Komite Nasional Papua BaratMassa Bakar Kayu dan Gerobak, Waena Tegang

Massa Bakar Kayu dan Gerobak, Waena Tegang

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Menjelang aksi damai rakyat Papua Barat yang dimotori oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di seluruh Papua pada 15 Agustus 2016, dalam ranga menolak hasil perjanjian New York, terjadi aksi bakar kayu dan ban yang dilakukan oleh sekelompok massa di sepanjang jalan SPG Waena, Jayapura, Papua.

Pembakaran dimulai dari depan Perumnas II Waena tepat di jalan masuk gang Jati hingga di perempatan di depan asrama Mimika, perumnas I Waena, Jayapura, Papua.

Ones Suhuniap, sekretaris umum KNPB Pusat melaporkan, sekitar pukul 09.30 WIT, 100 massa yang bergerak dari perumnas III Waena menuju ke arah Abepura dihadang oleh aparat di Jln. SPG. Semua massa aksi ditangkap dan dibawa ke Polrest Jayapura.

Sementara itu, pantauan suarapapua.com di lapangan, dalam kurun waktu 30 menit, sekitar pukul 10.00 WIT pagi, sekelompok massa yang hendak bergabung dengan massa KNPB dihadang oleh aparat. Tak terima dihadang, massa tersebut kemudian melakukan pemblokiran jalan dengan cara membakar kayu, ban dan gerobak jualan milik pedagang kaki lima.

Baca Juga:  Sidang PPT Sesi ke-53 di London: Bencana Kemanusiaan dan Lingkungan Tidak Boleh Diabaikan

Massa melakukan aksi pembakaran tersebut di beberapa titik di sepanjang jalan utama, yakni jalan SPG. Massa tersebut kemudian membakar di beberapa titik yang berbeda. Dari data yang dikumpulkan media ini, ada sekitar 11 titik yang dibakar massa.

Pembakaran itu sendiri dimulai dari depan jalan masuk gang Jati, Perumnas II Waena sampai di depan asrama Mimika, perumnas I Waena.

Dalam aksi bakar-bakar ini, ada empat gerobak jualan milik para pedagang kali lima yang disimpan di pinggiran jalan. Massa juga membakar kayu dan ban mobil. Selain itu massa juga memalang jalan dengan menghamburkan batu-batu dan botol-botol minuman.

Akibatnya, polisi dari satuan Brimob melakuan penyisiran yang dimulai dari jalan masuk ke lapangan Futsal CNI, perumnas II Waena. Juga aparat mulai sisir massa yang lari dari jalan masuk ke perumahan Graha Yotefa. Beberapa kali aparat mengeluarkan tembakan.

Selain itu, akibat dari pembakaran yang dilakukan oleh massa tersebut dan penyisiran yang dilakukan oleh aparat membuat Waena tegang. Juga jalanan sempat macet.

Baca Juga:  Marga Moifilit dan Kalapain di Salteng Raja Ampat Tolak PT PKA

Sekitar pukul 11.40, tiga ratusan massa aksi yang dikoordiniri oleh KNPB mulai longmarch dari Perumnas III Waena. Mereka sempat dihadang di depan gang Jati, tepat di mana aksi bakar-bakar oleh massa sebelumnya lakukan. Setelah berhasil negosisasi dengan pihak aparat, massa lalu diperbolehkan jalan. Lalu kemudian massa longmarch menuju ke kantor DPR Papua.

Saat dikonfirmasi suarapapua.com, jubir Nasiona KNPB Pusat, Bazoka Logo mengatakan, KNPB tidak punya niat jahat dalam aksi demo hari ini. KNPB Melakukan aksi dengan damai dan bermartabat. Soal pembakaran yang dilakukan, ia mengaku bukan dari massa KNPB.

“Yang bakar-bakar itu bukan massa KNPB. Kami juga tidak tahu. Karena di tempat yang dorang bakar-bakar, sekitar pukul 09.30, polisi tangkap sekitar 100-an massa KNPB. Saya curiga itu massa piaraan. Karena mereka lakukan pembakaran di beberapa titik jalan, di saat itu polisi ada di tempat. Kenapa polisi biarkan mereka bakar-bakar. Intinya kami tidak bertanggungjawab,” jelas Logo.

Logo menegaskan, KNPB tidak pernah mengagendakan sebuah kejahatan dalam demo damai bersama rakyat Papua Barat.

Baca Juga:  Kasus Moses Yewen Belum Jelas, Kepala Distrik Fef Tolak Kehadiran Satgas Yonif 762

“Orang bakar-bakar karena  ada sebab dan akibat. Silahkan pihak kepolisian buktikan dan ungkap pelakunya. KNPB tidak bertanggungjawab atas pembakaran itu. Kami hanya minta pihak aparat menghargai kami untuk sampaikan aspirasi kami ke DPR Papua. kami tidak minta yang lain. Itu saja,” tegas Bazoka.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin, saat dikonfirmasi media ini mengaku belum tahu adanya aksi bakar-bakar yang terjadi di sepanjang jalan SPG. Renwarin berharap, agar aksi hari ini berjalan dengan aman dan baik.

“Syukurlah kalau tidak ada yang bakar-bakar rumah, toko, mobil atau pun motor. Saya berharap semu berjalan lancar sampai sore. Kalau bakar ban atau kayu oleh massa, itu dinamika dan ekspresi. Pasti polisi akan tangani secara persuasif dan akan bersihkan oleh anggota Polri dibantu warga setempat,” jelasnya.

Sampai berita ini disiarkan, Waena terpantau tegang. Sementara di Abepura, ratusan massa yang menuju ke kantor DPR Papua, terlihat kembali ke Lingkaran, Abepura.

Pewarta: Arnold Belau

Terkini

Populer Minggu Ini:

Tim Berantas Miras Harus Dibentuk Agar Dogiyai Aman

0
“Dogiyai sudah punya Perda nomor 8 tahun 2018 yang perlu dan harus didorong kembali oleh pemerintah daerah dengan didukung oleh semua pihak. Bila perlu bentuk Tim Satgas Gabungan Berantas Miras,” ujar Agustinus Tebai.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.