Persitoli Buktikan, Sepak Bola Wanita Indonesia Milik Papua

248

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Mahkota juara turnamen sepak bola wanita paling bergengsi di Indonesia tahun ini kembali dipertahankan tim dari Papua. Ya, Galanita Persitoli Tolikara sebagai wakil Papua, pada laga puncak Women’s Football Road to Asian Games Pertiwi Cup 2017 yang berlangsung di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Rabu (13/12/2017), menang dengan skor akhir 2-1.

Dari jalannya pertandingan, duel antara tim Papua versus Kalimantan Barat (Kalbar) tersaji menarik dengan tensi tinggi. Papua memenangkan partai grand final.

Tim besutan Braly Weya tertinggal satu gol pada menit 13 setelah sepakan terarah dari Syenida Meryfandina merobek gawang Persitoli yang dikawal Norfince Boma. Berselang satu menit, Papua samakan kedudukan melalui Rulin Aspalek. Dewi fortuna memihak tim julukan Nawi Arigi, berkat gol dari Yudith Herlina Sada dua menit sebelum turun minum.

Skor ini bertahan hingga wasit asal Bekasi, Mimin Mintarsih, meniup peluit panjang pertanda laga final berakhir. Tim Galanita Persitoli Tolikara (Papua) akhirnya meraih juara pertama. Disusul Kalimantan Barat runner up, dan juara ketiga Bangka Belitung yang pada laga pagi hari kandaskan tim Jawa Barat dengan skor 5-0.

Srikandi Papua, dari awal event ini dimulai memang diunggulkan. Status juara bertahan pun membuat langkah Sherly Wanimbo Dkk mulus di babak penyisihan. Buktinya di penyisihan grup C, Papua “hajar” tim Bengkulu dengan skor 11-0. Lalu, kalahkan Bali 3-0, dan di perempat final Papua akhiri langkah Galanita Banten dengan skor 2-0.

Pada laga semifinal, Senin (11/12/2017) di Stadion Bumi Sriwijaya, tim Papua dipaksa memainkan babak adu penalti setelah dalam waktu normal dan perpanjangan waktu ditahan imbang Bangka Belitung 3-3.  Akhirnya unggul 3-2 dalam drama adu penalti, Persitoli melaju ke babak final.

Sementara, wakil Kalbar dianggap tim kejutan hingga lolos ke final memulai laga di penyisihan dengan menang 8-1 atas Jambi. Selanjutnya, Kalbar takluk 0-1 saat melawan Jawa Barat. Meski kalah, Kalbar mewakili Grup A dengan status runner-up.

Kalbar di perempat final, tampil mengejutkan dengan menaklukkan tuan rumah Sumatera Selatan. Skor akhir 1-0. Pada semifinal, Kalbar kembali bertemu Jawa Barat. Kalbar menang 2-1 lewat babak perpanjangan waktu.

Samuel Weya, manajer Galanita Persitoli Papua, mengucap syukur pada Tuhan atas hasil maksimal yang diraih tim selama mengikuti pertandingan di Palembang.

“Memang sejak awal kami bawa tim sangat optimis menang, dan puji Tuhan, anak-anak sudah buktikan. Kita juara dan bawa pulang piala ke Papua,” kata Samuel melalui pesan singkat yang dikirim ke suarapapua.com.

Tim lawan yang dihadapi, diakuinya, tergolong tangguh. Rata-rata sangat bagus penampilannya. Meski demikian, tim asal Kabupaten Tolikara tak mau pulang dengan tangan hampa. Para pemain yang sebagian adalah anak didik (alm) Amos Rumbino, tampil sangat maksimal di setiap laga.

“Setiap pertandingan kami bermain maksimal. Status juara bertahan juga bikin kita tambah percaya diri. Dan, hasilnya, kita juara,” jelas Weya.

Kegembiraannya bertambah setelah Yudith Herlina Sada dinobatkan sebagai pemain terbaik Women’s Football Road To Asian Games Pertiwi Cup 2017. Sedangkan top skor diraih pemain Bangka Belitung, Rani Mulyasari. Untuk tim fair play disabet tuan rumah Sumatera Selatan.

Prestasi ini kian mengukuhkan tim Galanita asal Papua sebagai penguasa sepak bola wanita Indonesia. Beberapa prestasi gemilang memang sebelumnya telah ditorehkan gadis manis Nawi Arigi.

Sekadar diketahui, Piala Pertiwi merupakan turnamen sepak bola wanita tertinggi di Indonesia yang juga diinisiasi sebagai ajang test event persiapan Indonesia menuju Asian Games 2018. Palembang menjadi salah kota tuan rumah. PSSI pun menjadikan event ini sebagai ajang seleksi pemain Timnas putri Indonesia.

Papua Optimis

Tim Galanita Papua yakin sebagian pemain andalannya akan direkrut masuk Timnas putri yang akan bermain di Asian Games 2018. Turnamen di Palembang ini memang tujuannya ajang seleksi pemain dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam rangka itu, PSSI telah membentuk tim pemandu bakat yang bertugas menyeleksi pemain di ajang ini, yakni Zulkarnen Zakaria dan Berthy Tutuarima, mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-1990.

Dilansir dari laman PSSI.org, para pemain yang tampil di Palembang, mulai laga pertama hingga final, dipantau dan jika terpilih akan mengikuti seleksi Timnas Wanita Indonesia pada tahun 2018. Pemantauan dilakukan selama ajang ini berlangsung di Stadion Bumi Sriwijaya dan Stadion Atletik Jakabaring.

Zakaria bahkan mengaku telah mengantongi beberapa pemain untuk nantinya dipanggil seleksi. Kriteria yang dinilainya yakni skill, postur, dan cara bermain dalam tim.

Untuk memilih pemain, ia akui memang tak mudah. “Ya, karena hampir semua yang ikut di ajang ini punya kualitas sama dan hampir merata,” ujar Zakaria.

Pelatih dan manajer Galanita Persitoli berharap, anak asuhnya bisa terpilih membela Timnas tahun depan. Diakui, pemain Papua selama ini mendominasi skuat Timnas putri. Pada AFF Woman Championship misalnya, ada empat pemain Persitoli membela Timnas.

REDAKSI

SHARE