Tanah PapuaMamtaAksi Bisu di PN Jayapura Desak Victor Yeimo Dibebaskan Tanpa Syarat

Aksi Bisu di PN Jayapura Desak Victor Yeimo Dibebaskan Tanpa Syarat

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Puluhan simpatisan Victor Yeimo kembali menggelar aksi bisu di depan Pengadilan Negeri Kelas IA Jayapura, Selasa (24/1/2023) siang.

Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Victor Yeimo dalam menjalani sidang terkait perkara dugaan makar.

Ones Suhuniap, juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengatakan, aksi bisu yang dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Victor Yeimo dalam menjalani proses hukum.

“Aksi bisu ini secara damai, sebagai bentuk dukungan rakyat Papua dalam melawan rasisme di Tanah Papua,” ujarnya.

Baca Juga:  PT PKA Targetkan 4.000 Ha di Kepulauan Salawati Raja Ampat

Kata Ones, proses hukum terhadap Victor Yeimo adalah bagian dari kriminalisasi terhadap orang Papua. Proses hukum yang dijalani Victor Yeimo sebagai korban rasisme Indonesia terhadap orang Papua.

“Victor Yeimo sebagai jubir internasional KNPB bukan aktor rasis. Dia korban dari praktek rasisme Indonesia yang sampai hari ini sedang menjalani proses hukum dengan pasal makar. Tuntutan kami, Victor Yeimo harus dibebaskan segera tanpa syarat.”

Baca Juga:  Gerakan “All Eyes on Papua” Viral, Perjuangan Kembalikan Tanah Adat!

Ones juga menyayangkan sikap hakim yang arogan memutuskan VY untuk ditahan tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan terdakwa.

“Itu bagian dari praktek rasisme dan diskriminatif terhadap orang asli Papua melalui lembaga negara (pengadilan, kejaksaan dan kepolisian), dalam mengkriminalisasi orang asli Papua terutama aktivis HAM dan aktivis pro demokrasi di Tanah Papua,” ujar Ones.

Badan Pengurus Pusat KNPB menurutnya akan terus serukan aksi untuk mendesak negara segera bebaskan Victor Yeimo tanpa syarat.

Baca Juga:  Theys Adalah Pejuang, Pemindahan Makam Harus Mendapat Persetujuan Rakyat Papua

Wene Kinungga, penanggungjawab aksi bisu, mengimbau seluruh organisasi gerakan, gereja, mahasiswa, aktivis, dan seluruh rakyat Papua mengikuti proses sidang maupun bergabung dalam aksi bisu secara damai dan bermartabat.

“Kita kawal sama-sama sidang ini. Semua harus desak negara segera bebaskan Victor Yeimo tanpa syarat,” seru Wene.

Sidang kali ini dengan agenda pembacaan putusan sela.

Hakim memutuskan sidang akan dilanjutkan 31 Januari 2023.

Pewarta: Agus Pabika
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

PAHAM Papua Desak Komnas HAM RI Bentuk Tim Investigasi Penembakan Tiga...

0
“Dengan adanya situasi penembakan yang terjadi lagi, seolah-olah masyarakat sipil di Puncak adalah binatang buruan yang situasinya memprihatinkan. Peristiwa seperti ini terjadi berulang-ulang tanpa penyelesaian. kita baru saja dikejutkan oleh video viral kekerasan TNI dari Yonif 300/Braja Wijaya Kodam Siliwangi terhadap 3 masyarakat sipil, yang mana salah satunya di siksa didalam drum, yang terjadi awal tahun,” ujar Kawer dalam pernyataanya kepada Suara Papua,Rabu (17/7/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.