Kepala Dinkes Yahukimo Pastikan Tim Medis Sudah Layani Warga Bomela

0
1350

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Kepala dinas kesehatan kabupaten Yahukimo, Suhayatno memastikan tim medis yang pekan lalu dikirim ke beberapa kampung di distrik Bomela telah tiba dan sedang menjalankan tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sana.

Hal ini dikemukakan Suhayatno kepada suarapapua.com di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019).

“Tim medis setelah tiba di Bomela, mereka sudah memberikan pelayanan kepada warga, karena saat itu mereka memang membawa obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan untuk melayani warga di sana,” katanya.

Menurut Suhayatno, tim medis memberikan pengobatan tidak di satu tempat saja. “Tidak dipusatkan di satu kampung atau di ibukota distrik. Tim melakukan pengobatan ke setiap kampung-kampung yang terkena dampak wabah.”

Diakuinya, meskipun tim terkendala cuaca yang tidak bersahabat dan jarak tempuh yang jauh dari satu kampung ke kampung lainnya, namun pelayanan terus dilakukan mengingat kebutuhan dan kondisi kesehatan masyarakat setempat.

Ia menambahkan, soal jumlah orang yang meninggal dan penyebabnya, sejauh ini belum ada laporan resmi karena masih menunggu hasil kerja tim medis yang diturunkan ke Bomela.

“Sampai hari ini belum ada laporan terkait jumlah warga yang meninggal termasuk penyebabnya, sehingga kami masih menunggu. Ini juga karena kami terkendala komunikasi, sebab di lokasi tidak ada jaringan,” tuturnya.

Sedangkan, untuk mempermudah tim medis yang melakukan perjalanan kaki ke kampung-kampung, ia mengaku sudah menyurati ke pihak Helivida untuk membantu satu buah helikopter.

“Kami masih menunggu respon balik,” imbuh Suhayatno.

Sementara itu, Panuel Maling, sekretaris IS-UKAM, mengucapkan terima kasih kepada dinas kesehatan kabupaten Yahukimo yang telah berupaya untuk membantu warga distrik Bomela.

“Terima kasih, ini memang sangat perlu dan cepat dilakukan karena masyarakat membutuhkan pertolongan pertama.”

Panuel berharap, dengan adanya penanganan medis tersebut, angka kematian dan kesakitan menjadi berkurang.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Markus You