TPNPB Intan Jaya Laporkan Telah Kontak Senjata dengan Aparat

0
1575

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kompi D Dulamo melaporkan bahwa telah melakukan kontak tembak dengan aparat militer Indonesia pada Jumat (16/4/2021) pukul 03.00 subuh dini hari. Kontak tembak terjadi di Pangkalan Ojek Mbamogo di Kampung Mamba, distrik Sugapa, kabupaten Intan Jaya, Papua.

Aibon Kogoya, Pimpinan TPNPB Kompi D Dulamo dalam laporannya kepada suarapapua.com menjelaskan, pihaknya melakukan penembakan terhadap dua mobil yang sedang melaju ke arah muara dengan tujuan Titigi dan Hitadipa.

Baca Juga:  Pilot Philip Mehrtens Akan Dibebaskan TPNPB Setelah Disandera Setahun

“Saya sudah tembak dua mobil warna hitam yang dikendarai TNI/Polri dari Sugapa menuju ke Pos Titigi dan Hitadipa dalam rangka antar bama untuk pasukan mereka,” ungkap Aibon.

Karena kejadiannya subuh dini hari, lanjut Aibon, sehingga ia tidak bisa memastikan apakah ada korban di pihak TNI/Polri atau tidak. “Kalau di pihak kami tidak ada korban nyawa maupun harta benda,” katanya.

Baca Juga:  Semua Pihak di Intan Jaya Sepakat Tolak Eksploitasi Blok Wabu dan Hentikan Pembangunan Patung Yesus

Lanjut Aibon, pihaknya tidak akan berhenti untuk berperang melawan TNI/Polri di Intan Jaya hingga Papua merdeka dari Indonesia. Untuk itu, dia meminta agar:

ads
  1. Kami minta Jokowi dan jajarannya segera bertanggungjawab atas pelanggaran HAM yang terjadi di seluruh Tanah Papua.
  2. Negara harus hentikan pembunuhan, pemerkosaan, perampasan, penculikan dan pembunuhan terhadap orang asli papua.
  3. Bupati Bupati, Gubernur, DPRD, DPRP, DPRI lebih khusus Bupati Intan jaya dan DPRD Intan Jaya untuk segera menolak rencana perusahaan tambang untuk garap Blok B Wabu
  4. TPNPB menolak Otsus, Otsus Plus dan pemekaran di seluruh tanah Papua.
Baca Juga:  Satu Anggota TPNPB Kodap VIII Gugur

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaLekagak Akui TPNPB Tembak Mati Siswa SMA di Puncak Papua
Artikel berikutnyaIn Memoriam Pater Dr. Neles Kebadabi Tebay: “Nai, Saya akan Waita di Vatikan Kalau…”