BeritaOlahragaChris Yarangga Akui Solidnya Tim Sepak Bola PON Papua

Chris Yarangga Akui Solidnya Tim Sepak Bola PON Papua

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Penampilan Ricky Cawor Dkk dalam turnamen Waena Cup 2021 dijempoli Chris Leo Yarangga, mantan pemain Persipura Jayapura yang juga mantan pelatih PON Papua pada ajang PON XIX Jawa Barat tahun 2016.

Chris menilai cukup solid pasukan muda besutan Eduard Ivakdalam yang tengah dipersiapkan untuk tampil di PON XX, Oktober mendatang.

Menurut Chris, kekompakan pemain dan kokohnya barisan belakang telah mereka tampilkan dalam seluruh pertandingan di turnamen Waena Cup. Pun ketika berduel dengan Ifan Sport FC pada peresmian Stadion Barnabas Youwe (SBY) Sentani, kabupaten Jayapura, beberapa waktu lalu.

Pemilik tendangan geledak semasa membela Persipura itu menyebut para pemain PON sudah lebih baik ketimbang saat menjamu tim PON Jawa Timur di Stadion Lukas Enembe.

“Saya lihat adik-adik pemain PON sudah ada perubahan besar. Selama turnamen di Waena, mereka tampil sangat luar biasa. Bahkan sampai terakhir dorang raih juara,” kata Chris, Sabtu (27/3/2021) sore.

Dalam drama adu penalti di lapangan Obhokouw Emsyk Waena, Kota Jayapura, Rabu (24/3/2021) sore, tim sepak bola Papua menang 4-3 atas tim Ifan Sport FC. Adu penalti berlangsung setelah dalam dua babak berakhir imbang tanpa gol.

Baca Juga:  Sore Ini di Cilacap, Mutiara Hitam Siap “Tombak” Hiu Selatan

Selain secara permainan di lapangan hijau, komposisi pemain menurutnya boleh dikatakan sudah cukup baik meski masih kurang jenderal lapangan tengah. Edu dianggap tepat memilih pemain berbakat yang terus menerus dipoles dalam latihan terpusat.

“Pelatih bekerja keras untuk meramu semua potensi muda ini menjadi satu kekuatan terbaik untuk menjawab target di PON nanti,” kata Chris.

Sebagai sesama mantan pemain Persipura, Chris akui satu kehebatan coach Edu menemukan banyak potensi muda dari seluruh Tanah Papua. Para pemain berasal dari berbagai daerah, tidak didominasi satu dua wilayah.

“Target juara yang dibebankan kepada tim sepak bola Papua untuk mempertahankan harga diri apalagi tuan rumah, adalah satu tantangan terberat. Kita dukung tim ini dalam doa. Saya harap, target juara tidak membebani tim pelatih maupun para pemain. Pasti mereka akan buktikan,” tuturnya.

Chris pun sangat mendukung keinginan Edu membawa tim keluar Papua untuk try out dengan klub profesional. Jika perlu keluar negeri, meski memang saat ini masih dilanda pandemi Covid-19.

“Masih ada enam bulan persiapan. Sepak bola adalah gengsi bagi orang Papua. Memang sudah ditargetkan juara, sehingga tim perlu try out dengan klub yang kualitasnya jauh lebih baik untuk mengukur kelemahan dan kekuatan sebelum berlaga di PON nanti,” kata Chris.

Baca Juga:  Jamu Kalteng Putra di Stadion Mandala, Ujian Terakhir Persipura

Senada, Boaz Solossa, kapten Persipura, sebelumnya mengakui penampilan tim PON Papua mulai bagus perkembangannya.

Meningkatnya perkembangan tim PON menurut Boaz, wajar karena terus menerus belajar dan membenahi kekurangan.

Boaz menilai Ricky Cawor Dkk bermain sangat baik. Formasi dan visi bermain sudah diperlihatkan di lapangan hijau. Juga ada pressure dan organisasi permainan mulai terlihat baik.

Dengan peningkatan grafik tim, ia berharap terus dipertahankan hingga pada pertandingan nanti.

“Ada waktu sekitar enam bulan untuk masa persiapan bagi tim PON Papua. Kalau bisa, waktu yang dimaksimalkan dengan baik. Papua harus juara, apalagi kita tuan rumah,” ujar Boaz.

Edu mengaku meski sukses meraih gelar juara di turnamen Waena Cup, anak asuhnya bermain tidak dalam kondisi maksimal. Apalagi di laga final para penyerangnya gagal mencetak gol ke gawang lawan.

“Kita lihat tadi adik-adik bermain habis-habisan. Lawan kita juga tampil luar biasa. Cuma kita tidak maksimal, terutama organisasi pemainan dari lini tengah. Dampaknya beberapa kali lini pertahanan kita dihantam lawan, dan lini serang buntut. Ini catatan saya,” tuturnya mengevaluasi.

Baca Juga:  PSBS Siap Menuju Liga 1 Usai Ambil Satu Poin di Aceh

Edu mengaku masih terdapat beberapa kekurangan yang harus dibenahi. Menurutnya, itu pasti segera dievaluasi jelang perhelatan PON XX.

“Kita akan evaluasi untuk membenahi kekurangan yang masih terlihat secara tim,” ujar mantan kapten Persipura yang membela panji tim Mutiara Hitam selama 16 tahun itu.

Sejumlah kekurangan itu menurut Edu, terlihat dengan jelas karena lawan tanding diperkuat sejumlah pemain bintang dari Persipura. Antara lain Boaz Solossa, Yustinus Pae, Ricardo Salampessy, Feri Pahabol, dan Gunansar Mandowen.

Juga, Israel Wamiau, Kevin Rumakiek, Nelson Alom, Dony Monim, Theofilo Numberi, Evraim Awes, serta pemain Persipura lain yang di turnamen ini membela Ifan Sport FC.

“Ya, kami sangat berterima kasih karena ada banyak pelajaran berharga yang kami dapat dari turnamen ini. Apalagi di laga final, kami ketemu para pemain Persipura. Ya, itu semua menjadi cambuk bagi tim untuk terus berbenah lagi,” tuturnya.

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.