Serpihan Peluru Masih Bersarang di Tubuh, Eli Siep Butuh Tiga Kantong Darah untuk Operasi

0
1508

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Korban yang ditembak aparat Indonesia saat membubarkan massa di dekan Wisma Korem, Padang Bulan, Abepura, membutuhkan dua kantong darah untuk melakukan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura. Operasi akan dilakukan karena serpihan peluruh masih bersarang di tubuh korban.

Yusuf Marian, keluarga korban yang berada di RSUD Abepura bersama keluarga korban kepada suarapapua.com melaporkan, korban atas nama Eli Siep yang kena tembakan aparat saat ini butuh tiga kantong golongan darah O.

“Sebenarnya tim dokter meminta untuk siapkan tiga kantong golongan darah O. Tetapi satu kantong sudah disumbang gereja GKI dan kami sedang membutuhkan dua kantong darah lagi,” kata Yusuf Marian, keluarga Eli Siep di RSUD Abepura, Jumat (26/5/2017).

Yusuf menjelaskan, dokter dari rumah sakit meminta untuk siapkan darah tiga kantong. Keluarga korban sedang susah untuk mendapatkan darah dua kantong.

“Kami sudah dapat satu kantong darah. Untuk Eli, dokter suruh siapkan tiga kantong darah. Kami butuh dua kantong darah lagi. Dan kalau sudah ada, dia akan dioperasi hari ini,” terangnya.

Sedangkan, keluarga korban dari Alfian Ukago yang ditemui di RSUD Abepura, mengatakan, sejak dibawa ke rumah sakit, korban susah bergerak. Tetapi sejak pagi saat sebelum dibawa ke ruang operasi, kondisinya sudah membaik.

“Untuk antisipasi kehabisan darah, dokter suruh siapkan. Dan tadi malam kami dapat bantuan darah satu kantong dari RS Dok II. Dan hari ini dia sudah dioperasi,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu dokter dari ruang operasi yang ditemui suarapapua.com mengatakan, tim dokter dari ruang operasi meminta keluarga korban untuk mempersiapkan darah O tiga kantong.

Saat ini, dua korban atas nama Alfian Ukago yang kena tembakan peluru aparat di kaki kiri dan Eli Siep yang kena tembakan peluru aparat di kaki kanan sedang mendapat perawatan intensif di RSUD Abepura. Alfian sudah dioperasi. Sedangkan Eli Siep hingga saat ini belum dioperasi karena masih mencari dua kantong darah.

 

Pewarta: CR-2/SP
Editor: Arnold Belau