Perkuat TPNPB, Goliat Tabuni Cs Tolak Organisasi Tandingan

0
5438

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Jenderal Goliat Tabuni , Panglima Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan menolak tegas pembentukan organisasi militer tandingan di luar dari TPNPB.

Dalam surat resmi yang diterima media ini pada Selasa (13/8/2019) menjelaskan, pernyataan itu dikeluarkan di Ilaga, Puncak Jaya pada 1 Agustus 2019 lalu dalam pertemuan yang diberi nama Reunifikasi atau Deklarasi Persatuan dan Kesatuan TPNPB-OPM.

Pertemuan itu dihadiri langsung oleh berbagai pimpinan Panglima Kodap yang terus eksis melakukan perlawanan bersenjata dengan penguasa kolonial Indonesia.

Dalam deklarasi yang dibacakan Sekretaris Panglima Tertinggi TPNPB, Anton Obed Tabuni menyatakan dengan tegas menolak pembentukan West Papua Army oleh ULMWP dan TRWP di Vanimo, PNG 1 Mei 2019 lalu.

“Bahwa semua kegiatan dan kebijakan dalam perjuangan Revolusi untuk Kemerdekaan Bangsa Papua, maka pengendalian Politik semuanya diatur dari dalam Negeri Papua, bukan dari luar Negeri,” tegas TPNPB dalam salah satu pernyataannya.

Sementara itu Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom dalam press release yang dikirim kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan itu dibuat untuk menyatukan pandangan karena selama ini ada oknum dan kelompok yang menghasut dan memprovokasi beberapa pimpinan TPNPB.

“Selama 4 tahun ini Goliat dihasut sehingga kami lakukan kegiatan ini dan Goliat menyatakan kembali bersatu dengan semua Panglima Kodab TPNPB di seluruh Papua” tegas Sambom.

Dalam video dan foto yang diliput kru TPNPB terlihat hadir Panglima Tertinggi TPNPB Gen. Goliat Tabuni, Komandan Operasi Umum TPNPB Mayjen Lekkagak Telenggen, Pangkodap Sinak Militer Murib, Pangkodab Ilaga Brigjen Penny Murib, Pangkodab Kemabu T Brigjen Ayub Waker.

Sementara deklarasi reunifikasi ini juga ditanda tangani oleh berbagai Pangkodab dan Perwira Tinggi dari beberapa daerah pertahanan seperti Paniai, Jambi, Beoga, Nduga, Lanny Jaya, Baliem dan Mimika.

Sementara itu, kondisi Ilaga, Puncak Jaya kembali memanas paska pertemuan para petinggi TPNPB. Satu Anggota Brimob, Briptu Heidar tewas ditembak pasukan TPNPB.

Komandan Operasi Umum TPNPB, Lekkagak Telenggen menyatakan pasukannya telah menembak mati Heidar dan menyampaikan atau mempersilahkan agar TNI dan Polri segera mengambil mayat korban untuk dikuburkan.

Insiden penembakan ini mengundang reaksi Pemerintah Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan serang balik pelaku penembakan.

Tonton pernyataan resmi TPNPB dalam video di bawah ini:

Pewarta: Arnold Belau