KBM di SMP Negeri Dekai Mulai Berjalan

0
2386

SUARAPAPUA.com—Setelah beberapa hari libur akibat konflik antar warga dan situasi Kota Dekai yang tidak aman, akhirnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Dekai mulai menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasa.

Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah SMP Negeri Dekai Regina Way kepada suarapapua.com pada hari Selasa, (16/10/2018).

Dijelaskan, sekalipun situasi di Ibukota KabupatenYahukimo belum normal, mengingat ujian semester yang sudah mulai dekat, maka pada hari senin kemarin seluruh sekolah-sekolah di kabupaten yahukimo melakukan pertemuan di Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Yahukimo.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan  menghimbau kepada seluruh siswa-siswi dan para guru-guru yang ada di kabupaten yahukimo, khususnya yang ada di kota dekai bahwa proses belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan.

“Sehingga mulai hari ini kegiatan belajar mengajar sudah mulai berjalan. Dan itupun kami lihat dari situasi kota yang ada, sehingga sekolah tetap jalan dan siswa-siswi yang ada tetap belajar,” katanya

Menyangkut Siswa-Siswi yang rumahnya kebakaran, dan alat-alat tulis, serta seragam sekolah yang ludes terbakar, pihak sekolah sudah menyampaikan hal tersebut kepada dinas terkait. Namun, dinas mengembalikan semuanya itu ke sekolah masing-masing. Sehingga pihak sekolah akan mendata semua siswa-siswinya yang rumah mereka terbakar dan akan memberikan bantuan kepada siswa-siswi mereka.

“Untuk seragam batik dan kaos olahraga itu dari sekolah sehingga kami dari sekolah akan siap bantu sekalian dengan alat-alat tulis. Itu kami akan bantu sebagai kepedulian sekolah dan siswa-siswi kami kepada teman-teman mereka. Namun, karena sekolah mempunyai keterbatasan sehingga tidak semuanya akan dibantu. Dan buku catatan nanti disesuaikan,” kata Regina.

Lanjut Regina, mengenai nilai untuk semester ini guru-guru akan bantu. Dan pihak sekolah tidak memaksa untuk siswa-siswinya yang terkena musibah untuk sekolah. Karena, mengingat kejadian kemarin masih ada siswa-siswinya yang masih panik dan trauma.

“Ada siswa-siswi yang ingin pindah juga dan itu sekolah tidak larang. Karena itu hak anak. Namun hubungi dulu sekolah yang akan mereka pindah, mengingat ujian semester yang sudah dekat sehingga apakah siswa tersebut diterima atau tidak,” jelasnya.

Regina berharap supaya kota ini cepat aman supaya anak-anak bisa kembali semua ke sekolah dan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Wayus salah satu siswa yang rumahnya terbakar akibat konflik antar warga mengatakan, semua pakaian seragam, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainya ludes dimakan si jago merah sehingga dirinya memutuskan untuk berdiam dibawah tenda pengungsian.

“Saya mau ke sekolah tapi semua perlengkapan sekolah saya terbakar jadi saya bingung, saya mau pake apa. Jadi terpaksa saya di sini saja sampai saya dapat alat perlengkapan sekolah baru masuk,” kata Wayus dengan mata yang berkaca-kaca.

Wayus berharap dinas terkait bisa membantu anak-anak sekolah yang saat ini sedang menimpah musibah. Sehingga, anak-anak bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan teman-teman yang lain.

Pewarta : Ruland Kabak

Editor    : Arnold Belau

print