Paul Heluka menerima cindera mata dari panitia penyelenggara Mubes ke-1 IPMDA di kota studi Jayapura, usai menyampaikan materinya, Jumat (13/10/2023). (Ardi Bayage - Suara Papua)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Amuma (IPMDA) kabupaten Yahukimo di kota studi Jayapura mengadakan musyawarah besar (Mubes) pertama dan penerimaan mahasiswa baru (Maba) di wisma Kotaraja, kota Jayapura, Papua, Jumat (13/10/2023).

Kegiatan tersebut berlangsung di bawah sorotan tema “melakukan reorganisasi kepemimpinan dalam upaya membentuk kepengurusan IPMDA yang berintegritas inovatif dan profesional.

Paul Heluka, pendiri ikatan IPMDA, yang kini anggota DPRD kabupaten Yahukimo, dalam pemaparan materi menjelaskan sedikit sejarah dan latar belakang berdirinya IPMDA di kota studi Jayapura.

Katanya, IPMDA didirikan oleh 14 orang yang peduli tentang organisasi di kota studi Jayapura pada tahun 2002.

“Tujuannya untuk membantu orang sakit, membantu orang yang membutuhkan uang pendidikan, serta ibadah rutin antara mahasiswa Amuma dari Yahukimo di Jayapura,” jelas Paul.

ads

“Tahun 2002 kami hanya punya ikatan besar yang namanya Wamena, Tangma, Pasema dan Silimo atau WTPS. Waktu itu kami dilarang untuk bentuk organisasi atau ikatan, sehingga kami bentuk sembunyi-sembunyi. Namanya juga bukan IPMDA, tapi Ikatan Ekonomi Lembah (IEL). Waktu itu kami bentuk hari minggu,” jelasnya.

Baca Juga:  127 Orang di Kapela Yogonima Buta Huruf, Gereja Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM

Bersamaan dengan kebijakan pemerintah kabupaten Yahukimo waktu itu mekarkan distrik Amuma, kata Paul, IPMDA resmi dibentuk sesuai nama distrik dari yang sebelumnya adalah IEL.

“Selanjutnya kami ganti pengurus, dan saya naik ke Wamena bentuk ikatan lagi di Wamena. Dengan adanya ikatan di Wamena, banyak hal yang kami buat. Saya sampaikan terima kasih karena generasi terus pertahankan IPMDA. Harus takut Tuhan agar berproses untuk menjadi pemimpin,” lanjut Heluka.

Pemateri kedua Hengky Bayage ketika menerima cindera mata dari panitia penyelenggara Mubes ke-1 IPMDA di kota studi Jayapura, Jumat (13/10/2023). (Ardi Bayage -Suara Papua)

Hengky Bayage, anggota DPR provinsi Papua, saat memaparkan materinya, mengatakan, untuk menjadi pemimpin harus belajar dari organisasi, walaupun banyak tantangan.

“Hari ini saya diundang menyampaikan materi tentang manfaat organisasi, dengan tujuan agar adik-adik bisa menjadi pemimpin. Juga bisa bersaing dengan ikatan lain di luar IPMDA. Jika kemarin tidak pernah terlibat dalam organisasi, hari ini saatnya bergabung agar besok menjadi pemimpin,” kata Hengky.

Baca Juga:  Pelajar dan Mahasiswa Papua di Salatiga Sukses Hadirkan HIPMAPA

Bayage mengatakan, mahasiswa yang datang ke Jayapura untuk kuliah harus benar-benar aktif dalam perkuliahan hingga selesaikan tepat waktu.

“Mahasiswa harus punya komitmen hidup. Harus utamakan Tuhan dalam diri setiap pribadi. Jangan ikut ramai dengan hal-hal yang tidak bagus. Dari beberapa yang hadir hari ini saya doakan agar nantinya beberapa orang harus menjadi pemimpin,” tuturnya berharap.

Sementara itu, Elius Heluka, pemateri ketiga mengatakan, Papua sedang tidak baik-baik saja karena banyak hal negatif sedang terjadi hingga terasa dalam semua sendi kehidupan masyarakat akar rumput.

“Kita bisa lihat sendiri situasi sekarang, banyak orang meninggal karena alkohol, seks bebas dan lain-lain. Bahkan sekarang di Yahukimo, anak-anak usia dini banyak yang konsumsi miras, bahkan ada yang isap bensin. Baru-baru ini lagi keluarga kami tinggalkan tempat tinggal hingga meninggal dengan cara yang sadis. Ini semua dampak negatif,” bebernya.

Baca Juga:  Kepala Dinas Pendidikan Dogiyai Tekankan Kerja Kolaborasi Demi Menyiapkan SDM Papua

Menurut Elius, banyak persoalan menimpa generasi muda bisa dirubah jika hidup dalam Tuhan. Bahkan mampu menjauhkan hal-hal negatif.

Pemateri ketiga Elius Heluka menerima candra mata dari panitia penyelenggara Mubes ke-1 IPMDA di kota studi Jayapura, usai memaparkan materi, Jumat (13/10/2023). (Ardi Bayage -Suara Papua)

“Kita lihat saja di Yahukimo. Ada pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah dengan tidak manusiawi. Yang merubah persoalan seperti itu hanyalah generasi yang hari ikut pembinaan organisasi,” kata Elius.

Yotinus Heluka, ketua panitia penyelenggara Mubes, menjelaskan, sejak panitia dibentuk pada 24 Mei 2023, dengan dukungan pengurus IPMDA, upaya galang dana telah dilakukan, mulai dari buat proposal, bazar dan kegiatan lainnya.

“Kami lakukan beberapa acara untuk datangkan uang. Syukur, akhirnya hari ini kegiatan bisa terselenggara dengan baik. Selain Mubes, kami lakukan pembekalan dan penerimaan anggota baru IPMDA,” jelasnya. []

Artikel sebelumnyaMahkamah Agung Menolak Permohonan Mantan PM Vanuatu
Artikel berikutnyaPulangkan Segera Para Pengungsi ke Kampung Halaman Mereka!