Berita Foto: Sampah Plastik Kotori Pulau Mansinam

0
51
Sampah yang berserakan di pulau Mansinam tepat bibir pantai depan lokasi Tugu Pendaratan Injil. (SP-CR14)

MANOKWARI, SUARAPAPUA.com— Pulau Mansinam atau disebut Pulau Pekabaran Injil di Tanah Papua. Tempat yang harusnya dijaga dan dirawat dengan baik, namun terlihat Sampah plastik dan botol plastik dominan memenuhi bibir pantai atau wilayah sekitar tugu pendaratan Injil berada. 

Mendekati bulan perayaan pekabaran injil tahun 2020 Panorama Air laut yang biru dan keindahan sampah yang masih berserakan  menghiasi pulau injil ini.

Tidak hanya bibir pantai pulau Mansinam yang Air laut begitu biru yang memisahkan daratan kota Manokwari dan pulau injil ini juga penuh dengan  gerombolan sampah yang menghiasi elok ketika di pandang dari jauh.

Arah berlabuh sampah dari pusat kota Manokwari entah kemana pelabuhan sandarnya terpaksa harus memilih tempat sandarnya di pulau Mansinam dan pulau Musmape (pulau lemon).

Di kota Manokwari ada dinas terkait yang menangani masalah sampah yaitu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan memiliki jumlah personil petugas kebersihan kota yang cukup, setiap harinya para petugas bertugas membersihkan isi dalam kota dan DLH memiliki Jumlah Armada kendaraan yang cukup untuk mengangkut tumpukan sampah masyrakat yang di taru di sepanjang jalan kota Manokwari dan Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) cukup.

Ingat.! Tapi itu hanya dalam kota, balik ke pinggiran pantai ketika dipandang dari laut, Air laut yang memukau panorama alam kota  Manokwari indah namun ketika dipandang baik-baik sampah, sampah dan sampah yang  menghiasi menghiasi laut.

Soleman Maryen, salah satu warga, mengatakan, masyarakat repot dengan membersihkan sampah yang berasal dari kota Manokwari.

“Setiap hari kami bersihkan bakar sampai kita capek sendiri, apalagi saat hujan sampah akan selalu sandar disini pulau lemon dan Mansinam ini mungkin benar-benar dermaga yang tepat, setiap kali hujan masyarakat sudah siap untuk angkut sampah yang dibuang oleh oknum masyarakat di kota sampah ini kadang kita bakar tapi terlalu banyak kita tolak hanyut lagi ke laut ,” ungkap Maryen.

Dia juga kecewa dengan sikap oknum masyarakat di kota, jika pada hari raya besar seperti natal dan idulfitri  potongan bangkai daging entah sapi, babi dan Ayam dan ikan yang dibuang ke laut hanyut terdampar di kedua pulau ini.

“Kami selalu bersihkan sampah dan bangkai hewan ini membuat aroma tidak sedap yang kami hirup,” katanya kepada suarapapua.com  di jembatan ketapang Kwawi. Minggu, (12/01/2020).

Selain itu, Monika, salah satu pengunjung pulau Mansinam yang hendak piknik kaget dengan tumpukan sampah yang begitu banyak.

“Astaga sampah banyak begini bagaimana kita mau mandi kalau pantai ini dipenuhi sampah,” ucapnya.

lanjut Maryen, berharap peran khusus pemerintah dalam mengingatkan kesadaran masyarakat penting budayakan buang sampah pada tempatnya.

Pewarta: SP-CR14

Editor: Arnold Belau