Bupati Intan Jaya dan Polda  Papua Akan Tiba di Sugapa Hari Ini

0
6251

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Natalis Tabuni, bupati kabupaten Intan Jaya Papua mengatakan dirinya akan tiba di Sugapa pada hari ini, Senin 29 Agustus 2016.

Tabuni mengatakan, penembakan terjadi saat dirinya sedang berada di luar Papua, sedang mengurus partai untuk pencalonana kembali dirinya pada periode mendatang di kabupaten Intan Jaya.

“Benar. Saya dengar masalah penembakan yang terjadi di Sugapa saat saya ada di Jakarta. Sekarang saya ada di Nabire. Saya bersama rombongan akan naik ke Sugapa hari ini,” ungkap Tabuni kepada suarapapua.com dari Nabire, Senin (29/8/2016).

Selain rombongannya bersama Kapolres Paniai yang akan tiba di Sugapa hari ini, ia katakan, rombongan dari Polda Papua akan tiba pada hari yang sama. Namun, kata dia, rombongan dari Polda akan lewat timika.

“Mereka (rombongan dari Polda Papua) juga akan tiba dengan dua flight dari Timika hari ini. Setelah kami tiba, kami akan bicara dengan masyarakat untuk mencari solusi yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Sugapa,” katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan, pada saat kejadian terjadi, pada hari Sabut lalu, dirinya telah meminta masyarakat untuk tenang. Karena masalah yang terjadi akan diselesaikan setelah dirinya tiba di Sugapa usai menyelesaikan urusan partai di Jakarta.

“Waktu itu, mereka bawa jenasah ke kediaman saya. Dan saya sudah bisalng bahwa, boleh saja, tetapi karena itu rumah negara, maka sebaiknya jenasahnya dibawah ke rumah korban dan berduka di sana. Yang pasti kami akan selesaikan masalahnya,” kata Tabuni.

Baca: Orang Papua Banyak Ditembak Saat Pimpinan Daerah Tidak di Tempat

Sementara itu, sebelumnya, Laurenzus Kadepa, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua menilai, banyak kasus penembakan oleh aparat yang banya menyebabkan orang Papua mati dilakukan saat permimpin daerah sedang tidak di tempat. Terutama para bupati dari pegunungan tengah Papua.

Maka, dirinya sebagai wakil rakyat di DPR Papua meminta agar para bupati di daerah harus sadar akan tugas sebagai amanah. Karena selama ini para bupati senangnya berada di Jayapura dan Jakarta. Jarang berada di daerah. Sehingga, kata dia, banyak kasus penembakan yang menewaskan orang Papua terjadi saat mereka (bupati ) tak berada di daerah.

“Saya minta para Bupati harus sadar akan tugas sebagai amanah. Kini masyarakat ibarat anak ayam kehilangan induknya. Kebiasaan para bupati di Papua lebih jarang sekali berada dgn masyarakat di kabupatennya sebagai seorang bupati, sebagai kepala daerah. Menjaga wibawa di masyarakat amat penting, kenapa tahu jaga wibawa dikalangan elit saja, pada sesama pejabat atau di jakarta saja,” ujar Kadepa.

Lanjut dia, “Lebih khusus bupati Intan Jaya, Paniai, dan bupati pegunungan Papua lainnya, semua kabupaten sama saja. Harap jaga rakyat baik. Gubernur segera mengundang para Bupati se Provinsi Papua harus melakukan evaluasi atas kondisi ini, tak boleh dibiarkan,” tegasnya lagi.

Pewarta: Arnold Belau