Aparat BKO di Yahukimo Diminta Ditarik

0
718

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Alpian Yalak, Kepala Suku Yahukimo mewakili masyarakat minta agar aparat keamanan Bawa Kendali Operasi (BKO) yang ditugaskan di Kabupaten Yahukimo agar ditarik kembali.

“Kami di Yahukimo aman-aman saja, kenapa harus mobilisasi aparat keamanan di Yahukimo. Yang terjadi masalah kan di pulau Jawa, bukan Yahukimo. Jadi saya mewakili masyarakat Yahukimo minta agar pasukan dong ini ditarik dari ibu kota Kabupaten Yahukimo,” kata Yalak dalam orasinya Senin lalu.

Baca Juga:  Pemkab Jayawijaya Perpanjang Pembatasan Sosial

Yalak mengatakan, kehadiran BKO Brimob di Yahukimo membuat masyarakat sipil orang asli Papua tidak nyaman karena masih trauma dengan kejadian yang terjadi di Kabupaten Nduga dan Kabupaten Deiyai.

Baca juga: Mahasiswa Papua Minta Buka Akses Pendidikan ke Pasifik

ads

“Masyarakat di Yahukimo masih trauma dengan kejadian di Nduga dan Deiyai, jadi tolong tarik kembali aparat Brimob dari Yahukimo,” tutupnya.

Baca Juga:  DAP Sebut, Penahanan Hingga Sidang Lima Tapol Papua Adalah Sandiwara Politik

Sementara itu, Kapolres Yahukimo, AKBP. Angling Guntoro menjelaskan, kehadiran BKO Brimob Riau dan Palembang di Ibu Kota Kabupaten Yahukimo bertujuan membantu pihaknya di Polres Yahukimo dan masyarakat Yahukimo menjaga Kamtibmas di daerah ini.

“Mereka hadir untuk menjaga untuk tidak terjadi kekacauan seperti di Jayapura, Sorong, dan Manokwari,” kata Guntoro ketika dihubungi melalui telepon seluler.

Baca Juga:  Stop Dirikan Kodim dan Koramil di Tambrauw!

Terkait jumlah personil yang ditugaskan di Yahukimo, sebut Guntoro sebanyak 300 personil.

Baca juga: Peta Keberagaman Kehidupan di Papua

Ia berharap dengan adanya BKO Riau dan Palembang bisa mengakibatkan situasi di Kota Dekai tetap aman, supaya aktifitas pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan kesehatan berjalan lancar.

Pewarta : Ruland Kabak

Editor     : Elisa Sekenyap

Print Friendly, PDF & Email
ads