Mahasiswa Yahukimo di Jayapura Butuh Perhatian Pemkab

0
59

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang sedang mengenyam studi di Kota Jayapura, Papua, mengharapkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten Yahukimo.

Para mahasiswa Yahukimo menghuni di asrama putra Yahukimo, Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura.

“Semua mahasiswa di asrama putra Yahukimo ini menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah agar segera memperhatikan kebutuhan karena banyak masalah yang kami alami,” ujar Seth Giban, ketua asrama mahasiswa Yahukimo di Perumnas 3 Waena saat diwawancarai tiga mahasiswa magang Stikom Muhammadiyah Jayapura, Jumat (24/10/2019).

Seth menjelaskan, asrama ini milik pemerintah daerah dan dihuni mahasiswa dari 51 distrik yang ada di kabupaten Yahukimo.

- Iklan -

“Ada 500 orang yang tinggal di sini, minta supaya pemerintah daerah perlu turun ke asrama ini, melihat langsung kondisi gedung sekaligus mendengar apapun keluhan dan kebutuhan di sini,” tuturnya.

Perlunya perhatian terhadap asrama ini, salah satunya karena aliran air bersih sering macet.

“Persoalan selama ini kesulitan air bersih, kamar mandi rusak, bahkan juga kerusakan pintu pagar asrama. Banyak hal ini perlu diperhatikan,” kata Giban.

Ia akui mahasiswa Yahukimo tahu selama ini Pemkab Yahukimo memberikan bantuan dana untuk melengkapi fasilitas di asrama, termasuk air bersih dan lain-lain.

Mahasiswa magang dari STIKOM Muhammadiyah Jayapura saat wawancara ketua dan pembina asrama mahasiswa Yahukimo di Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura. (Hesanus Balingga)

Pada kesempatan sama, Pius Heluka, pembina asrama putra Yahukimo di Perumnas 3 Waena, mengungkapkan pentingnya perhatian serius pemerintah daerah bagi generasi penerus.

“Perlu adanya kerja sama Pemkab Yahukimo dan seluruh mahasiswa yang ada di kota studi Jayapura agar kami juga merasakan adanya pemerintah daerah.”

Tetapi, Heluka menilai seringkali ada pihak tertentu memanfaatkan peluang, sehingga dampaknya dirasakan mahasiswa aktif.

“Selama ini mahasiswa di asrama tidak merasakan dana dari pemerintah daerah, dimainkan oleh pihak ketiga. Kami hanya dengar saja, bantuan itu tidak sampai ke sasaran. Mahasiswa dikorbankan,” tutur Heluka.

Menangkal hal sama tidak terulang, diusulkan agar bangun komunikasi yang baik dengan pengurus asrama putra Yahukimo di Perumnas 3 Waena.

“Kami minta supaya perlu berkomunikasi dengan ketua asrama, karena ketua asrama mewakili seluruh mahasiswa di asrama dari 51 distrik yang ada di kabupaten Yahukimo,” tuturnya.

Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, diharapkan lebih bertanggungjawab dalam semua hal antara mahasiswa di asrama dan pemerintah daerah.

“Untuk makan dan minum selama ini kami tanggung sendiri. Kami mau bukan semua bulan, mungkin dalam satu tahun perlu perhatikan dari Pemda karena kami di asrama ini juga bagian dari mereka,” ujar Heluka.

Sementara, Beni Bahabol, salah satu penghuni asrama Yahukimo di Perumnas 3 Waena, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sejak beberapa tahun lalu telah menyiapkan tempat tinggal bagi anak-anak Yahukimo selama menempuh pendidikan di ibukota provinsi Papua.

“Kami bisa tinggal di sini dan banyak yang sudah selesai, lalu mereka kembali ke daerah. Tetapi sebagian besar belum selesai. Dan, inilah tempat bagi kami tinggal. Di sini tempat kesatuan bagi anak-anak dari 51 distrik,” tuturnya.

Pewarta: Akeni Balingga, Apinus Tabuni, Hesanus Balingga
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email