TNI Benarkan Tiga Pemuda Intan Jaya Tewas di Tangan Aparat Gabungan

0
1412

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) membenarkan bahwa tiga pemuda telah tewas di tangan aparat. Ketiga korban tersebut adalah Janius Bagau, Soni Bagau dan Justinus Bagau.

Janius dibawa ke Puskesmas agar mendapat perawatan medis karena ditembak aparat saat mengejar anggota TPNPB. Sedangkan Soni Bagau dan Justinus Bagai ikut ke Puskesmas saat evakuasi korban dari TKP untuk menemani korban di Puskesmas.

Seperti dilansir Jubi.co.id pada Selasa (16/2/2021), Kapen Kogabwilhan III Kolonel CZI IGN Suriastawa mengatakan, tiga orang yang dimakamkan itu merupakan anggota dari kelompok bersenjata yang selama ini sering melakukan aksi teror dan penyerangan terhadap masyarakat dan aparat keamanan di Sugapa.

Baca Juga:  Sikap Mahasiswa Papua Terhadap Kasus Penyiksaan dan Berbagai Kasus Kekerasaan Aparat Keamanan

Suriastawa mengatakan, Janius Bagau dan Januarius Sani turut menandatangani surat pernyataan perang kepada TNI Polri beberapa waktu lalu.

Suriastawa menjelaskan, kejadian itu bermula, saat tim TNI melakukan pengejaran pelaku penembakan terhadap Prada Ginanjar Arianda anggota Satgas Yonif R 400/BR dan memeriksa satu orang laki-laki. Saat pemeriksaan, orang tersebut (yang kemudian diketahui bernama Janius Bagau) tiba-tiba melarikan diri dengan meloncat ke jurang. Tim terpaksa menembaknya setelah tembakan peringatan dan seruan untuk kembali tidak diindahkan.

ads

Saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sugapa, Janius Bagau didatangi oleh 2 orang rekannya. Lanjut Suriastawa, ketiganya berusaha melarikan diri, menyerang dan berusaha merampas senjata dari aparat gabungan TNI-Polri yang berjaga di Puskesmas. Namun ketiganya dilumpuhkan hingga tewas.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Segera Perintahkan Panglima TNI Proses Prajurit Penyiksa Warga Sipil Papua

“Sudah dikoordinasikan dengan Pemda setempat untuk pengurusan tiga jenazah itu,” kata Suriastawa.

Bermula dari Penembakan yang Menewaskan Ginanjar

Pada Senin 15 Februari 2021, seorang prajurit Satgas Yonif R 400/BR atas nama Prada Ginanjar Arianda meninggal setelah ditembak anggota TPNPB. Lalu, aparat melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan melakukan penyisiran.

Seorang narasumber Suara Papua yang tidak ingin namanya dimediakan menjelaskan, setelah peristiwa penembakan terjadi, aparat melakukan penyisiran di kampung Mamba hingga Amaesiga dengan tujuan mengejar anggota TPNPB.

Dalam peristiwa penyisiran tersebut, korban atas nama Janius Bagau tertembak di lengan kiri lalu mengakibatkan tulang lengan tangan kirinya hancur.

Baca Juga:  Pembagian Paket Tidak Transparan Bagi Pengusaha Asli Papua

Saat Janius Bagau dievakuasi ke Puskesmas, dua pemuda atas nama Soni Bagau dan Justinus Bagau ikut tumpangi mobil menuju ke Puskesmas dengan tujuan untuk menemani korban saat mendapat perawatan dari pihak medis.

Saat korban sedang mendapatkan perawatan dari pihak medis, aparat gabungan mendatangi Puskesmas, bertemu dengan ketiga korban, lalu melakukan interogasi  dan melakukan intimidasi dengan kekerasan.

Akibat dari kekerasan dari aparat gabungan tersebut menyebabkan ketiga pemuda meninggal di Puskesmas pada Senin (15/2/2021) malam.

Untuk diketahui, jenazah ketiga korban itu telah dimakamkan di Tambabuga, Kampung Bilogai pada 16 Februari 2021.

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaUsai Minta Maaf, AK Ganti Kerusakan Asrama Putri Cenderawasih XI Tomohon
Artikel berikutnyaSoal Pemekaran dan Otsus, Begini Analisis Pembela HAM Papua