Mahasiswa GKI Mendapat Arahan Penggunaan Dana Beasiswa dan Manfaat Kursus Bahasa Inggris

0
1032
Bendahara Sinode GKI di Tanah Papua, Sym. Theresya Erna Numberi ketika memberikan arahan kepada mahasiswa peserta penerima beasiswa dan kursus bahasa Inggris dari Klasis Schwelm yang adalah mitra gereja GKI-TP di aula asrama Pdt. S. Liborang Padangbulan, Jayapura, Papua, Minggu (22/8/2021). (Donaltus - SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Sebanyak dua ratus tujuh puluh lima calon penerima beasiswa Klasis Schwelm dan peserta kursus bahasa Inggris dari Klasis GKI Balim Yalimo, Yalimo Angguruk, Yalimo Elelim, dan Mamberamo Apawer menerima arahan dari Badan Pekerja Am Sinode GKI di Tanah Papua di aula asrama Pdt.S. Liborang, Padangbulan, Jayapura, Minggu (22/8/2021).

Dari 275 mahasiswa, sebanyak 50 mahasiswa adalah calon penerima beasiswa Schwelm, sementara 225 mahasiswa adalah peserta kursus bahasa Inggris yang akan dibagi dalam dua kelas, yaitu kelas beginner dan  intermediate. Beasiswa dan kursus sendiri akan disalurkan dan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Bendahara Sinode GKI di Tanah Papua, Sym. Theresya Erna Numberi yang didampingi Sekretaris Departemen Kemitraan dan Hubungan Oikumene, Drs. Jan Bastian Rumbrar memberikan arahan yang terfokus pada, bagaimana peserta calon penerima beasiswa dan peserta kursus bahasa Inggris memanfaatkan kesempatan itu. Terutama penggunaan dana beasiswa untuk biayai studi dan pengetahuan bahasa Inggris dalam studi.

Baca Juga:  SMP PGRI Kota Sorong Selalu Tampung Anak-Anak Buangan dari Sekolah Lain

Sym. Erna Numberi mengatakan, bahwa beasiswa yang hendak disalurkan adalah sebagai suatu bentuk motivasi kepada mahasiswa agar lebih rajin dalam belajar. Walaupun nilai dana yang diterima tidak besar jika dibandingkan dengan beasiswa pemerintah atau beasiswa sumber lainnya.

Oleh sebab itu ia berharap agar penerima beasiswa dan peserta kursus bahasa Inggris untuk memiliki mimpi, dan bekerja keras pantang menyerah guna mencapai mimpi serta masa depan yang diharapkan mahasiswa.

ads

“Adik-adik mahasiswa tidak boleh melihat dari jumlah yang diberikan. Memang jumlahnya sangat kecil, namun adik-adik harus mengucap syukur karena kalau kita mengucap syukur maka Allah akan memberkati dan adik-adik pasti berhasil. Sama seperti Tuhan Yesus memberikan makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan. Terlihat sedikit, namun Yesus mengucap syukur dan memohon berkat maka Allah melipatgandakan sampai ada yang tersisa 12 bakul,” tukas Sym. Numberi.

Baca Juga:  Proteksi OAP, FOPERA Desak KPU RI Menerbitkan PKPU Khusus Pelaksanaan Pemilu di Tanah Papua

Drs. Jan Bastian Rumbrar, Sekretaris Departemen Kemitraan dan Hubungan Oikumene Sinode GKI dalam arahannya mendorong agar mahasiswa penerima beasiswa dan peserta kursus bahasa Inggris agar belajar dengan baik.

“Jadi mahasiswa dengan adanya kesempatan ini bisa belajar baik dan memanfaatkan beasiswa yang diberikan oleh Klasis Schwelm Jerman. Karena kursus bahasa Inggris akan membantu kita keluar negeri, terutama ketika ada kesempatan mendapatkan beasiswa belajar di luar negeri,” tukas Drs.Rumbrar.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Nathan Pahabol dan rekan-rekan Anggota DPR Provinsi dari Partai Gerindra yang sempat menghadiri pertemuan pertama, pada 14 Agustus 2021. Yang mana pihaknya memberikan motivasi dan arahan kepada mahasiswa, tetapi juga sejumlah dana dalam menyukseskan pertemuan pertama itu.

Baca Juga:  Kepala Dinas Pendidikan Dogiyai Tekankan Kerja Kolaborasi Demi Menyiapkan SDM Papua

Sementara, Nathan Pahabol koordinator penerima beasiswa dan kursus bahasa Inggris yang didukung Klasis Schwelm menjelaskan terkait proses pelaksanaan kursus bahasa Inggris.

Katanya, peminat dari kursus bahasa Inggris jumlahnya lebih dari rencana, sehingga akan dibagi dalam dua kelas, yaitu kelas pemula dan lanjutan yang diajar oleh Abinus Sama dan Donaltus Rumbesu.

“Program kursus bahasa Inggris ini kita mulai dengan 2 tutor dulu, nanti kita lihat perkembangannya ke depan. Kalau berjalan baik berarti kita akan tingkatkan,” pungkas Nathan Pahabol yang adalah Anggota Komisi V DPR Papua.

 

Pewarta: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaDua Lagu Victor Yeimo yang Harus Kamu Dengar
Artikel berikutnyaAplikasi PAPEDA Siap Salurkan Kredit Bagi UMKM di Papua