Kuntre English Course Hadir di Dekai Karena Peduli Generasi Papua

0
5486

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Peduli terhadap generasi Papua akan bahasa Inggris yang suram, sejumlah anak muda di Yahukimo hadirkan Kursus Bahasa Inggris Kuntre atau Kuntre English Course (KEC) di Dekai Yahukimo sejak 2011.

Sejak KEC hadir tujuh tahun lalu di Dekai ibu kota Kabupaten Yahukimo,  telah menamatkan tujuh tamatan yang sudah bisa berbahasa Inggris.

Merianus Mike Hesegem, Direktur KEC saat dihubungi suarapapua.com via telepon dari Jayapura mengakui bahwa sejak hadir tujuh tahun kalu, telah menamatkan tujuh tamatan.

“Kami hadir di kota Dekai karena peduli akan generasi Papua. Kami hadir sejak 2011 dan kami menamatkan 7 kali penamatan,” kata Hesegem menjelaskan awal berdirinya kursus tersebut, Senin (15/1/2019).

Ia mengakui, KEC hadir dengan visi menanamkan ideologi Papua penuh dengan pendidikan, agar anak-anak Papua bisa mempunyai kesempatan ke level yang lebih tinggi dengan modal yang ada.

Bahkan menurutnya, saat ini KEC di Dekai menjadi tolak ukur untuk belajar bahasa Inggris.

“Paling penting adalah kami mengajar murid-murid kami untuk memiliki karakter takut akan Tuhan, hidup berkualitas, penampilan sederhana tetapi bagaimana cara berpikir yang global,” ungkapnya.

Ia berharap kepada para siswa-siswi yang sudah ditamatkan agar tidak puas dengan dasar-dasar bahasa Inggris yang sudah dipelajarinya selama satu tahun, namun terus giat dalam belajar, disiplin dan memiliki target yang jelas untuk mencapai cita-cita, supaya menjadi berkat bagi orang lain.

Sementara katanya, untuk tahun 2019, KEC juga mengadakan penerimaan peserta baru. Yang melakukan pendaftaran sebanyak 78 orang. Jumlah itu akan dilakukan tes, mulai dari tes Speaking melalui wawancara, Grammar secara tertulis dan Listening atau pendengaran melalui lagu.

“Sementara setelah tes, dari 78 peserta hanya akan diterima sebanyak 20 orang. Sehingga saya berharap kepada yang baru masuk untuk tidak sia-siakan kesempatan, tetapi harus melangkah dengan iman untuk mencapai mimpi.”

Samuel Asso, salah satu siswa KEC angkatan 2016 yang menempuh pendidikan penerbangan di daerah Jakarta mewakili teman-temannya menyampaikan terima kasih kepada KEC dan guru-gurunya.

“Saya mewakili teman-teman berterima kasih banyak kepada semua guru-guru KEC, karena dulunya kami tidak bisa pahami bahasa Inggris, tetapi sekarang kami bisa memahami bahasa Inggris. Itu semua tidak terlepas dari jeri payah guru-guru  yang selalu membimbing dan membina, sehingga kami bisa sama seperti teman-teman lain di kota-kota besar,“ kata Samuel.

Pewarta: Ruland Kabak

Editor : Elisa Sekenyap