Mahasiswa: Pembangunan Jalan Lingkar Lukmen di Wamena Merusak Tatanan Budaya Masyarakat

0
1218

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Mahasiswa Kabupaten Jayawijaya Seluruh Dunia mengatakan pembangunan jalan lingkar Lukmen yang sedang dibangun di Wamena berpotensi merusak tatanan budaya masyarakat. Selain itu mahasiswa juga mencurigai pembangunan jalan tersebut disiapkan untuk pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Tengah.

Hal ini disampaikan Albet Kalolik, Ketua Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya Jayapura. Dia mengutarakan, pernyataan bahwa pembangunan jalan lingkar Lukmen di Wamena akan merusak tatanan kehidupan masyarakat dan mencurigainya sebagai upaya perisapan untuk pemekaran DOB Papua Tengah merupakan kesimpulan dari diskusi yang dilakukan secara online.

Diskusi itu, kata di, melibatkan seluruh mahasiswa Jayawijaya di seluruh dunia. Dimana mereka telah menggelar diskusi dengan tema Pandangan Perspektif Mahasiwa Wamena Tentang Pembangunan jalan lingkar di Kota Wamena.

“Semua mahasiswa Wamena menyampaikan pikiran dan tanggapan terkait jalan Lingkar Lukmen dari sisi positif dan negatif. Termasuk melihatnya dari segi politik, sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. Kesimpulannya adalah pembangunan jalan tersebut akan merusakan tatanan budaya masyarakat setempat,” jelas Albert kepada media ini beberapa hari lalu.

Menurutnya, pembangunan jalan lingkar Lukmen tersebut menimbulkan kecurigaan besar bagi mahasiswa. Karena dalam pengerjaan tidak melibatkan semua pihak pemilik wilayah.

ads

“Kami curiga jalan lingkar Lukmen dibuat untuk mempersiapkan Pemekaran provinsi Pegunungan Tengah Papua, tanpa menghitung dampak di hari mendatang dimana tanah masyarakat asli akan hilang disabotase oleh negara,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemain Timnas Indonesia Ramaikan Gerakan “All Eyes on Papua”

Dia menambahkan, mahasiswa mempertanyakan pemerintah daerah, pemprov dan pemegang proyek jalan lingkar Lukmen. Kenapa tidak melanjutkan jalan yang sudah pernah ada lalu buka jalan yang baru.

“Jalan masuk Tulem distrik Pisugi sudah ada tapi kenapa harus buat jalan baru. Jalan sebelumnya lebih strategis dan tindakan yang diambil pemerintah dan kontraktor adalah akan berdampak kepada masyarakat pemilik tempat akan tergusur di tanah sendiri,” tuturnya.

Ia menegaskan, ketika jalan Lukmen masuk di tengah masyarakat, akan ada invasi besar-besaran terjadi di Jayawijaya maka hutan, sungai, hak tanah, wilayah adat, kearifan lokal akan terancam dan terdegradasi.

“Akan ada banyak bangunan pos milik TNI/Polri di jalan-jalan Lingkar Lukmen dan nantinya membuat dan meresahkan masyarakat (trauma) saat beraktivitas,” katanya.

Rencana pembangunan Jalan Lingkar Lukmen yang melintasi tiga belas distrik di Jayawijaya ini rencananya akan dibangun sepanjang 42 kilo meter.

Sementara itu, Jhon Richard Banua, bupati kabupaten Jayawijaya, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi Papua atas kebijakan pembangunan jalan lingkar yang siap dikerjakan tahun ini.

“Pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat Jayawijaya menyampaikan terimakasih banyak kepada bapak Gubernur Lukas Enembe dan wakil gubernur Klemen Tinal yang sudah lihat kebutuhan akses jalan raya. Wamena sebagai pusat bagi kabupaten pemekaran di wilayah Lapago, kami siap terima kegiatan pembangunan jalan lingkar ini,” tutur Banua.

Baca Juga:  Bahlil Bilang Ada Kelompok Yang Tak Ingin Indonesia Maju

Bupati Jayawijaya juga sepakat dengan penyebutan mana jalan lingkar Lukmen.

“Nama itu sudah tepat. Ini pembangunan di wilayah Lapago yang kita lihat sangat besar, dan bermanfaat untuk membuka akses ke kampung-kampung, distrik hingga kabupaten pemekaran. Ini sangat bagus, jadi kami pemerintah kabupaten Jayawijaya bersama masyarakat menerima dan siap mengawal pekerjaan ini hingga semuanya bisa berjalan dengan baik sampai dengan selesai nanti,” tandasnya.

Dalam berbagai kesempatan kunjungan ke distrik hingga kampung, Banua akui masyarakat selalu usulkan adanya pembangunan akses jalan raya.

“Jadi, ini kebutuhan masyarakat. Tiap kali saya kunjungi, pasti masyarakat pertanyakan kapan jalan mau dibangun. Saya mengirim satu surat ke bapak gubernur melalui bapak kepala dinas PU, akhirnya sudah disetujui untuk bangun jalan lingkar Lukmen. Sekarang siap bangun, jadi kami terima dan semua wajib sukseskan,” ujarnya.

Banua pastikan, jalan ini jika selesai akan menghubungkan 13 distrik di kabupaten Jayawijaya.

“Selain itu, kegiatan di luar dari jalan lingkar Lukmen ini ada banyak karena bapak gubernur sangat peduli dengan kita di Jayawijaya dan kabupaten pemekaran.”

Selain sosialisasi di tingkat kabupaten, ia minta kegiatan sama dilakukan di tingkat distrik dan kampung agar ada sinkronisasi program pemerintah kabupaten, distrik dan kampung. Dengan itu masyarakat tahu dengan proyek ini sebagai penerima dampak jalan lingkar Lukmen.

“Saya minta ini disosialisasikan lagi, para kepala distrik dan kepala kampung harus sosialisasikan di distrik atau kampung masing-masing supaya apa yang masyarakat minta itu segera diketahui bersama,” harap Banua.

Baca Juga:  Tamatkan 25 Siswa SSB, Kogoya: Kami Selenggarakan Tiga Program

Perlunya sosialisasi menurutnya bertujuan agar tidak ada masalah selama pembangunan ini dikerjakan.

“Ini kan sesuai permintaan masyarakat, jadi kita harus sosialisasikan bahwa pemerintah sudah siap bangun jalan lingkar. Bapak gubernur sudah jawab dan siap bangun. Ya, kami di kabupaten Jayawijaya memang keterbatasan dana. Ini sekarang sudah disetujui provinsi, jadi jadi saya kira masyarakat harus terima ini, apalagi ini juga atas usulan dari masyarakat, bukan maunya bupati,” ungkapnya.

Termasuk pembangunan jembatan dari Walesi ke Napua, sudah berulangkali diusulkan oleh pemerintah distrik bersama masyarakat setempat. Pemkab Jayawijaya lanjutkan dan provinsi telah menjawab dengan baik.

“Kita semua terima ini dengan senang. Tugas kita, sosialisasikan kembali ke masyarakat supaya ini kita kerjakan sampai tuntas. Selama dikerjakan, masyarakat ikuti terlibat, awasi, tidak bikin masalah. Pembangunan jalan ini untuk kepentingan kita semua,” pungkasnya.

Rancangan proyek jalan lingkar Jayawijaya dibuat tahun lalu. Ini ditandai dengan survei lokasi calon ruas jalan. Survei dilakukan dengan menggunakan helikopter, 2 November 2020.

Yohanes Walilo, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) provinsi Papua, mengatakan, jalan lingkar akan dibangun tahun 2021 dan ditargetkan rampung tahun 2024 mendatang.

Pewarta: Aguz Pabika
Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaSadar dan Buka Matamu! Otsus Jilid II dan NKRI Bukan Masa Depanmu
Artikel berikutnyaPolisi Angkut Sejumlah Demonstran dari FRP Tolak Otsus di Sorong