Tandatangan
Ketua BEM USTJ bersama rektor dan ketua YBTI berfoto sambil memegang surat kesepakatan bersama. (Dok. Humas USTJ)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Tuntutan mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Jayapura, Papua, yang diperjuangkan selama beberapa minggu belakangan dengan aksi  serta mogok kuliah, akhirnya diterima dan dijawab pihak pengelola, Yayasan Bhineka Tunggal Ika (YBTI). 

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan surat perjanjian dan komitmen bersama yang dilakukan pada Selasa (11/6/2019) lalu.

Alexander Gobai, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ mengatakan, respon positif dari pihak pengelola kampus terjadi pada open talk jilid ketiga untuk menjawab tuntutan mahasiswa yang telah disampaikan sebelumnya.

“Hasilnya, penandatanganan surat perjanjian dan komitmen bersama demi pembenahan kampus USTJ dan prosesnya akan tetap dikawal oleh BEM bersama seluruh mahasiswa USTJ,” ujar Alex.

Ketua YBTI, Ali Kastela, rektor USTJ, Yuyun N Ali Kastela diwakili rektor III bidang Kemahasiswaan, Isak Rumbarar, dan ketua BEM USTJ hadir saat penandatanganan surat perjanjian dan komitmen bersama yang dibuat di aula USTJ.

Alex menyatakan, surat ini bukti hukum yang kuat untuk ditindaklanjuti, antara lain pembenahan terhadap berbagai persoalan sebagaimana diaspirasikan mahasiswa USTJ dalam berbagai aksi di kampus yang beralamat di Padang Bulan, Abepura.

“Mahasiswa berhak menuntut kalau tidak lakukan pembenahan. Ya, nanti demo lagi,” ujarnya.

Ada 9 pernyataan sikap mahasiswa USTJ, pertama: biaya dana organisasi kemahasiswaan, baik tingkat jurusan, fakultas, UKM dan BEM perguruan tinggi.

Kedua, kelayakan penerimaan beasiswa melalui bantuan pemerintah maupun swasta dan lembaga terkait.

Ketiga, pembayaran SPP tetap, tidak dinaikan lagi.

Keempat, rektor USTJ harus ditempat.

Kelima, lengkapi fasilitas kampus.

Keenam, berikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengikuti organisasi, tanpa intimidasi dari dosen atau siapapun.

Ketujuh, pihak lembaga harus mendukung kegiatan mahasiswa USTJ.

Kedelapan, kesejahteraan gaji bagi dosen harus diperhatikan dan dinaikan.

Kesembilan, bus kampus harus diefektifkan sesuai tujuan awal.

Menurut Alex, respon ketua YBTI perlu diapresiasi karena telah mencermati persoalan dan menjawab tuntutan mahasiswa untuk selanjutnya dievaluasi demi pembenahan USTJ sebagai salah perguruan tinggi swasta di kota Jayapura.

“Saya menilai itu bukti rasa cinta dan cita-cita yang besar terhadap kampus USTJ agar menjadi yang terbaik. Jadi, tuntutan mahasiswa sudah selesai. Mahasiswa sudah siap mendorong dan menciptakan kampus ini jauh lebih baik,” kata Alex.

Sementara itu, ketua YBTI, Ali Kastela, menegaskan tanggungjawabnya untuk benahi kampus USTJ yang ditandai respon terhadap tuntutan serta kesepakatan bersama mahasiswa, Yayasan dan Rektor.

Ali juga berharap partisipasi aktif BEM dan mahasiswa untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan positif seturut kesepakatan dan komitmen bersama.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You