Pejuang Papua di LN Minta Tutup Papua Selamatkan OAP

0
2328

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—  Octovianus Mote, Tokoh Pejuang Papua Merdeka meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan tutup Papua untuk selamatkan Penduduk Papua dari virus Corona yang menurutnya amat sangat berbahaya.

“Saya hendak share cerita kaka Henk Rumbewas di Australia maupun Leoni Tanggahma di Belanda serta saya sendiri di America. Kami saksikan betapa negara negara barat yang memiliki kemampuan luar biasa dalam urusan kesehatan warga negaranya saja kewalahaan,” beber Octovianus Mote, Juru Bicara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) kepada suarapapua.com, Minggu (22/3/2020) dari Amerika.

Mote menjelaskan, pemerintah Australia langsung tutup pintu keluar masuk demikian pula di America. Leoni Tanggahma bercerita di Belanda minggu lalu yang ditest 1.135 positive kena virus Corona dan jumlah itu meningkat menjadi 3.631 dalam seminggu. Di Canada, istri Perdana Menteri saja kena wabah ini dan sedang dirawat di ICU rumah sakit.

Baca Juga:  Lima Bank Besar di Indonesia Turut Mendanai Kerusakan Hutan Hingga Pelanggaran HAM

“Sejumlah wartawan asing di luar sini menceritakan bagaimana pemerintah Indonesia yang anggap enteng wabah ini dan tidak hendak membuka faktanya yang sebenarnya. Cawapres gagal, Sandiaga Uno, ikut menguatkan fakta itu dengan mengisahkan bagaimana pemerintah mementingkan kepentingan ekonomi daripada keselamatan jiwa manusia di Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Mandacan: Papua Barat Siap Siaga Hadapi Covid-19

ads
Baca Juga:  Nomenklatur KKB Menjadi OPM, TNI Legitimasi Operasi Militer di Papua

Mote menegaskan, bahwa jiwa orang Indonesia saja pemerintah tidak perduli apalagi jiwa orang Papua. Sudah lebih dari 57 tahun kita alami bagaimana kolonial Indonesia membiarkan berbagai wabah guna menghabiskan jiwa orang Papua.

“Mereka juga menyebarkan virus HIV/AIDS dimana aparat keamanan yang jadi germo pelacur yang sudah terinveksi HIV/AIDS dibawah keliling ke sejumlah bar dan bahkan sampai di hutan-hutan dimana masyarakat cari kayu gaharu di wilayah Selatan Papua,” tegas Mote .

Selain operasi militer yang sedang berlangsung, wabah inipun akan dipakai untuk kepentingan kolonial yang cuma punya satu cita cita, habiskan orang papua dan ambil alih negeri kita.

Baca Juga:  Sidang Dugaan Korupsi Gereja Kingmi Mile 32 Timika Berlanjut, Nasib EO?

Kepada suara papua Octovianus Mote katakan semua ini fakta dari slow motion genocide. Fakta ini tidak mungkin Indonesia bantah.

“Bapak Gubernur berdua yang saya hormati menunda beberapa hari sama dengan relakan beberapa ribu jiwa melayang bila berkaca dari catatan di Belanda diatas. So please, TUTUP PAPUA sekarang juga, guna selamatkan,” tegas Mote.

Baca Juga: Lukas Enembe:  Pilihan Lockdown Diputuskan Minggu Depan

Gubernur Papua, Lukas Enembe telah menyatakan bahwa untuk menentukan status lockdown, akan diputuskan pada Rabu pekan besok.

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaYeimo: Tidak Mungkin TPNPB Bakar Gereja
Artikel berikutnyaWanpela Man Warrior West Papua Fridom Askim Klos Papua