Komunitas Duma Papua, Rumah Belajar dan Bina Generasi Muda

0
580

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Komunitas Duma (Damai) Papua, sebuah wadah pembinaan anak muda dari ancaman berbagai pengaruh modern, dideklarasikan disertai seminar sehari, Sabtu (1/4/2023) di Wamena, kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Komunitas Duma Papua ada dibawah naungan Komisi Pemuda Gereja Kingmi Tanah Papua yang dibentuk dengan inisiatif para muda dan mudi untuk mengarahkan konsentrasi generasi ke hal-hal yang bersifat positif mengingat banyak pengaruh negatif di era modern. Terutama agar terhindar dari bahaya HIV, AIDS, narkoba, minuman keras (Miras), judi, dan lainnya.

Dano Tabuni, inisiator yang juga pembina Komunitas Duma, kepada suarapapua.com, Sabtu (1/4/2023), usai seminar dan deklarasi di gedung Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Jemaat Duma, Wamena, menjelaskan, komunitas tersebut dibentuk mengingat banyaknya anak muda terjerumus dengan berbagai hal negatif yang berdampak terhadap kehancuran masa depan gereja dan bangsa Papua secara luas.

Baca Juga:  Aktivitas Belajar Mengajar Mandek, Butuh Perhatian Pemda Sorong dan PT Petrogas

“Kita membentuk komunitas ini karena kita melihat zaman modern ini banyak pengaruh buruk masuk di kalangan anak muda. Itu kalau kita biarkan akan merugikan generasi. Karenanya, kami membentuk wadah ini untuk menghimpun dan mengarahkan mereka untuk mengolah potensi yang ada pada mereka,” kata Dano.

Dengan Komunitas Duma, harap Tabuni, dijadikan sebagai sarana bagi anak muda Papua melatih diri dari berbagai hal, mulai dari musik, olahraga dan lainnya.

ads

Untuk keanggotaannya, Dano menyatakan tak dibatasi. Siapapun dan dari manapun bisa bergabung demi mengolah potensi yang dimilikinya.

“Jadi, komunitas ini salah satu sarana bagi kita orang muda Papua. Sehingga dari kalangan pelajar, mahasiswa dan pemuda bisa melibatkan untuk membentuk dan merubah cara berpikir bahkan lainnya kita akan masukan dalan kegiatan komunitas ini supaya kita terdidik dan terarah,” jelasnya.

Baca Juga:  Melestarikan Alam dan Budaya Suku Matbat Melalui Festival Film Dokumenter di Limalas

Komunitas Duma Papua secara resmi dideklarasikan usai seminar yang menghadirkan beberapa pemateri. Antara lain materinya menyangkut pengenalan organisasi, seni dan budaya, manajemen waktu serta kepemimpinan yang diikuti berbagai delegasi dari sembilan kampus yang ada di kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, termasuk para muda dan mudi Jemaat Duma.

Sementara itu, Opimus Asso, ketua Himpunan Mahasiswa Kabupaten Jayawijaya (HMKJ) Papua Pegunungan, mengapresiasi kegiatan yang biasa dilakukan komunitas Duma Papua.

Menurutnya, sangat posistif dengan pembentukan komunitas ini, juga kegiatan seminar sehari yang baru selesai diadakan.

“Seminar sehari ini bagi kami mahasiswa yang terhimpun dalam wadah HMKJ sangat terbantu, sehingga kami sampai apresiasi kepada komunitas Duma,” ucap Asso.

Baca Juga:  10 Nakes Mimika Ikuti Konferensi Internasional Neurovaskular

Kata Opimus, dalam kegiatan seminar dan deklarasi Komunitas Duma Papua, HMKJ mengutus 14 orang untuk mengikutinya secara penuh.

“Kami berharap agar kedepan Komunitas Duma lebih aktif mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif agar pola pikir anak muda bisa dirubah. Dan kami sangat senang karena komunitas Duma mengadakan hal-hal begini karena tidak semua orang bisa lakukan,” tutup Opimus.

Komunitas Duma Papua baru dibentuk tahun ini untuk menampung para muda-mudi di Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua agar belajar dan melatih diri di berbagai bidang kehidupan seperti seni, budaya, olahraga, mental dan spiritual, juga pembentukan karakter kepemimpinan.

Komunitas ini juga bertujuan generasi penerus sedapat mungkin terhindar dari pengaruh aktivitas negatif.

Pewarta: Onoy Lokobal
Editor: Markus You

Artikel sebelumnya32 Anak SMP Meepago Lulus ke SMA Presiden 2, Ortu Puji Bupati Paniai
Artikel berikutnyaJadikan IPMI-J Tempat Mahasiswa Intan Jaya Belajar Siapkan Diri