KPA Kabupaten Tolikara Sosialisasikan Bahaya HIV dan AIDS

0
1552

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Selama satu pekan kemarin tim Komisi Penanggulangan Aids (KPA) kabupaten Tolikara melaksanakan sosialisasi tentang bahaya HIV dan AIDS di dua tempat berbeda.

Dijelaskan dalam rilis yang diterima suarapapua.com dari Humas KPA Kabupaten Tolikara, kegiatan tersebut diadakan di SMA Negeri dan SMP Negeri Bokondini.

“Tujuan dari kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini adalah supaya masyarakat di Kabupaten Tolikara dapat memahami akan bahaya HIV dan AIDS yang sekarang lagi trend di Tanah Papua,” kata Arianto Kogoya di Abepura, Selasa (14/8/2018) kemarin.

Menurut Arianto, kegiatan sosialisasi dimulai sejak hari Senin (6/8/2018). “Di sana beberapa tempat yang kami sosialisasikan mulai dari Bokondini ada 4 gereja, hari Senin tim kami dibagi menjadi dua dan kami sosialisasikan di SMP dan SMA,” jelasnya.

Lanjut Kogoya, “Kami kumpulkan semua hamba Tuhan di klasis Beboga, dengan tujuan agar mereka bisa menjadi penyambung lidah dari KPA.”

Jalannya sosialisasi menurut dia, berlangsung baik hingga tim kembali ke Jayapura. Hanya saja, tim nyaris mengalami celaka lantaran bangunan sekolah yang digunakan sebagai tempat kegiatan rubuh.

“Puji Tuhan kami sudah balik dengan selamat, kami ke sana dengan tujuan untuk mensosialisasikan bahaya HIV dan AIDS. Tujuan dari kegiatan sudah dilaksanakan dengan sukses,” imbuh Kogoya.

Tujuan dari sosialisasi ini, imbuh dia, masyarakat semakin sadar untuk tetap waspada dengan penyakit mematikan tersebut.

“Tim kami juga sampaikan bahwa yang sudah kena harus konsumsi obat ARV tiap hari, sedangkan yang belum wajib hindari pergaulan bebas dan seks bebas itu tujuan utama sosialisasi dan penyuluhan yang kami laksanakan di sana,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Tolikara sendiri, warga yang mengidap HIV dan AIDS ada sekitar 700 orang. Namun tim dari KPA saat melaksanakan sosialisasi bahaya HIV dan AIDS, terdapat hanya beberapa orang saja.

“Sebenarnya data awal kami yang sudah dipublis di website resmi KPA Kabupaten Tolikara ada sekitar 700 orang. Hanya saat sosialisasi kemarin tidak banyak yang kami temukan. Mungkin kebanyakan sudah ke Wamena untuk berobat,” jelas Kogoya.

Dalam rilis tersebut dijelaskan kondisi saat kegiatan tengah berlangsung di salah satu sekolah (SMP Negeri Bokondini), ruang kelas tiga tiba-tiba ambruk. Hal itu karena kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak layak untuk digunakan. Selama ini gedung tersebut tidak mampu menampung siswa dalam jumlah yang banyak.

“Akibat kejadian itu membuat proses sosialisasi bahaya HIV dan AIDS dari KPA Tolikara sempat terhenti. Hanya saja, siswa-siswi SMP merasa takut dan trauma dengan kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka,” tulis tulis Humas KPA Kabupaten Tolikara.

Data yang dihimpun suarapapua.com, gedung SMP N Bokondini dibangun Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada tahun 1984. Hingga kini bangunan tersebut belum direnovasi.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Mary Monireng