Ikut Muspas V, Ribuan Orang “Banjiri” Paroki Madi

0
200

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Hari ini, Senin (6/2/2017), ribuan orang dari berbagai daerah di wilayah Meepago berdatangan ke Paroki Salib Suci, Madi, Dekanat Paniai, Keuskupan Timika, untuk menghadiri kegiatan Musyawarah Pastoral (Muspas) V.

Petrus Stevanus, ketua panitia Muspas V, mengabarkan, hari ini seluruh peserta sudah tiba di tempat kegiatan. Peserta maupun tamu dan undangan disiapkan tempat, untuk mengikutinya dari dekat selama sepekan.

“Muspas ini akan dibuka secara resmi besok, dan puncaknya akan berakhir pada hari Minggu, 12 Februari 2017. Sedangkan total pesertanya sebanyak  1.970 orang. Jumlah ini tidak terhitung para tamu, undangan, dan peninjau,” jelasnya.

Paroki Madi sebagai tuan rumah, kata Petrus, sejak pagi tadi telah menjemput duta-duta dari 8 paroki dan 2 quasi paroki yang ada di Dekanat Paniai, juga umat paroki se-Dekanat Kamuu-Mapiha (Kamapi), Dekanat Moni Puncak Jaya (Mopunja), Dekanat Teluk Cenderawasih, dan komunitas Bunani.

Umat Madi bersama panitia menjemputnya dengan meriah. Sebagian besar mengenakan pakaian adat suku Mee, Koteka dan Moge.

Dalam buku panduan yang disiapkan panitia, tema utama di Muspas V adalah mengenai Kesehatan.

Mgr. John Philip Saklil, Pr, Uskup Timika, rencana hadir membawakan materi pokok tentang “Menata Keutuhan Ciptaan”. Sementara, Vikjend Keuskupan Timika yang juga Pastor Dekan Paniai, Pater Marthen Ekowaibi Kuayo, Pr akan menyajikan materi “Menata Keutuhan Ciptaan di Dalam Emawaa-Owaada”.

Beberapa pembicara lain juga telah diundang panitia mempresentasikan materinya di arena Muspas ini. Salah satunya upaya rekonsiliasi yang rencananya dipimpin langsung Pater Yulianus Bidau Mote, Pr dalam perayaan misa perdamaian.

Muspas Dekanat Paniai pertama kali diadakan awal Februari 2005 di Paroki Santo Yusup Enagotadi. Setelahnya berturut-turut di Paroki Yohanes Pemandi Wakeitei (2008), Paroki Santo Fransiskus Obano (2011), dan Paroki Segala Orang Kudus Diyai (2014).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tiga tahunan di wilayah pastoral Dekanat Paniai.

Pewarta: Mary Monireng