Konferensi Gereja-Gereja Pasifik Menyampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Lukas Enembe

0
845
Almarhum Lukas Enembe, mantan Gubernur Papua dan salah satu delegasi dari Dewan Gereja Dunia (WCC) di Gedung Negara, Dok. V Kota Jayapura pada 2019. (Elisa Sekenyap - Suara Papua)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—  Pendeta James Bhagwan, Sekretaris Umum Konferensi Gereja-Gereja Pasifik (PCC) menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian mantan Gubernur Papua Lukas Enembe. Menurutnya, Lukas adalah putra terbaik dan pemimpin sejati dari tanah Papua.

“Dengan kesedihan yang mendalam saya menerima berita meninggalnya Lukas Enembe, seorang putra dan pemimpin sejati Tanah Papua, yang menempatkan rakyat dan Tanah Papua di atas kekuasaan dan uang,” kata Pdt. Jemes Bhagwan kepada suarapapua.com melalui pesan elektroniknya, Kamis (28/12/2023).

Ia lalu merangkum isi ayat firman Tuhan yang terdapat dalam Kitab Mazmur 72 yang berbunyi demikian.

“Berikanlah kepada raja penghakiman-Mu, ya Allah, dan kebenaran-Mu kepada anak raja. Dia akan menghakimi umat-Mu dengan kebenaran, Dan orang-orang miskin dengan keadilan. Gunung-gunung akan membawa damai kepada rakyat, dan bukit-bukit kecil dengan kebenaran”.

Baca Juga:  ULMWP: Haris dan Fatia Merupakan Simbol Orang Indonesia Terdidik!

Pdt. Bhagwan mengatakan, dirinya merasa terhormat ketika bertemu Lukas Enembe pada 2019, ketika delegasi Dewan Gereja Dunia (WCC) mengunjungi tanah Papua.

ads

“Saya merasa terhormat untuk bertemu dengan Lukas pada tahun 2019 ketika saya mengunjungi Papua sebagai bagian dari kunjungan Ziarah Keadilan Dewan Gereja Dunia oleh Komisi Gereja-gereja untuk Urusan Internasional,” tukasnya.

Pada waktu itu kata dia, Lukas Enembe sebagai Gubernur ke-13 Provinsi Papua, ia menjadi tuan rumah bagi tim WCC dan para pemimpin Gereja Papua untuk berdiskusi.

“Ini adalah pertama kalinya saya bertemu dengan Pdt. Andrikus Mofu, Ketua Badan Pekerja Sinode dari gereja GKI di Tanah Papua. Pada saat itu GKI di Tanah Papua merupakan satu-satunya gereja di tanah Papua yang menjadi anggota PCC.”

Baca Juga:  Jawaban Calon Presiden Indonesia Terkait Pertanyaan HRW Tentang HAM di Tanah Papua

Sementara Pdt. Benny Giay, Ketua Sinode Gereja KINGMI, Pdt. Dr. Socrates Sofyan Yoman, Ketua Gereja Baptis Papua, dan Pdt. Dorman Wandikbo, Presiden Gereja GIDI, yang pada akhir tahun berikutnya menjadi anggota Konferensi Gereja-Gereja Pasifik (PCC) dan juga membentuk Dewan Gereja-Gereja Papua Barat.

Ia mengatakan, perlakuan pengabaian tidak manusiawi yang dilakukan terhadap Gubernur Enembe pada waktu itu, terutama tidak diberikannya perawatan medis yang mendesak tidak hanya merupakan pengabaian terang-terangan terhadap hak asasi manusia, namun menurut beberapa pihak juga merupakan bagian dari taktik penculikan, pengasingan, pemenjaraan dan penyiksaan psikologis terhadap para pemimpin Papua yang sedang berlangsung di dalam sistem hukum Indonesia.

“Saat beliau dimakamkan hari ini, saya berduka atas kepergiannya, mengecam perlakuan buruk yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan mendesak Utusan Khusus PIF atau MSG untuk Papua Barat guna mengangkat masalah ini dengan Pemerintah Indonesia,”tegasnya.

Baca Juga:  Kalsakau Mengisyaratkan Mosi Tidak Percaya Terhadap Charlot Salwai

Dikatakan, Lukas Enembe adalah contoh seorang pemimpin yang menggunakan waktu kepemimpinannya untuk memberikan barang dan jasa hukum dan moral yang dibutuhkan oleh sesama orang Papua.

Oleh sebab itu ia berseru kepada Tuhan agar kedamaian dan penghiburan bagi keluarga, dan rakyatnya untuk keadilan di utamakan.

“Hati kami berseru kepada Tuhan untuk kedamaian dan penghiburan bagi keluarga dan komunitasnya untuk keadilan bagi semua orang yang dianiaya karena mengutamakan rakyatnya di atas kepentingan politik dan melayani demi otonomi yang seharusnya dimiliki oleh rakyat Tanah Papua,” pungkasnya.

Artikel sebelumnyaPemakaman Almarhum Lukas Enembe Ditunda Jumat Besok
Artikel berikutnyaIni Hasil Peserta yang Lulus Seleksi Administrasi Formasi K2 Kabupaten Intan Jaya