Aparat Tangkap Lima Warga Sipil di Timika

0
3480

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Lima orang warga dikabarkan telah ditangkap pihak kepolisian di Timika. Dari lima orang tersebut, dua orang sudah dipulangkan dan tiga orang masih ditahan di Polres Mimika,  Papua.

Lima warga yang ditangkap adalah Titus Kwalik (48), Polce Sugumol (31), Julianus Dekme (31), Alosius Ogolmagai (49) dan Orpa Wanjomal (40).

“Mereka ditangkap bersamaan di hari yang sama yakni pada tanggal 10 pagi dini hari, tetapi beda tempat. Tiga orang yang ditangkap itu keluarga saya.  Malam minggu sekitar jam 3.30 pagi itu mereka masuk di rumah Julianus Dekme,” ungkapnya menceritakan saat dihubungi suarapapua.com, Senin (11/6/2018).

Ia mendetailkan tempat penangkapan lima warga tersebut, Titus Kwalik ditangkap di SP 5 pada pukul 03.30 subuh dini hari. Julianus Dekme dan Alosius Ogolmagai ditangkap pada tanggal 10 Juni 2018, sekitar pukul 06.00 pagi di rumah Julianus Dekme yang terletak di Jln. SP Enam, Kampung Mandiri Nusantara.

Ia menjelaskan, di rumah Julis Dekme, mereka temukan sebuah pistol rakitan. Saat aparat datang, ada empat orang di rumah itu.

“Di rumah itu ada empat orang. Tapi dua orang,  ibunya tinggal dan kakanya tinggal. Dua orang yang ditangkap.  Dua orang itu adalah Aloysius Ogolmagai dan Yulianus Dekme.  Habis itu mereka lanjutkan lagi,” jelasnya.

Setelah itu, kata dia, penangkapan kedua mereka masuk di rumah Titus Kwalik sekitar jam 05.30 pagi.

“Di rumah itu dia sendiri ditangkap. Karena dia sendiri yang ada di rumah,” ungkapnya.

Lalu, sekitar jam 6 lebih pagi pada hari minggu di SP 2 di sebuah rumah kos mereka tangkap satu orang lagi. Yaitu Polce Sugumol dengan mamanya Orpa.

“Jumlahnya lima orang.  Itu mereka tidak tangkap di satu tempat. Tetapi tempat tangkapnya beda-beda. Lima orang ini ditangkap karena mereka pernah menjadi anggota dari almarhum jenderal Kelly Kwalik. Tapi ada yang sudah lama menyerah dan menjadi warga dalam kota. Tapi mereka datang dan tangkap,” terang sumber Suara Papua itu.

Kata dia, dari lima orang itu dua orang telah dibebaskan pada tanggal 10 siang. Namun tiga orang masih ditahan. Polce Sugumol (31) dan Orpa Wanjomal (40). Sedangkan Titus Kwalik (48), Julianus Dekme (31) dan Alosius Ogolmagai (49) masih ditahan.

Menurutnya, penangkapan tersebut diduga karena lima orang itu bagian dari kelompok yang sedang perang di Tembagapura.

“Saya heran karena mereka sudah lama tinggal di dalam kota. Mungkin karena ada perang-perang di Tembagapura selama 7 bulan lebih.  Jadi dari situ mereka kejar. Tapi mereka bukan naik perang di atas, mereka sudah lama hidup dalam kota,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pada hari Minggu, pihak keluarga telah berusaha untuk mencari tahu keberadaan kelima warga yang ditangkap, namun tidak ada informasi apa pun yang didapat. Pihak keluarga baru dapat informasi pada Senin siang.

“Begitu mereka tangkap kemarin hari minggu pagi kami cari mereka.  Karena polisi mereka bawa ke mana itu kami tidak tahu. Kami sudah cari kemarin hari minggu tapi tidak ada. Tadi pagi (Senin) kami sudah cari tahu informasi,  sampai di DPRD juga tapi tidak ketemu. Sore baru saya dapat informasi bahwa mereka masih ada di tahanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dirinya melihat dengan baik bahwa yang datang itu bukan polisi, tetapi Densus 88.

“Saya lihat mereka punya pakaian hitam- hitam, semua bawa senjata lengkap. Mereka datang gunakan mobil tiga. Dua mobil jeniz Avanza dan satu mobil jenis Sport milik PT. Freeport,” ungkapnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi suarapapua.com lewat whatsapp pada tanggal 11 Juni lalu, namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada balasan atas pesan yang dikirim.

Hal yang sama, dilakukan oleh Kabid Humas Polda Papua, AKBP Ahmad Kamal. Pada tanggal yang sama, 11 Juni 2018 suarapapua.com konfirmasi lewat whatsapp, namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada respon, namun pesan dari suarapapua.com hanya diread saja.

Pewarta: Arnold Belau