SPBU Eguwai Diti Diresmikan, Masyarakat Dogiyai Senang

0
1263

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Sulitnya warga masyarakat di distrik Mapia dan empat distrik pemekaran mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) selama bertahun-tahun, akhirnya terjawab dengan hadirnya SPBU Kompak CV. Eguwai Diti 86.98809 di Bomomani, Mapia, kabupaten Dogiyai, Papua, yang diresmikan Selasa (9/7/2019) kemarin.

“Kami sangat senang dengan adanya SPBU ini karena sekarang sepeda motor saya sudah tidak susah lagi isi bensin, sebab biasanya kami harus ke Moanemani, kalau tidak terpaksa beli eceran walaupun harganya mahal,” kata Yohan Tigi, warga Bomomani, kepada suarapapua.com, Rabu (10/7/2019).

Masyarakat Mapiha menurut dia, mengungkapkan kegembiraannya dengan pesta syukuran usai cara peresmian SBPU Eguwai Diti.

“Masyarakat memang sangat senang karena akan sangat membantu, apalagi pemilik SPBU ini putra asli Mapia,” ucapnya.

Pemilik SPBU Kompak CV Eguwai Diti, Fransiskus Wakei, mengatakan, selain pernah mengalami sendiri sulitnya mendapat bensin pada beberapa tahun silam, ia prihatin melihat warga Mapiha selalu susah dengan BBM.

“Itulah alasan mengapa saya berjuang keras untuk hadirkan SPBU ini,” ujarnya.

Frans akui, SPBU miliknya ini sudah beroperasi sejak 12 Mei 2019 lalu. “Tetapi kemarin baru kita bisa resmikan.”

Selama ini, kata Wakei, harga BBM yang dibeli warga Mapiha berkisar Rp15.000 per liter, bahkan kadang satu liter bisa seharga Rp25.000. BBM biasanya dijual oleh para pedagang pendatang. Orang asli hanya beberapa saja.

“Di SPBU kami juga harga BBM sama seperti yang di Jawa. Untuk premium 6.450 rupiah per liter, dan solar 5.150 rupiah per liter,” kata Frans.

SPBU yang dibangun di atas lahan 30×45 meter persegi di kampung Bomomani, imbuh Frans, satu-satunya tempat jual BBM satu harga, diyakini akan memberikan manfaat bagi masyarakat serta turut mendorong perkembangan ekonomi dengan harga lebih murah, apalagi Distrik Mapia terdapat 7 kampung (Bomomani, Gopouya, Dawaikunu, Abaimaida, Obaikagopa, Magode, Diyoudimi) dan dua distrik pemekaran (Sukikai dan Piyaiye) belum ada akses jalan darat, sementara jalan raya baru tembus hingga distrik Mapia Tengah dan Mapia Barat.

“Sungguh sangat luar biasa karena SPBU ini sudah membantu masyarakat kami,” ujar Yohanes Butu, kepala distrik Mapia.

Region Manager Retail Fuel Marketing VIII PT Pertamina (Persero) Fanda Chrismianto mengatakan, SPBU Kompak CV. Eguwai Diti merupakan BBM satu harga pertama di wilayah Mapia yang dikelola pengusaha asli Papua dengan titik suplay dari Terminal BBM Nabire.

“BBM diangkut dengan transportasi darat dari Nabire dan jarak tempuhnya sekitar 186 kilometer. Produk yang disediakan SPBU ini yakni premium dan solar dengan fasilitas penyimpanan masing-masing 30 drum,” jelasnya melalui siaran pers yang dikirim ke wartawan, Rabu (10/7/2019).

Kehadiran SPBU ini menurut Fanda, perwujudan keadilan energi dan pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat Dogiyai yang akan dinikmati hingga pelosok kampung terpencil.

“Upaya pendirian SPBU ini patut diapresiasi karena putra daerah Mapia mampu menjawab kebutuhan BBM di sini. Peluang ini telah dimanfaatkan dengan baik, dan mendapat dukungan pemerintah pusat dan daerah, mulai dari tahap perizinan hingga beroperasinya pada hari ini,” bebernya.

Untuk itu, ia sarankan masyarakat setempat agar bisa manfaatkan sebaik-baiknya SPBU ini karena harganya cukup murah.

“Mulai saat ini warga Mapia dengan mudah mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di Jakarta, Surabaya, Makassar dan wilayah lain di Indonesia, yakni Premium Rp6.450 per liter dan Solar Rp5.150 per liter,” jelas Fanda.

Sebelum adanya SPBU ini, warga Mapia biasanya membeli BBM dengan harga Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per liter yang dibeli di pengecer. Sedangkan, lembaga penyalur resmi terdekat berada pada jarak 30 km yakni SPBU Mauwa di Moanemani, ibukota kabupaten Dogiyai.

SPBU Kompak Eguwai Diti diresmikan oleh PT Pertamina (Persero), Kementerian ESDM, dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Dihadiri Region Manager Retail Fuel Marketing VIII PT Pertamina (Persero) Fanda Chrismianto, kepala biro Hukum Kementerian ESDM, Hufron Asrofi, dan Bupati Dogiyai diwakili Yohanes Butu, kepala distrik Mapia. Sejumlah tamu dan undangan turut menyaksikan peresmian, juga dimeriahkan tarian khas “Gaidai” oleh masyarakat setempat.

Peresmian SPBU ini tercatat sebagai lembaga penyalur satu harga ke-34 dari total 40 titik pada tahun 2019.

Pewarta: Markus You