Lima Orang Luka-Luka dalam Insiden di Padang Bulan

0
2702

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Lima orang dikabarkan luka-luka dalam insiden yang terjadi di depan wisma Korem, Padang Bulan, Abepura, pada Kamis (25/5/2017).

Lima orang tersebut, tiga orang kena timah panas dari aparat. Dan dua lainnya diduga dianiaya massa, ialah Tober Sirait, Kapolresta Jayapura dan ajudannya. Kelima orang tersebut terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan medis.

Kelima korban tersebut, tiga orang kena tembakan peluru aparat dan dua orang dianiaya massa. Korban tersebut adalah Victor Pulando, mantan bek Persipura Jayapura kena tembakan di bahu tangan kanan, sedangkan Edi Siep dan Afian Ukago, keduanya kena luka tembak di kaki kanan.

Victor dan Edi Siep pasca kejadian telah dibawa ke Rumah Sakit Dian Harapan untuk mendapatkan perawatan media. Sedangkan Alfian Ukago dilarikan ke RS Abepura untuk mendapatkan perawatan.

Selain itu, Kapolresta Jayapura, Morison Tober Sirait dan ajudannya, Bripda Nyoman mengalami penganiayaan dari massa yang sempat berkumpul dan memblokade di Padang Bulan, Abepura. Usai kejadian, Kapolresta Jayapura dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.

Insiden tersebut terjadi karena diduga ada anggota TNI dari wisma Korem, Padang Bulan membakar Alkitab. Namun, Polda Papua membantah bahwa yang dibakar bukanlah Alkitab, melaikan buku tentang Asal Usul Agama-agama karangan Thomas Hwang.

Victor Pulanda mantan bek Persipura yang menjadi korban mengaku, dirinya keluar dari rumah ke tempat di mana massa bakar ban mobil hanya untuk lihat dan nonton saja sekaligus mencari kedua anaknya.

“Saya naik ke jalan raya itu mau nonton saja karena ada yang bilang bahwa ada aksi masyarakat depan Korem Padang Bulan. Sekaligus cari anak buah dua juga pergi ke atas. Pas nonton mereka ada aksi, kami lihat ada panser yang datang dan ada tembakan lagi. Jadi, saya lihat dua oknum TNI depan panser itu tembak ke arah orang. Akhirnya situasi tidak nyaman, kami menghindar karena dua tentara itu tembak ke arah orang,” ungkapnya.

Mantan pemain Persipura ini sempat meninggalkan tempat kejadian, lalu menuju ke asrama Nabire Padang Bulan. Namun Pulanda mengaku kaget ketika dirinya mulai rasa sakit di bagian bahu kanan.

“Persis depan asrama Nabire saya kaget macam ada orang pukul dengan kayu besar. Lihat begini ada lubang, baju sudah robek lalu ada darah lagi. Tangan langsung kram (mungkin kena tulang). Minta tolong begini, tidak ada orang yang bantu. Tapi ada adik perempuan satu yang antar ke sini (Rumah Sakit). Jadi belum operasi, masih tunggu dokter. Ternyata mereka (Tentara) punya niat yang tidak baik terhadap masyarakat,” ujarnya.

Seperti dikutip dari Jubi, Edi Siep mengatakan, setelah dirinya ditembak di bagian kaki kanan langsung melarikan diri ke Perumnas IV.

“Setelah kami baku lempar batu dengan tentara, saya langsung lari karena saya ditembak tentara, dan hilang dalam got di Perumnas IV. Lalu ada teman-teman cari saya dan mereka berteriak, jadi saya bilang saya di sini. Setelah itu langsung mereka bawa saya ke sini. Memang yang tembak itu tentara. Saya kena di kaki kanan,” ungkap Siep.

Dalam siaran pers Polda Papua yang diterima suarapapua.com menjelaskan, pada hari Kamis tanggal 25 Mei 2017 sekira Pukul 13.30 Wit bertempat di jalan Raya Abepura – Sentani tepatnya di Padang Bulan telah terjadi pemblokiran jalan, kerusuhan massa dan penganiayaan terhadap Kapolres Jayapura Kota AKBP Tober Sirait dan ajudannya Bripda Nyoman.

Kronologis Menurut Polisi

Sekira pukul 13.00 WIT, terjadi pemblokiran jalan Raya Abepura – Sentani tepatnya di Padang Bulan hingga Makorem 172 Prajawirayapti Jayapura Kota yang dilakukan sekelompok orang diduga adanya informasi pembakaran karton dan barang bekas lainnya di bak sampah oleh anggota TNI  yang sedang melaksanakan korvei mes yang ditinggalkan oleh pasukan sebelumnya.

Pada saat Kapolres Jayapura Kota dan ajudannya akan mendekat ke Makorem 172 Prajawirayapti terjadi pelemparan dan pengeroyokan terhadap Kapolres Jayapura Kota dan ajudannya. Beberapa anggota Polri dan masyarakat yang mengenali Kapolres Jayapura Kota dan ajudannya berupaya melindungi dan menyelamatkan keduanya dengan membawa ke mobil untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua.

Akibat pengeroyokan itu, Kapolres Jayapura Kota mengalami luka pada bagian dada sebelah kiri memar karena lemparan batu dan beberapa luka memar pada bagian badan. Sedangkan ajudan Bripda Nyoman mengalami luka pada pelipis sebelah kiri, hidung retak, punggung mengalami luka sobek dan dirawat di Ruang UGD Rumah Sakit Bhayangkara. Hal ini akibat pelemparan dan pemukulan dengan benda tumpul dan tajam oleh sekelompok massa pada saat Kapolres menghimpiri massa di seputaran Makorem 172 Prajawirayapti untuk meredamkan situasi yang terjadi saat itu.

Pada Pukul 14.00 WIT, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH dan Kasdam Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab ikut turun ke jalan untuk mendinginkan situasi di beberapa titik di sekitar Padang Bulan.

Sekitar pukul 16.45 WIT, akses jalan Abepura – Sentani sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat setelah dibersihkan (bekas bakar ban) oleh anggota Brimob dengan menggunakan Water Canon.

“Kasus ini sudah ditangani oleh Pomdam Cendrawasih dan Ditkrimum Polda Papua, untuk itu diharapkan kepada warga masyarakat dapat menahan diri agar situasi kota Jayapura lebih kondusif dan masyarakat kota Jayapura dapat melaksanakan aktivitasnya seperti sedia kala,” tulisnya dalam rilis Humas Polda Papua.

Bukan Alkitab yang Dibakar

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, seperti dikutip dari tempo.co menjelaskan, sekelompok orang memblokade jalan raya Abepura-Sentani, Jayapura yang dipicu dugaan pembakaran Alkitab oleh anggota TNI, Kamis 25 Mei 2017 sekitar pukul 12.15 WIT. Jalan yang diblokir tepat di depan Markas Korem 172 Prajawirayapti. Anggota TNI tersebut diduga membakar Alkitab saat melakukan korvei mes yang ditinggalkan oleh pasukan sebelumnya.

“Hasil penyelidikan hari ini yang terbakar bukan Alkitab,” kata Boy Rafli Amar saat dihubungi, Kamis, 25 Mei 2017. Dalam foto yang dikirim Boy, buku yang terbakar berjudul Asal Usul Agama-agama karangan Thomas Hwang.

Menurut Boy, sekitar pukul 14.00, Kepala Polresta Jayapura bersama ajudannya mendatangi massa yang berkumpul di depan Makorem 172. Namun, keduanya malah dikeroyok dan dilempari batu, sehingga keduanya terluka.

“Tidak ada yang meninggal. Kapolresta dan ajudannya hanya luka-luka akibat lemparan batu,” ujar Boy.

Sekitar pukul 14.15, Makorem 172 kembali dilempari batu, sehingga aparat mengeluarkan tembakan peringatan. Beberapa saat kemudian, massa menuntut anggota TNI yang diduga melakukan pembakaran tersebut untuk dikeluarkan dari Makorem 172.

Wali Kota Jayapura dan para tokoh agama pun datang untuk menenangkan massa.

Namun, massa tak bergeming. Mereka tetap menuntut anggota TNI yang diduga melakukan pembakaran tersebut untuk diserahkan. Boy pun datang ke lokasi bersama Kasdam Cenderawasih Brigadir Jenderal TNI Herman Asaribab untuk bernegosiasi dengan massa.

“Massa sudah bubar sekitar pukul 16.00 WIT. Tidak ada massa yang bertahan,” ujar Boy.

Mengenai dugaan pembakaran Alkitab, Kapolda Papua menambahkan, tidak benar ada pembakaran Alkitab. Menurutnya, itu hanyalah perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Ada tumpukan kertas di bak sampah kemudian dibakar. Nah, diisukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab kalau itu tumpukan bukunya Alkitab,” jelas Kapolda Boy.

 

Pewarta: CR-2/SP dan Arnold Belau