadi debut Ricardo Salampessy menerima pinangan manajemen Persipura setelah belum lama ini sukses loloskan tim sepak bola putra Papua ke ajang PON Aceh-Sumatera 2024.

Baca Juga:  Skuat Persipura Awali Babak Play-off Degradasi Dengan Berat

Di jajaran pelatih Persipura, Ricardo Salampessy akan didampingi dua asisten pelatih: Ridwan Bauw dan Izaack Wanggai. Keduanya telah meramu skuat Mutiara Hitam menuntaskan empat pertandingan tersisa di putaran kedua Liga 2 musim ini.

Berdasarkan keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, 16 tim akan melakoni babak play-off degradasi musim ini. Terbagi dalam 4 grup. Persipura bakal melakoni 6 pertandingan di grup D dengan rincian 3 laga kandang dan 3 laga tandang.

Sebelumnya, Abisai Rollo, manajer Persipura mengakui perjuangan berat harus dilalui skuat Mutiara Hitam karena untuk bertahan di Liga 2 musim depan, hanya dua tim teratas saja. Dua tim lainnya dipastikan degradasi ke Liga 3.

Dukungan dan doa dari segenap masyarakat Papua pecinta Persipura menurut Abisai Rollo, sangat dibutuhkan agar tim tetap bertahan di musim depan.

Baca Juga:  PSBS Siap Menuju Liga 1 Usai Ambil Satu Poin di Aceh

Manajer Persipura yang juga ketua DPRD kota Jayapura ini menyatakan segalanya dipertaruhkan buat Persipura eksis di kompetisi sepak bola domestik. Karenanya, ia pun yakin tim Mutiara Hitam akan berjuang habis-habis untuk merebut satu dari dua kuota yang tersedia di grup D.

Menurut coach Ridwan Bauw, para pemain telah diliburkan selama lima hari dalam rangka hari raya Natal. Terhitung 28 Desember 2023 pemain Persipura berkumpul kembali untuk menjalani proses persiapan lagi. Apalagi 6 Januari mendatang sudah mulai bertanding.

Legenda Persipura

Ricardo Salampessy bukan wajah baru di Persipura. Ia termasuk legenda hidup Persipura, yang kini kembali dipercayakan tangani klub besar ini.

Selama beberapa tahun membela panji Mutiara Hitam di kompetisi Liga 1 Indonesia dengan torehan tiga gelar juara hingga musim 2022/2023 lalu ia memilih “gantung sepatu”.

Baca Juga:  Jamu Kalteng Putra di Stadion Mandala, Ujian Terakhir Persipura

Nama pria kelahiran 18 Februari 1984 itu mencuat tatkala membela klub Persipura. Ia bermain sebagai bek kanan. Baik bersama Persipura ataupun di tim nasional Indonesia.

Sebelum bergabung dengan Persipura pada tahun 2006, Ricardo Salampessy mengawali kariernya di Persiwa Wamena selepas bermain untuk tim PON Papua tahun 2004. Ia bagian dari generasi emas sepak bola Papua.

Di tim nasional Indonesia, pemain asal Ambon itu memulai debutnya tahun 2005 pada ajang SEA Games di Manila.

Tujuh tahun membela Persipura, tepat akhir musim 2013 sempat hijrah ke Persebaya.

Dua tahun kemudian, tepat musim 2016, Ricardo Salampessy kembali bergabung dengan Persipura.

Terus bertahan bersama tim Mutiara Hitam yang telah membesarkan namanya sebelum akhirnya menepi dari lapangan hijau untuk menjadi pelatih sepak bola. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport dan Kejahatan Ekosida di Wilayah Suku Amungme dan Suku Mimikawee...

0
Ekosida adalah merusak lingkungan dan memusnahkan manusia secara bersamaan khususnya pada wilayah yang mengalami kemiskinan. Ekosida dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang menimbulkan berbagai masalah sosial, budaya dan kesehatan manusia di sekitar lingkungan tersebut. Masyarakat yang terkena dampak ekosida dapat mengalami krisis ekonomi akibat kehilangan sumber daya ekonomi dan pekerjaan. Ekosida juga dapat menimbulkan penyakit yang mematikan pada tubuh manusia dan mengubah budaya serta mengurangi keeratan interaksi sosial antarwarga.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.