Bupati Dogiyai Menanggapi Desakan Wakil Rakyat

0
1687

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten Dogiyai tak tinggal diam dalam merespons kebutuhan masyarakat di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), termasuk bantuan bagi para pelajar dan mahasiswa di setiap kota studi, baik dalam maupun luar negeri.

Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa mengemukakan hal itu menanggapi pernyataan beberapa anggota DPRD Kabupaten Dogiyai mengenai penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi pelajar dan mahasiswa Kabupaten Dogiyai, sebagaimana diwartakan suarapapua.com dengan judul “DPRD Dogiyai Desak Segera Salurkan BLT dan Bama”.

“Perlu jelaskan soal ini, bahwa Bupati mempunyai kewenangan untuk menentukan penerima BLT yang terdampak akibat Covid-19. Dan untuk Kabupaten Dogiyai, sebagai Bupati saya telah memutuskan salah satu pihak penerima BLT adalah pelajar dan mahasiswa Kabupaten Dogiyai di Indonesia maupun di luar negeri. Dan saya telah mengumumkannya secara terbuka satu setengah bulan lalu,” bebernya, Jumat (29/5/2020) malam.

Dikemukakan, agar dana BLT tersebut dapat disalurkan dengan baik, Pemkab Dogiyai melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga telah meminta data mahasiswa kepada seluruh pengurus IPMADO masing-masing kota studi.

Baca Juga:  Masyarakat Sampaikan Harapan Mereka Saat Pj Bupati Intan Jaya Gelar Jalan Kaki di Sugapa

Persoalannya, kata Dumupa, hingga kini belum semua data dikirimkan ke pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait.

ads

“Yang telah kirim datanya hanya sekitar 200 orang lebih,” kata Bupati Dumupa.

Beberapa waktu lalu, Bupati Dogiyai telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk menyalurkan dana BLT kepada pelajar dan mahasiswa Kabupaten Dogiyai.

“Pada minggu lalu Pemerintah Kabupaten Dogiyai telah mentransfer dana BLT ke rekening PT Pos Indonesia (Persero) dan pada hari ini Pemerintah Kabupaten Dogiyai telah menyerahkan data nama-nama pelajar dan mahasiswa yang telah terkumpul kepada PT Pos Indonesia (Persero). Selanjutnya PT Pos Indonesia (Persero) akan mengirimkannya kepada para pelajar dan mahasiswa,” jelasnya.

Bagaimana dengan pelajar dan mahasiswa yang datanya belum dikumpulkan?. Menurut Bupati Dumupa, sudah harus disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Dogiyai agar segera diproses Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga:  BNPB RI Tiba di Intan Jaya Tinjau Korban Bencana Alam

“Pasti dananya segera kami kirimkan kepada yang bersangkutan.”

Bupati Dumupa juga menjelaskan, molornya penyaluran BLT tersebut akibat keterlambatan pengiriman data pelajar dan mahasiswa masing-masing kota studi.

“Perlu dipahami baik-baik bahwa ini bukan karena keterlambatan Pemerintah Kabupaten Dogiyai,” tegasnya.

“Hal paling penting yang perlu saya tegaskan bahwa kita sedang berurusan dengan keuangan negara, karena itu pengelolaannya harus mengikuti ketentuan aturan yang berlaku. Sehingga semua pihak harus mematuhi dan mengikuti segala ketentuan yang kami tetapkan dalam pengelolaan dan penyaluran dana BLT ini,” tandas Bupati Dogiyai.

Sebelumnya, DPRD Dogiyai mendesak Pemkab Dogiyai segera salurkan BLT dan bahan makanan (bama) kepada masyarakat di 10 distrik dan dan pelajar mahasiswa Kabupaten Dogiyai di setiap kota studi.

Desakan ini dikemukakan dua anggota DPRD Kabupaten Dogiyai, Agustinus Tebai dan Melianus Wogee, Kamis (28/5/2020) kemarin.

“Pihak eksekutif seharusnya tidak perlu menunggu waktu untuk merealisasikan bantuan tersebut. DPRD sudah empat kali pertemuan dengan pemerintah daerah termasuk semua instansi hadir. Saat ini sedang menunggu kapan bantuan berupa bama dan BLT akan disalurkan kepada mahasiswa di setiap kota studi dan masyarakat di 79 kampung,” tutur Melianus Wogee, sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Dogiyai.

Baca Juga:  Hilangkan Rasa Takut, Pj Bupati dan Rombongan Jalan Kaki di Sekitar Kota Sugapa

Wogee mengatakan, hal itu telah disepakati antara Gugus Tugas Covid-19 bersama DPRD Kabupaten Dogiyai. “Sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian itu, kapan mau realisasikan?. Semua sedang menunggu. Kami desak supaya ini segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Terpisah, Agustinus Tebai, ketua Komisi I DPRD Kabupaten Dogiyai, menegaskan, pemerintah daerah mesti serius dalam penanganan bantuan di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, saat ini orang sedang menunggu kapan bantuan tersebut akan disalurkan.

Karena itu, Agus mengingatkan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait antara lain Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, DPMK dan BPBD agar segera serius tangani bantuan Covid-19.

“Barang kalau sudah ada, segera salurkan kepada masyarakat dan pelajar mahasiswa,” desak Tebai.

Pewarta: Markus You

Artikel sebelumnyaInilah Wujud Kepedulian Persipura Terhadap Covid-19
Artikel berikutnyaGreenpeace: Omnibus Law akan Habisi Hutan di Papua