Selain PICWP, Berharap Dukungan Negara Lain di PBB

0
1298

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Menguatnya dukungan negara-negara di kawasan Pasifik bahkan isu hak asasi manusia dan politik Papua masuk ke sidang Majelis Umum PBB yang sedang berlangsung hingga 25 September 2016, bukti kebangkitan perjuangan pembebasan West Papua.

Victor F. Yeimo, ketua umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengatakan, perjuangan akan terus dilanjutkan, dengan tentunya dukungan doa dari rakyat yang berdomisili di pulau emas ini.

“Seperti aksi damai dan doa bersama pada hari ini, tanggal 19 September 2016, kami mau memperlihatkan kepada dunia bahwa hanya satu hal yang kami inginkan dari dulu sampai hari ini, bahwa kami ingin menentukan masa depan kami sendiri tanpa kolonialisme,” ujarnya melalui keterangan tertulis, malam ini.

Perjuangan Papua Barat, yakin dia, kian menguat di tingkat internasional seiring komitmen Pacific Islands Coalition on West Papua (PICWP) membawa persoalan hingga ke PBB.

“Kita harap akan lebih banyak negara, selain PICWP, bergabung mengangkat tuntutan kemerdekaan bangsa Papua di PBB,” ujar Yeimo.

Kekuatan rakyat dalam ULMWP bersama negara-negara Pasifik yang tergabung dalam PICWP atau Koalisi Pasifik untuk West Papua, menurutnya, mendorong masalah ini ke Komite Dekolonisasi PBB untuk dapat memfasilitasi referendum.

“Self-determination dan kejahatan Indonesia atas kemanusiaan di West Papua akan disuarakan PICWP di sidang umum PBB, juga dalam pertemuan dengan sekjen PBB, Ban Ki-moon. Untuk itu, mulai hari ini hingga satu minggu kedepan rakyat West Papua mesti berdoa dan aksi,” himbaunya.

Sebagai bagian dari Tim Kerja ULMWP, ia menyatakan, kini saatnya PBB mengambil tanggung jawab untuk tuntaskan status politik Papua Barat.

Tentu butuh tahapan panjang, rakyat Papua menurutnya, tak akan pernah menyerah untuk berjuang hingga dunia mengakui status politik bangsa West Papua. “Kami percaya, selama kebenaran ada di pihak kita, maka kebenaran akan terbukti pada saatnya,” tegas Yeimo.

Ia yakin, rakyat sudah berjalan sendirian kemarin dengan darah, keringat, turun ke jalan-jalan, namun kini ada “tiupan angin segar” dari Pasifik, memberi satu harapan menggapai impian. “Kita berdiri bersama dan beritahu kepada dunia membawa kembali kebebasan untuk West Papua, kebebasan yang telah dirampas oleh Indonesia.”

Kepada rakyat Papua, Yeimo berpesan, bawa pergumulan dalam doa, sehingga dalam tuntunanNya, terus mengawal perjuangan ke Sidang Umum PBB bersama negara-negara Pasifik yang tergabung dalam PICWP.

“Rakyat West Papua adalah rakyat pejuang, karena kemerdekaan bangsa ada di tangan rakyat. Persatuan perjuangan dalam doa dan aksi adalah kunci perjuangan,” tandasnya sembari menyerukan kepada rakyat agar tidak terhasut dengan segala upaya penghancuran persatuan perjuangan yang sedang dimainkan pihak tertentu.

Pewarta: Mary Monireng