KNPI Papua Sarankan Pansel Capim KPK Akomodir OAP

0
1484

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Menyusul nama Natalius Pigai tak lolos seleksi dalam bursa calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi Papua menyarankan pengumuman dari panitia seleksi harus direvisi untuk mengakomodir orang asli Papua.

“Kita mendengar bahwa bung Natalius Pigai tidak lolos dari pencalonan komisioner KPK. Di situ kami menilai ada permainan. Mengapa sampai tidak ada OAP? Kami minta untuk harus dikoreksi hasil seleksi administrasi capim KPK itu,” kata Albertho G Wanimbo, ketua KNPI Provinsi Papua, Jumat (12/7/209) kemarin di kota Jayapura.

Di mata Albertho, orang Papua yang berani maju di seleksi capim KPK karena tahu tentang Papua. Apalagi katanya, kasus dugaan tindak pidana korupsi hingga yang lainnya masih merajalela di Tanah Papua.

“Pemuda Papua saat ini minta harus ada orang asli Papua di KPK. Supaya persoalan yang terjadi itu bisa ditangani semampu mereka,” ujarnya.

Albertho menyatakan jika orang Papua adalah warga Indonesia, maka di berbagai lini harus ada keterwakilan OAP.

“Kalau sampai beberapa hari kedepan bung Natalius Pigai tidak ada dalam daftar lolos, maka ada beberapa jalur yang akan kita tempuh melalui jalur hukum yang ada di negara ini. Karena selama ini dari Papua tidak ada keterwakilan di KPK,” bebernya.

Diketahui, dari 376 orang yang mendaftar di Pansel Capim KPK, hasilnya 192 nama telah diumumkan ke publik, Kamis (11/7/2019). Di sana tak ada keterwakilan orang Papua.

“Natalius Pigai dengan kemampuan intelektualitas, integritas dan reputasinya di negara ini telah mendaftar juga sebagai keterwakilan orang Papua. Hanya dia saja. Tetapi digugurkan pada tahap seleksi administrasi. Panitia seleksi harus merefleksikan hasilnya yang sudah diumumkan itu,” tegas Wanimbo.

Dukungan kepada Natalius Pigai datang dari anggota MRP, Herman Yoku. Langkah Natalius bertarung sebagai capim KPK, menurut dia, sudah sangat tepat dan jika terpilih, berharap Natalius akan memberantas kasus tindak pidana korupsi di Tanah Papua.

“Saya sangat mendukung karena saya tahu niat dari Natalius Pigai,” ujar Yoku, Kamis (11/7/2018) lalu.

KPK menurut Yoku, harus dipimpin oleh orang-orang berani dan bersih seperti Natalius Pigai. Apalagi melihat maraknya kasus korupsi di Indonesia, tak terkecuali di Tanah Papua.

Tetapi setelah dinyatakan tak lolos seleksi administrasi, Natalius Pigai berniat mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta. Natalius menuding ada unsur kesengajaan Pansel Capim KPK menggagalkan mantan komisioner Komnas HAM RI ini.

Upaya gugatan tersebut bertujuan menguji kebenaran administrasi apa saja yang tak lengkap hingga harus digugurkan alias tidak masuk daftar lolos ke tahap seleksi berikut.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You