Toli Coffee, Brand Kopi dari Tolikara, Papua

0
1154

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Bertempat di Kampung Agrowisata Linggirame, distrik Karubaga, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tolikara telah meluncurkan sebuah brand kopi dengan nama Toli Coffee.

Brand kopi asli Tolikara tersebut diracik dari kopi dari Tolikara dengan aroma dan cita rasa terbaik. Brand Kopi ini lahir atas kerjasama Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan dengan masyarakat setempat.

“Kami kelola kopi hasil petani Tolikara. Kopi ini memiliki keunggulan tersenidri. Karena ditanam di dataran tinggi dengan kondisi tanah yang subur tanpa pupuk kimia. Karena didukung dengan ketersediaan air yang cukup,” jelas Kepala Dinas Pertanian, Peterkanan dan Perikanan Kab. Tolikara, Palangsong Lauconsina pada Sabtu akhir pekan kemarin.

Latuconsina menjelaskan, guna meningkatkan hasil produksi kopi dengan kualitas terbaik, dinas yang dipimpinnya giat melakukan pendampingan dan pelatihan bagi para petani. Pendampingannya mulai dari persiapan bibit, penanaman, perawatan hingga produksi dan pemasaran hasil kopi.

“Kami punya Program 1 petani tanam 2 hektar kopi. Untuk saat ini sekitar 900 hektar tanaman Kopi menyebar di seluruh wilayah Tolikara dengan hasil produksi mencapai sekitar 90 ton per tahun. Kami berusaha agar jumlah ini terus meningkat setiap tahun karena komoditi kopi sangat menjanjikan di daerah pegunungan yang subur dan sejuk ini,” ujarnya.

ads
Baca Juga:  Pj Bupati Lanny Jaya Dituntut Kembalikan Tendien Wenda ke Jabatan Definitif

Lebih lanjut dijelaskan, untuk menghasilkan bubuk kopi Toli Coffee yang terbaik, pihaknya membeli biji kopi dari para petani lalu diolah di Pabrik Kopi Kampung Agro Kolengger Distrik Karubaga. Dan proses pengolahan pun dilakukan secara cermat dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan. Sambil tetap mempertahankan kualitas cita rasa kopi terbaik.

“Dalam pengolahan kopi, mulai dari sortasi berdasarkan ukuran dan pembersihan kotoran, penyimpanan, pengorengan atau pemanggangan, penyangraian atau roasting dan seterusnya hingga packing atau pengepakkan, kami tidak mencampuri bahan lain. Jadi bubuk kopi murni,” paparnya.

Dia mengaku telah mendapat izin dari Balai POM untuk standarisasi, regulasi dan sertifikasi produk. Selain produksi, untuk pemasarannya, Latuconsina mengatakan, saat ini Toli Coffee bisa didapat di beberapa gerai di Kota Karubaga dan Wamena.

Dan untuk Kota Jayapura, lanjut dia, Toli Coffee tersedia di Toko milik I Made di Ekspo Waena dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Taman Imbi Jayapura, Petra’s Mini Café Jln. Raya Abepura–Jayapura, Kompleks Bucend II Entrop Jayapura. Bahkan, Toli Coffee sudah mulai Go Internasional dan sangat diminati di beberapa negara.

Baca Juga:  PGGY Kebumikan Dua Jasad Pasca Ditembak Satgas ODC di Dekai

“Kami juga bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia untuk pengiriman Toli Coffee ke sejumlah daerah bahkan hingga ke Cina, Inggris dan beberapa negara lainnya. Pengiriman ke luar negeri sekarang terhenti karena Pandemi Covid-19,” beber Latuconsina.

Antusiasme masyarakat pecinta kopi terhadap Toli Coffee salah satunya terlihat saat Festival Kopi Papua yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jayapura pada penghujung 2019 tahun lalu. Kata Latuconsina, terbukti stand Toli Coffee paling ramai dengan jumlah pengunjung lebih dari 700 san lebih orang dan jumlah kopi yang terjual sebanyak 200 bungkus.

“Para pejabat yang berkunjung ke Stand Toli Coffee antara lain, bapak Walikota Tomi Mano, Bapak Pangdam, Wakapolda, Kepala Regional 11 PT. Pos Indonesia, Kepala PT. Pos Indonesia Kota Jayapura dan pejabat-pejabat penting lainnya. Mereka sangat antusias dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk Petani Tolikara,” tuturnya.

Antusiasme serupa juga terlihat saat Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tolikara menggelar acara minum Toli Coffee gratis di beberapa tempat. Salah satunya, saat perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021 di Lapangan Merah Putih Karubaga. Usai upacara bendera, Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo, SE.M.Si bersama para pejabat tampak bersemangat menikmati Toli Coffe bersama warga.

Baca Juga:  Peringatan IWD Menjadi Alarm Pergerakan Perempuan Kawal Segala Bentuk Diskriminasi Gender

“Jadi saat ini, Pemerintah Kabupaten Tolikara berkomitmen untuk tetap bersinergi dengan para petani dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui usaha kopi. Langkah yang ditempuh antara lain, memperluas lahan penanaman kopi, melakukan pembinaan, dan pendampingan kepada para petani serta meningkatkan pemasaran secara berkesinambungan,” jelas Latuconsina.

Pemberdayaan ekonomi kerakyatan (ekora) merupakan bagian dari visi pembangunan Pemkab Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Usman G. Wanimbo, SE.M.Si dan Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH.MH yakni “Terwujudnya Tolikara Yang Maju, Unggul, Dan Mandiri”.

Dalam Program Pengembangan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Tolikara fokus pada beberapa program utama. Antara lain, peningkatan produktivitas dan perluasan kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, penyediaan bibit unggul, dan sertifikasi produk-produk pertanian unggulan yang benilai ekonomi tinggi.

Diskominfo Tolikara

Artikel sebelumnyaKNPB Fakfak Desak Negara Bebaskan Victor Yeimo
Artikel berikutnyaKunjungi Sekolah Alkitab di Wollo, Wabup Bantu Lima Unit Komputer