Jubir KNPB: Kami akan Teruskan Perlawanan dengan Damai dan Bermartabat

0
1495

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Juru Bicara Nasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Ones Suhuniao mengatakan, KNPB berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dan perlawanan dengan cara-cara damai dan bermartabat.

“Tahun 2022, kami akan teruskan perlawanan dengan cara damai dan bermartabat untuk menolak segala bentuk kekerasan dan kejahatan. Buka ruang damai untuk selesaikan akar masalah Papua,” jelas Ones Suhuniap kepada Suara Papua, 28 Desember 2021 lalu di Kota Jayapura, Papua.

Suhuniap menjelaskan, perjuangan bangsa Papua untuk keluar dari penjajahan Indonesia ada di tangan bangsa Papua. Maka itu KNPB akan ada bersama rakyat bangsa Papua untuk melawan dan memperjuangkan nasib bangsa Papua agar bebas dari pendudukan dan penjajahan Indonesia.

“Tidak ada jalan lain untuk keluar dari penindasan, pendudukan dan penjajahan Indonesia di West Papua selain rakyat Papua itu sendiri bangkit dan berjuang bagi dirinya dan bangsanya,” tegasnya.

Suhuniap meminta agar semua komponen rakyat bangsa Papua untuk saling mendengar, bersatu dan maju memperkuat sesama memperjuangkan nasib bangsa Papua. Dia juga meminta agar bangsa Papua jelih melihat dan menolak perampasan tanah, lingungkungan, hak atas ekonomi, hak atas pendidikan, hak atas kesehatan dan hak berpolitik.

ads
Baca Juga:  Warga Bibida Mengungsi ke Pastoran Madi, Pemuda Katolik Desak Penanganan Cepat

“Kami meminta kepada seluruh rakyat bangsa West Papua untuk bangun kekuatan politik dan tolak tunduk pada penjajah. KNPB akan ada bersama rakyat bangsa Papua untuk melawan,” katanya.

Lanjut dia, Rakyat bangsa Papua harus sadar karena tanah air warisan nenek moyang kita sedang dirampas, dirampok dan dicaplok oleh penjajah. Kemudian harus ambil posisi dan sikap untuk melawan semua bentuk penindasan dan penjajahan itu.

“Kita semua sadar bahwa tanah milik warisan leluhur kami sedang diduduki penjajah lalu menindas dan menjajah kita. Ini membuktikan bahwa kami sedang habis, kami sedang musnah secara sadar dan perlahan di atas negeri kami sendiri,” katanya.

Selain itu, kata Ones, setelah menduduki dan menjalankan program penjajahan di atas bumi West Papua, pemerintah kolonial Indonesia terus kirim aparat, terus melakukan operasi militer dan membunuh rakyat sipil tak berdosa.

Baca Juga:  POHR Desak TNI Ungkap Proses Hukum Kasus Penganiayaan Moses Yewen

“Tidak hanya itu. Setiap saat mereka bunuh warga sipil pemilik tanah Papua. Mereka juga menduduki dan menjajah. Kirim aparat dalam jumlah banyak. Lalu cap pemilik orang Papua sebagai teroris saat kami berjuang untuk harga diri dan mempertahankan negeri kami dari penjajah (Indonesia). Kita harus bangkit, bersatu dan lawan,” tegasnya lagi.

Ones menambahkan, KNPB adalah rakyat bangsa Papua. Maka itu, KNPB akan terus bergerak dan berjuang bersama rakyat.

“Rakyat adalah KNPB dan KNPB adalah rakyat. Sampai kapan pun kami akan terus bergerak bersama rakyat untuk mengambil alih hak kami. Pemerintah kolonial Indonesia harus sadar bahwa kami tidak berjuang untuk mengambil paksa warisan leluhur hak bangsa Jawa, Batak, Sulawesi, dll. Tanah air ini milik seutuhnya bangsa Papua. Bukan bangsa Jawa. Maka kami berjuang dan melawat untuk merebut kembali hak dan warisan leluhur kami yang dirampok kolonial Indonesia,” tegas Ones.

Baca Juga:  Mahasiswa Papua di Sulut Akan Gelar Aksi Damai Peringati Hari Aneksasi

KNPB, kata Suhuniap, akan ada bersama rakyat bangsa Papua untuk melawan dengan cara-cara damai dan bermartabat. Pada tahun 2022 perjuangan harus dilanjutkan sebagai agenda rakyat dan agenda prioritas bagi setiap orang Papua.

“Tujuannya supaya segera memulihkan diri, keluarga, suku dan bangsa Papua. Pulihkan diri di hadapan Tuhan Yesus, agar Dia memimpin tubuh bangsa Papua [ini] bebas dari penindasan bangsa lain yang dirasuki kuasa jahat,” katanya.

Suhun juga berharapa, Indonesia bertobat dan mengakui kejahatannya atas bangsa Papua, dan membiarkan bangsa Papua menentukan nasibnya sendiri.

“Jadi selain orang Papua dari masing-masing individu, keluarga, suku dan bangsa pulihkan diri di hadapan Tuhan, mendesak Indonesia pulihkan dirinya dari dosa-dosa sejarah dan niat jahatnya saat ini,” pungkasnya.

REDAKSI

Artikel sebelumnyaDiduga Dua Anggota TNI Perkosa Seorang Perempuan di Kota Jayapura
Artikel berikutnyaKodam XVII Benarkan Dua Anggota TNI Diduga Perkosa Seorang Perempuan