Waspadai Gejala Nyeri Sendi (Osteoarthritis)

0
4187

Oleh: dr. Xaviera)* 

Kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang nyeri yang sering terjadi pada persendian. Setiap orang pasti pernah mengalami nyeri sendi. Masyarakat awam langsung beranggapan itu disebabkan oleh rematik atau asam urat. Sebagian lagi berpikir akibat osteoporosis. Namun kenyataannya, penyebab utama nyeri sendi pada orang dewasa adalah Osteoarthritis. Kejadian nyeri sendi yang disebabkan oleh osteoarthritis mencapai 60-70% kasus.

Persendian yang sering mengalami kondisi seperti ini meliputi tangan, pinggul, tulang belakang, terutama lutut hingga pergelangan kaki, karena menahan berat tubuh. Lutut yang mana sebagai sendi penyangga berat badan, menyebabkan tulang rawan pada daerah tersebut mudah mengalami kerusakan akibat berbagai kelainan, antara lain karena trauma, beban sendi yang berlebihan, kerusakan berlebihan akibat proses pertambahan usia yang menyebabkan perubahan komposisi, struktur dan kemampuan.Kerusakan dari komponen sendi sangat berperan pada proses terjadinya osteoarthritis.

Penyebab Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak.

Pada osteoarthritis, tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan. Fungsi tulang rawan adalah menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan saat ada pergerakan. Suatu lapisan cairan sendi terletak di antara tulang-tulang rawan tersebut dan bertindak sebagai bahan pelumas yang mencegah ujung-ujung tulang tersebut bergesekan dan saling mengikis satu sama lain. Pada kondisi kekurangan cairan sendi, tulang rawan yang menutup ujung tulang akan bergesekan satu sama lain. Gesekan tersebut akan membuat lapisan tulang rawan semakin tipis dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa nyeri.

Akhirnya, jika tulang rawan benar-benar habis, yang tertinggal hanyalah tulang yang bergesekan dengan tulang. Penipisan ini terjadi secara bertahap dan seiring waktu akan merusak fungsi tulang serta persendian, hingga menyebabkan rasa sakit, kaku, bengkak dan kesulitan bergerak bebas.

Faktor Risiko Osteoarthritis

  • Faktor Umum meliputi umur lebih dari 40 tahun, jenis kelamin perempuan, etnis/ras, genetik, kelebihan berat badan, densitas tulang, hormonal, dan penyakit reumatik kronik lainnya.
  • Faktor mekanik meliputi pernah patah tulang di sekitar sendi tanpa perawatan tepat, bentuk sendi, penggunaan sendi yang berlebihan karena pekerjaan/aktivitas fisik dan kurang gerak.

Gejala Klinis Osteoarthritis

  • Semakin parah seiring waktu.
  • Sendi terasa nyeri ketika digerakkan atau ditekan.
  • Sendi terasa bengkak dan lunak ketika ditekan.
  • Kulit permukaan sendi teraba hangat.
  • Kaku sendi ketika bangun di pagi hari atau setelah sendi tidak digerakkan dalam beberapa waktu.
  • Terasa patah-patah atau tidak lentur ketika menggunakan sendi.
  • Adanya taji pada tulang. Merupakan pertumbuhan tulang tambahan di ujung, terasa keras ketika ditekan, dan dapat mempengaruhi sendi yang terkena.

Pengobatan Osteoarthritis

Osteoarthritis termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala agar penderitanya bisa tetap beraktivitas dan menjalani kehidupan secara normal, meredakan nyeri, mengoptimalkan fungsi sendi, mencegah perburukan penyakit, mencegah terjadi komplikasi, mengurangi ketergantungan kepada orang lain dan meningkatkan kualitas hidup. Gejala dari kondisi ini terkadang bisa berkurang secara perlahan seiring waktu.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala osteoarthritis, diantaranya:

  • Menurunkan berat badan bagi penderita yang mengalami obesitas.
  • Rutin berolahraga.
  • Menjalani fisioterapi dan atau terapi okupasi.
  • Menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit saat berdiri atau berjalan.
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pereda rasa sakit.
  • Obat pereda nyeri topikal yang dioleskan pada bagian yang sakit dapat digunakan untuk meredakan nyeri ringan.

Pencegahan Osteoarthritis

Meskipun osteoarthritis tidak dapat dicegah, penderita dapat mengurangi potensi mengalami kondisi yang lebih parah atau komplikasi yang dapat menyebabkan kelumpuhan dengan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Melakukan olahraga secara rutin untuk menguatkan otot dan sendi.
  • Menjaga postur tubuh saat duduk atau berdiri. Pastikan Anda meregangkan otot tubuh sesering mungkin.
  • Menjaga berat badan agar tidak mengalami obesitas.

)* Penulis adalah dokter di Puskesmas Amban, Manokwari, Papua Barat