Tanah PapuaLa PagoIni Alasan Lampu PLTD Lanny Jaya Tidak Menyala Selama Lima Bulan

Ini Alasan Lampu PLTD Lanny Jaya Tidak Menyala Selama Lima Bulan

TIOM, SUARAPAPUA.com — Pemerintah daerah dan masyarakat Lanny Jaya tidak menikmati layanan penerangan dari Perusahaan Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tiom selama lima bulan, karena sejak Maret dan April 2023 terjadi musibah akibat hujan longsor, petir, dan gempa.

Demikian penjelasan Maichel Alom, kepala bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kabupaten Lanny Jaya, ditemui suarapapua.com di ruang kerjanya, Rabu (31/1/2024).

“Pada waktu itu ada terganggu beberapa tiang listrik, kabel listrik, dan jaringan. Travo juga hangus karena sempat pindahkan tempat jaringan, tetapi akhirnya hangus,” kata Alom.

Baca Juga:  Ditjen Otda Kemendagri Pesan MRP Papua Pegunungan Jadi Corong Kawal Aspirasi OAP

Menurut Maichel Alom, PLTD Lanny Jaya tidak dikelola PT PLN, melainkan langsung dari pemerintah daerah.

“Sebelumnya pada bulan Januari sampai Agustus 2023 menyala, biasanya siang 8 jam dan malam 8 jam.”

Solusi yang dilakukan, jelas Alom, dana untuk belanja BBM tahun 2023 dialihkan untuk belanja barang-barang baru untuk mengganti yang rusak.

“Untuk dana tahun 2024 ini kami belum bisa pastikan. Belanja untuk lampu menyala, dananya sudah dibelanja tahun 2023. Jadi, untuk tahun 2024, dokumen anggaran belanja BBM belum bisa pastikan,” jelasnya.

Baca Juga:  ASN di Jayawijaya Dilarang Ikut Politik Praktis

Maichel Alom menyatakan, solusi jangka panjang yang direncanakan pemerintah daerah adalah kerja sama dengan PLN.

“Kedepan program Pemda kabupaten Lanny Jaya adalah rencana akan kerja sama dengan PLN Wamena,” imbuh Alom.

Selama ini masyarakat Lanny Jaya di distrik Tiom keluhkan matinya lampu selama lima bulan terakhir. Meski belakangan ada genset, lampu tambahan dan lainnya.

Baca Juga:  Pemkab Lanny Jaya Bersama Berbagai Pihak Deklarasikan Pemilu Damai

Sejumlah sumber menduga lampu mati karena hak-hak karyawan tidak dibayar pemerintah daerah. Tetapi, ada juga yang mempersoalkan kelangkaan BBM, sehingga tidak ada layanan penerangan dari PLTD selama lima bulan.

PLTD dengan dua unit mesin kembar berkapasitas 2 megawatt tersebut diresmikan bupati Befa Yigibalom pada 8 November 2021, sebagai realisasi dari program Lanny Jaya terang. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

MRP-PP Minta Penyelenggara Pemilu Berkomitmen Dukung Caleg Putra Daerah

0
"Karena itu, saya berharap buat komitmen dan berikan suara rakyat itu kepada yang punya komitmen untuk membangun Papua Pegunungan, meletakkan fondasi pembangunan. Bukan membeli jabatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu," ungkapnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.