AMP Pusat Bantah Pernyataan Kodam XVII/Cenderawasih

0
214

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] Pusat membatah pernyataan Kodam XVII Cenderawasih yang menyebutkan AMP melakukan aksi di Jayapura pada 23 September 2019 kemarin.

Ketua AMP Pusat, John Gobai menjelaskan, penyebutan dan tudingan nama organisasi Aliansi mahasiswa Papua (AMP) dalam siaran pers Kodam XVII/Cenderawasih pada Senin 23 September 2019 mengenai peristiwa di Jayapura dan Wamena adalah tidak tepat dan menyesatkan.

Menurut Gobai, tudingan tersebut tidak tepat karena Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] berada di luar Papua. Ia menegaskan dan memastikan, bahwa AMP tidak ada di Papua melainkan kedudukan AMP ada di 13 kota di luar Papua.

“Sehingga penyebutan  [AMP] dalam peristiwa yang terjadi di dalam Papua tentu tidak benar.  Kami secara nasional tidak mengagendakan atau merencanakan aksi apapun pada hari ini, Senin 23 September 2019,” jelasnya, Selasa (24/9/2019) kepada media ini saat klarifikasi pernyataan kodam XVII.

Untuk itu, kata Gabi, AMP meminta supaya Kodam XVII/Cenderawasih meralat pernyataannya karena telah menyesatkan publik atas penyebutan AMP dalam pers rilisnya.

“Hentikan mengkambinghitamkan AMP dalam peristiwa di Wamena dan Jayapura hari ini. Usut dan adili aparat TNI/Polri yang terlibat dalam melakukan tembakan secara brutal kepada mahasiswa dan pelajar di Wamena dan Jayapura,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya, pada Senin (23/9/2019) kemarin, Kodam XVII Cenderawasih melalui situs resminya mengatakan, demo massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) kembali melakukan penyerangan terhadap aparat.

Akibatnya, seorang prajurit Yonif 751/Raider , Praka Zulkifli, yang sedang melaksanakan tugas BKO Polda Papua sebagai pengemudi kendaraan dinas truk pengangkut pasukan menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh massa AMP.

Pewarta: Arnold Belau