Mahasiswa Mamteng Buka Posko untuk Mendata Mahasiswa Eksodus

0
361

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Mahasiswa Mamberamo Tengah di Jayapura telah membuka posko untuk mendata mahasiswa Papua yang pulang dari luar Papua ke Tanah Papua. 

Hal itu disampaikan ketua Posko di Jayapura, saat menghadirkan seluru mahasiswa Eksodus, pada Minggu (22/9/2019).

“Kami sudah bangun posko di tempat ini, untuk menampung dan mendata seluru mahasiswa asal kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua. yang pulang karena mendapat kan rasisme rasial,” kata ketua posko.

Soal sikap dan apa yang akan dilakukan selanjutnya, ia mengaku masih menunggu perkembangan.

“Kami sudah bersepakat hari ini bahwa hasil kesepakatan tetap sama dengan teman-teman dari beberapa kabupaten yang sudah memberikan pernyataan, seperti Nduga, Yuhukimo, Lanny Jaya, dan Yalimo. hanya sekarang kami mau untuk pemerintah pulangkan teman-teman kami yang sisa disana,” katanya.

Data mahasiswa yang pulang ke Papua saat ini masih sedang dilakukan pendataan, jika sudah rampung, akan dijelaskan. Namun, ia mengatakan bahwa hampir semua sudah pulang ke Papua.

“Kami di sini ada 2 kabupaten. Yakni Mamberamo Tengah dan Jayawijaya. Sehingga itu harus kami bersepakat lagi sama-sama. Hari kami sampaikan agar orang tua kami ketahui kalo mahasiswa dari Mamberamo Tengah dan Jayawijaya  ada di Papua,” katanya.

Sementara, Siska, pengurus BPH Mahasiswa luar Papua mengatakan, pada saat ini  mahasiswa Papua pulang ke Papua akrena mengalami diskriminasi dan merasa tidak aman karena selalu dimata-matai, di kampus dan dimana saja saat melakukan aktivitas.

“Kami selalu dipantau dan kami mendapatkan diskriminasi, sehingga kami punya almater sudah kami tinggalkan dan datang untuk ikut arahan dan petunjuk dari koordinator kami,” katanya.

Melianus, sekretaris Jayawijaya di tempat yang sama menyampaikan, fokus melakukan pendataan secara detail karena dari informasi yang diterima ada yang pulang.

“Kami badan pengurus di Jayapura dari Jayawijaya dengar ada yang pulang dan ada di beberapa titik. Hanya kami belum bisa menyampaikan pertanyaan sikap karena belum ada data. Nanti kita rampungkan baru akan sampaikan,” ucapnya.

Untuk data, kata dia, akan disampaikan bersama dengan  mahasiswa Mamberamo tengah secara resmi.

pewarta: Ardi Bayage

Editor : Arnold Belau