Setelah Ditahan 18 Jam, 233 Mahasiswa Papua di Surabaya Dibebaskan

0
1593

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Sebanyak 233 Mahasiswa Papua yang digelandang ke Polrestabes Surabaya pada 1 Desember 2018 malam akhirnya dibebaskan setelah ditahan selama 18 jam di Mapolerstabes Surabaya, Jawa Timur.

Mahasiswa Papua yang ditahan dikabarkan dipulangkan ke asrama mahasiswa Papua, asrama Kamasan III Surabaya yang terletak di Kalasan, Tambaksari, Surabaya pada Minggu (2/12) malam oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, para mahasiswa Papua yang tidak menetap di Surabaya diberi waktu selama satu jam untuk mengemasi barang bawaan, sebelum dikembalikan ke daerahnya masing-masing.

“Mereka kami kasih waktu satu jam, mengemasi barangnya, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, saat ditemui di lokasi, Minggu malam.

Sebelumnya, ratusan personil kepolisian berdatangan ke Asrama Mahasiswa Papua dan memberitahukan bahwa para mahasiswa harus keluar Surabaya saat itu juga.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan pengangkutan mahasiswa bertujuan untuk mengamankan, karena ada laporan warga yang mengkhawatirkan kericuhan terjadi di sekitar asrama. Mahasiswa Papua itu diantar menggunakan 10 unit truk polisi, dengan kawalan ketat.

“Kami antar mereka ke terminal bis, yang bertahan nanti yang mahasiswa Surabaya,” kata Rudi.

Pengacara pendamping mahasiswa Papua, Veronica Koman mengatakan dirinya ingin memastikan mahasiswa ini benar-benar terjamin keselamatannya.

“Sebagian mereka kembali ke daerahnya, sebagian memang penghuni asrama yang di Surabaya. Saya minta polisi bisa menjamin keselamatan mereka,” kata Veronica, ditemui di lokasi yang sama.

Sekjen AMP Pusat, Dolly Iyowau kepada media ini mengatakan polisi dari Polrestabes Surabaya antar sampai di asrama Papua Surabaya. Saat ini mahasiswa Papua dari Malang sudah kembali, namun dari beberapa kota lain belum berangkat.

“Polisi hanya antar sampai di asrama Papua. Kalau ke terminal kami sendiri yang jalan. Tidak benar kalau polisi yang antar. Sekarang kami yang dari Jakarta, Bogor, Bandung, Jogja, Solo dan Semarang masih sedang menunggu bus,” katanya kepada media ini dari Surabaya.

Pewarta: Arnold Belau