PolhukamDemokrasiDewan Adat dan Intelektual Moi Mendukung Kepemimpinan Silas Ongge Kalami

Dewan Adat dan Intelektual Moi Mendukung Kepemimpinan Silas Ongge Kalami

SORONG, SUARAPAPUA.com Dewan adat suku Moi di tingkat distrik dan kaum intelektual mendukung penuh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi yang kembali dipimpin Silas Ongge Kalami.

Dewan adat Lemas Maden bersama intelektual suku Moi meminta seluruh lapisan masyarakat adat suku Moi untuk bersatu dalam menjaga keutuhan suku Moi.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan usai acara pelantikan LMA Malamoi yang digelar di Hotel Vega, kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (31/1/2024).

Herman Fadan, perwakilan dewan adat Lemas Maden mengatakan, dinamika internal suku  yang terjadi pasca konferensi besar suku Moi (Sabalo) harus diakhiri.

“Suku Moi harus bersatu, dinamika yang terjadi waktu Sabalo harus diakhiri. Suku Moi harus bersatu karena banyak permasalahan yang terjadi dan mengancam eksistensi suku Moi saat ini,” katanya kepada suarapapua.com.

Baca Juga:  ULMWP: Haris dan Fatia Merupakan Simbol Orang Indonesia Terdidik!

Menurut Herman, hanya dengan persatuan suku Moi dapat mempertahankan harkat dan martabat. Sebab, ia berpendapat, pihak lain akan memanfaatkan dinamika yang terjadi di suku Moi untuk menghancurkan keberadaan suku Moi.

“Saat ini ada banyak sekali ancaman yang terjadi, salah satunya investasi. Jika kita suku Moi ingin melawan ancaman tersebut, maka kita perlu untuk bersatu. Tetapi kalau kita tidak bersatu, suku Moi akan terus mendapatkan ancaman,” tegas Fadan.

Abraham Fees, perwakilan intelektual dari distrik Segun, mengungkapkan, konferensi besar suku Moi (Sabalo) merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan tertinggi bagi masyarakat adat Moi. Sehingga menurutnya, dinamika yang terjadi harus diakhiri.

Baca Juga:  Semua Pihak di Intan Jaya Sepakat Tolak Eksploitasi Blok Wabu dan Hentikan Pembangunan Patung Yesus

“Hasil keputusan saat Sabalo harus dihormati karena Sabalo adalah forum tertinggi pengambilan keputusan bagi orang Moi. Delapan sub suku telah mengakui bapak Silas Ongge Kalami sebagai ketua LMA Malamoi, maka jangan lagi ada polemiki yang terjadi di internal suku,” tegasnya.

Senada dengan itu, Lewi Aresi, intelektual asal distrik Seget, menyatakan, kepercayaan masyarakat kepada LMA Malamoi bukan semata sebagai lembaga adat, namun karena kerja-kerja LMA Malamoi yang nyata bagi suku Moi.

“Selama 10 tahun bapak Silas sudah bekerja. Alasan masyarakat adat Moi dari delapan sub sub suku berikan kepercayaan kepada bapak Silas untuk memimpin lima tahun ini lagi agar kekurangan yang ada selama ini harus dibenahi. Karena masih banyak harapan masyarakat adat Moi yang belum dikerjakan oleh LMA Malamoi,” kata Lewi.

Baca Juga:  Genteng Pasar Rufei Rusak, Pedagang Dirikan Tenda Dalam Gedung

Untuk itu, Aresi berharap pengurus LMA Malamoi yang baru dilantik dapat bekerja lebih ektstra lagi dalam menjaga, melindungi tanah dan hutan adat milik masyarakat adat suku Moi.

Sebelumnya terjadi dinamika internal di suku Moi pada saat konferensi besar suku Moi (Sabalo) 28-30 Desember 2023 yang mengakibatkan gedung Keik sebagai kantor LMA Malamoi dipalang oleh sejumlah tokoh adat dan intelektual yang tidak sepakat dengan hasil keputusan Sabalo. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

PSBS Siap Menuju Liga 1 Usai Ambil Satu Poin di Aceh

0
“Puji Tuhan, kami bisa raih satu poin di kandang Persiraja pada sore ini. Kita lihat tadi perjuangan para pemain kami memang sangat luar biasa. Saya sangat mengapresiasi mereka,” ucap Aditya saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Langsa, Aceh, Minggu (25/2/2024) sore.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.