IKB-PMPJ Minta Pemkab Jayawijaya Pulangkan Mahasiswa di Luar Papua

0
39

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya (IKB-PMPJ) Se-Jawa dan Bali meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya agar memulangkan mahasiswa dari Jayawijaya karena dinilai keamanan di luar Papua tidak Menjamin.

Hal itu disampaikan Melkias Itlay Ketua IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali pada Senin (7/9/2019) oleh mahasiswa Jayawijaya eksodus yang sudah ada lebih dulu di Jayapura.

“Kami mahasiswa dari Jayawijaya yang kuliah di luar sebagian besar kami sudah pulang ke Papua terutama di Jayapura dan ada yang langsung pulang ke wamena. Selama kami di sini peristiwa Wamena terjadi, atas kejadian ini banyak kawan-kawan kami tidak aman di sana,” kata Itlay.

Ia mendesak Pemkab Jayawijaya agar segera pulangkan mahasiswa yang masih ada di pulau jawa, meskipun kondisi Wamena sekarang seperti yang kita tahu bersama tetapi kami minta pemerintah pulangkan mahasiswa yang ada di Jawa.

“Kami melihat setelah kejadian rasisme banyak yang memilih untuk pulang dan ada yang bertahan. Tapi setelah peristiwa di Wamena  makin para keamanan kawan-kawan kami di sana, selalu didatangi ormas hal ini justru membuat kenyamanan terganggu. Sehingga kami harap untuk pulangkan kawan-kawan kami,” katanya.

Untuk mahasiswa asal kabupaten Jayawijaya yang sudah pulang ia mengungkapkan, sebagian besar sudah pulang dan itu sudah melakukan pendataan. Kemudian yang masih ada bisa dihitung dengan jari di setiap kota studi masing-masing.

“Data yang kami punya sekarang, khususnya untuk diluar pulau jawa masing-masing kota Studi ada yang 5, 7, dan 8, tidak lebih dari 10. Itu menunjukkan bahwa sebagian besar dari mahasiswa Jayawijaya sudah pulang,” katanya.

Ia menambahkan, menyangkut keamanan yang meresahkan mahasiswa Jayawijaya belakangan ini. Pihaknya juga meminta untuk Pemerintah menjamin keamanan, serta tepati janji bupati yang pernah disampaikan pada mahasiswa.

“Kami juga minta sesuai dengan janji Pemerintah di Asrama Jayawijaya Jengki Jakarta tanggal 23 september lalu bahwa pemerintah menyampaikan akan menjamin keamanan. Maka dalam kondisi ini pemerintah haru buktikan dengan menjamin keamanan dan kenyamanan yang maksimal,” bebernya.

Sementara itu, Demi Dabi, salah satu senior dari Jayawijawa berharap agar pemerintah segera membentuk tim dan mendata mahasiswa yang masih sisa di luar Papua dan membawa pulang ke Papua.

“Kami sebagai senior melihat awal terjadi rasisme tidak separa seperti sekarang pasca terjadinya peristiwa di wamena. Maka kami harap untuk dalam bulan ini pemda kabupaten Jayawijaya membentuk tim,” katanya

Kemudian pihaknya yang tergabung dalam IKB-PMPJ semalam telah melakukan pertemuan dan menyepakati beberapa poin untuk penanganan mahasiswa asal dari Jayawijaya sebagai berikut.

Pertama, Pemda Jayawijaya bentuk tim untuk pulangkan Mahasiswa dan mahasiswai Jayawijaya Se-Jawa Bali  sebab daerah kami khususnya wamena dan pada umumnya papua belum kondusif baik.

Kedua, Pemda Jayawijaya harus ada perhatian khusus terhadap mahasiswa dan mahasiswi Jayawijaya yang  di tahan di Polda Metro Jaya Jakarta

Ketiga, Mohon tim lembaga Independen segera bantu telusuri korban di Wamena agar tidak ada perbedaan dalam menanganinya antara pribumi dan masyarakat pendatang.

Keempat, Bupati harus memberikan keamanan terhadap masyarakat dan mahasiswa  dan mahasiswi Jayawijaya sesuai pernyataannya lalu di asrama Jayawijaya Jengki Jakarta tanggal 23 September 2019 jam 14:35.

Kelima,  Pemda jangan paksa kami pulang kembali ke Kota Study masing-masing karena yang merasakan situasi langsung aman atau tidak aman adalah kami  mahasiswa.

Keenam, Pemda TNI/Polri  berikan ruang demokrasi terhadap mahasiswa dan mahasiswi yang seluas-luasnya agar kami dapat berekspresi.

Terakhir, Polda papua stop menambah personil TNI/Polri di Wamena dan segera menarik kembali personil TNI/Polri. karena membuat masyarakat trauma, dan memberi kesan daerah operasi militer sehingga  masyarakat mengungsi di sudut-sudut kampung.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau