Tanah PapuaLa PagoPemkab Yahukimo Diminta Bantu Pasang Listrik di Lokasi Baru

Pemkab Yahukimo Diminta Bantu Pasang Listrik di Lokasi Baru

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Puluhan rumah warga di muara Kali Bonto, Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua, masih belum menikmati fasilitas penerangan. Pemerintah diminta berkomunikasi dengan pihak PLN agar layanan listrik bisa jangkau lokasi baru tersebut.

Harapan ini disampaikan Yahya Heluka, koordinator pemasangan lampu secara swadaya di muara Kali Bonto, Dekai, Minggu (24/4/2022) lalu.

“Sebelumnya kami bentuk ketua, sekretaris dan bendahara untuk koordinasi dengan pihak terkait, seperti PLN, pemerintah daerah dan masyarakat. Pada hari Kamis kami kumpul uang per rumah. Uang yang terkumpul itu untuk beli kabel hitam,” katanya.

Yahya akui jarak dari ujung aspal lurus kantor Statistik Yahukimo hingga ke lokasi baru muara Kali Bonto membutuhkan kabel sekitar 2.000 meter.

Baca Juga:  Doa Akbar dan Makan Bersama Ones Pahabol Dihadiri Ribuan Masyarakat Yahukimo

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan PLN bilang akan survei lokasi. Cuma sampai sekarang belum disurvei. Ada surat permohonan yang orang tua kami kasih ke PLN, tetapi belum ada jawaban juga. Makanya kami kerja swadaya supaya kabel listrik bisa masuk ke lokasi baru ini,” jelasnya.

Warga di lokasi baru, kata Yahya, memang sangat membutuhkan layanan listrik untuk kebutuhan sehari-hari seperti halnya warga yang ada di kota Dekai.

“Kami yang belum ada lampu sebanyak 80 rumah. Ini dari distrik Silimo, Amuma, Musaik, Hogio, Obio, tetapi kebanyakan dari beberapa desa seperti Amuma, Sarmoge, Silorin, Eksa, Sagaduk, Sagasal, dan Wahjegekek. Kami sangat membutuhkan pemerintah jangkau lokasi baru ini dengan lampu. Minimal bawa kabel panjang, supaya kabel hitam kecil itu kami usahakan sendiri untuk tarik listrik ke setiap rumah,” jelas Heluka.

Baca Juga:  Inilah Hasil Kunker MRP Papua Pegunungan Saat Pencoblosan di Jayawijaya

Dari hasil pertemuan tim swadaya untuk pemasangan lampu, lanjut Heluka, akan berusaha hingga komplek lokasi baru bisa mendapatkan fasilitas penerangan.

“Satu kabel hitam tetap kita usahakan secara swadaya supaya lampu menyala di rumah-rumah. Kami mengungsi dari kota setelah kejadian antara suku antara Ngalik dan Kimyal, lampu memang belum ada, sehingga kami akan berusaha secara swadaya,” tutur Yahya.

Baca Juga:  Komisioner KPU Yahukimo Nyatakan Siap Selenggarakan Pemilu 2024

Sementara itu, Agustinus Bayage mengatakan, perlunya fasilitas penerangan bagi warga di lokasi baru itu sudah pernah disampaikan ke PLN, tetapi selama dua tahun belum juga direspons.

“Pada tahun 2020 kami buat proposal dan kasih ke PLN. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda, jadi saya beli kabel sendiri dan pasang dari ujung aspal sampai ke rumah saya. Proposal yang pernah kami ajukan itu kalau bisa segera ada kejelasan. Kami sudah tanya ke PLN, katanya surat kami itu ada di Timika. Kami berharap bisa dijawab,” kata Agustinus.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Hilirisasi Industri di Indonesia: Untung atau Buntung bagi Papua?

0
Pertanyaan bagi pemimpin negara yang sedang mendorong hilirisasi: apakah kebijakan hilirisasi memberikan untung atau buntung (rugi) bagi Papua?. Jika kita berkaca dari pengalaman selama ini, hasil kekayaan alam dikeruk secara besar-besaran dari Tanah Papua, tetapi tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Papua.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.