Pemkab Nabire Diharapkan Bangun Gedung SD Inpres 02 Kalisemen Nabire yang Terbakar

0
995

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Kepala SD Inpres 02 Kalisemen, Nabire Barat, Sugiarto berharap kepada pemerintah kabupaten Nabire agar membangun kembali gedung sekolah yang telah terbakar pada tanggal 17 Mei 2019, sebulan lalu.

Harapan tersebut disampaikan kepada suarapapua.com di kediamannya SP III, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua, Senin (10/6/2019).

Sugiarto mengatakan, pemicu terjadinya kebakaran gedung sekolah tersebut kemungkinan besar dari listrik karena memang instalasi di situ kurang bagus.

“Dokumen-dokumen penting sekolah serta berbagai sarana dan prasarana ikut terbakar, kalau diuangkan kira-kira 50 juta lebih,” kata Sugiarto.

Puing-puing gedung sekolah yang terbakar. (Yance Agapa – SP)

Pria yang pernah mengabdi lama sebagai guru di Distrik Ilu, Puncak Jaya selama 12 tahun ini, mengatakan, waktu kebakaran terjadi dirinya sempat menghubungi Kepala Dinas Pendidikan, selang beberapa menit kemudian Bupati juga hadir dan mereka menyaksikan langsung terbakarnya gedung sekolah itu.

“Nanti rencana besok masuk, nanti saya berikan pengumuman kepada orang tua, tetapi hari pertemuannya belum ada kepastian karena saya harus menghubungi Ketua Komite Sekolah dan Kepala Desa, setelah itu baru saya akan undang orang tua murid,” tuturnya.

Seorang siswi kelas 3, Theresia Gobay mengatakan, dirinya tidak senang kalau sekolahnya terbakar dan tidak ada tempat belajar seperti sebelumnya.

“Saya senang kalau bapak bupati dan bapak kepala dinas bantu kami untuk buatkan sekolah seperti dulu, biar kami bisa belajar lagi,” kata Theresia.

Kepala sekolah mengatakan, sementara ini dirinya belum urus surat-surat penting termasuk Surat Keterangan Kebakaran dari Reskrim Kepolisian, sertifikat tanah, sertifikat akreditasi sekolah dan lain-lain.

Ia berharap agar dinas terkait dan pemerintah daerah segera membangun kembali gedung sekolah itu, agar anak-anak bisa belajar menuntut ilmu lagi.

Beberapa foto pembersihan puing-puing gedung sekolah yang terbakar, para guru dan kondisi anak-anak belajar pasca beberapa ruang sekolah terbakar, dapat Anda lihat di bawah ini.

Pewarta: Yance Agapa
Editor: Arnold Belau