PolhukamPemiluLima Poin Deklarasi Pemilu Damai di Deiyai Saat Apel Siaga

Lima Poin Deklarasi Pemilu Damai di Deiyai Saat Apel Siaga

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Lima pernyataan disepakati semua pihak terkait dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 di kabupaten Deiyai, Papua Tengah.

Deklarasi Pemilu damai dilakukan bersamaan apel siaga pada Jumat (8/12/2023) di lapangan sepak bola Thomas Adii, Waghete, distrik Tigi, kabupaten Deiyai.

Emanuel Douw, ketua Bawaslu kabupaten Deiyai, yang memimpin langsung apel siaga, dalam amanatnya menyatakan, kegiatan ini bagian dari tugas mengawal proses pesta demokrasi serentak 2024 di kabupaten Deiyai.

“Hari ini kita apel siaga dan deklarasi Pemilu damai sebagai satu tahapan penting. Memang sudah menjadi tanggung jawab besar dari kita semua untuk sukseskan Pemilu 2024. Peran pengawasan seluruh tahapan akan berhasil jika ada kesiapan dari Bawaslu bersama jajaran dan badan adhoc untuk mengawasi setiap tahapan,” ujarnya.

Baca Juga:  Distribusi Logistik Pemilu di Enam Distrik di Tambrauw Akan Menggunakan Helikopter

Dalam menjalankan tugas pengawasan, Emanuel akui tidak mudah untuk memastikan semua tahapan dapat berjalan dengan baik. Oleh karenanya, Bawaslu kemudian bersinergi dengan KPU sebagai penyelenggara teknis Pemilu serta pihak keamanan. Begitupun dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan.

“Sinergitas antara Bawaslu dengan KPU, pemerintah daerah serta TNI Polri sangat dibutuhkan untuk sukseskan Pemilu serentak 2024 di kabupaten Deiyai.”

Bukan hanya selama masa kampanye, partisipasi publik menurut Emanuel sangat dibutuhkan dalam seluruh tahapan hingga pada pungut hitung nanti.

Hal itu juga tertuang dalam poin deklarasi yang ditandatangani semua pihak di kabupaten Deiyai.

Baca Juga:  Inilah Hasil Kunker MRP Papua Pegunungan Saat Pencoblosan di Jayawijaya

Adapun lima pernyataan deklarasi Pemilu damai pada Pemilu serentak tahun 2024:

  1. Mewujudkan Pemilu 2024 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil serta mewujudkan situasi yang kondusif dan damai dalam penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2024 di kabupaten Deiyai.
  2. Menjunjung tinggi persatuan dan persaudaraan nilai-nilai moral dan budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat kabupaten Deiyai.
  3. Berkomitmen mendukung Pemilu serentak tahun 2024 yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, tanpa ujaran kebencian, dan politik uang.
  4. Menjaga persatuan dan kesatuan untuk menghindari perpecahan bangsa.
  5. Mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku terkait kampanye demi terciptanya Pemilu damai dan kampanye tertib.

Elimelek Edowai, Sekda Deiyai, usai menghadiri apel siaga, menyatakan, sejumlah hal penting sebagaimana isi deklarasi wajib dipatuhi agar seluruh proses Pemilu 2024 berlangsung aman dan dalam keadaan aman seturut dambaan bersama semua pihak di kabupaten Deiyai.

Baca Juga:  KPU Lanny Jaya Siap Distribusikan Logistik Pemilu Ke 39 Distrik

“Harapan pemerintah daerah, tahapan Pemilu serentak tahun 2024 dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar,” kata Elimelek.

Bawaslu, KPU, pemerintah daerah, Polri, TNI, 18 pimpinan partai politik, dan para pihak turut membubuhkan tanda tangan di lembar deklarasi Pemilu damai tahun 2024 kabupaten Deiyai.

Apel siaga dan deklarasi Pemilu damai dihadiri berbagai pihak, termasuk ketua dewan adat bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan masyarakat Deiyai. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport dan Kejahatan Ekosida di Wilayah Suku Amungme dan Suku Mimikawee...

0
Ekosida adalah merusak lingkungan dan memusnahkan manusia secara bersamaan khususnya pada wilayah yang mengalami kemiskinan. Ekosida dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang menimbulkan berbagai masalah sosial, budaya dan kesehatan manusia di sekitar lingkungan tersebut. Masyarakat yang terkena dampak ekosida dapat mengalami krisis ekonomi akibat kehilangan sumber daya ekonomi dan pekerjaan. Ekosida juga dapat menimbulkan penyakit yang mematikan pada tubuh manusia dan mengubah budaya serta mengurangi keeratan interaksi sosial antarwarga.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.