Ketua Harian KPA Papua Meminta ODHA Tetap Percaya Diri

0
794

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Ketua Harian KPA Provinsi Papua, dr. Anton Mote, meminta para ODHA (orang hidup dengan HIV/AIDS) tetap percaya diri dan semangat, bangkit,dan tetap kuat untuk mengikuti satu-satunya pengobatan yaitu dengan mengonsumsi ARV (antiretroviral).

“Sampai hari ini kasus HIV/AIDS masih ada dan kematian terus terjadi. Jadi perlu ada komitmen bersama untuk melakukan pananganan dan pencegahan,” kata Mote di Jayapura, Kamis (1/12/2021).

Seperti dilansir jubi.co.id, angka kasus HIV/AIDS di Papua saat ini mencapai 46.967 kasus. Kabupaten Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya menjadi daerah tertinggi dengan jumlah 6.000 sampai 8.000 kasus.

Baca Juga:  Peringati Hari Pers Nasional, Pegiat Literasi dan Jurnalis PBD Gelar Deklarasi Pemilu Damai

“Masalah HIV/AIDS ini ibarat fenomena gunung es. Bongkahan es yang nampak yang terdata, sementara bongkahan es yang tak terlihat lebih banyak, yaitu mereka yang belum tahu statusnya, tapi sebenarnya sudah terinfeksi,” ujarnya.

Dengan fakta ini, kata ia, pihaknya akan melakukan pemetaan di 29 kabupaten/kota disertai sosialisasi pentingnya pemeriksaan dini. Dengan begitu penanganan dan pencegahan akan berjalan lebih baik.

ads
Baca Juga:  ULMWP: Selamat Jalan Tuan Lukas Enembe, Pemimpin dan Tokoh Peradaban Papua

“Apalagi ketersedian obat ARV masih cukup tersedia,” lanjutnya.

Anton Mote menambahkan, secara nasional, untuk kasus HIV, Papua berada di urutan empat. Sedangkan AIDS berada pada urutan pertama dengan jumlah sekitar 46 ribu lebih.

Sementara itu, Amanda Waly, yang terkonfirmasi terinfeksi HIV sejak 2008 memliki sejumlah harapan pada peringatan HAS ini. Salah satu harapan terbesarnya agar HIV berhenti sampai di dirinya saja, karena itu anak-anak muda Papua lainnya harus menjaga diri dari penularan HIV.

Baca Juga:  ULMWP Akan Membawa Perubahan Berkat Tuntunan Tuhan dan Doa Rakyat

“Saya juga mau bilang ke teman-teman ODHA bahwa kita selalu punya harapan. Mari kita terus saling menguatkan. Kepada pemda di Papua saya harap agar obat ARV selalu ada, sehingga ODHA tetap hidup sehat dan beraktifitas normal,” kata Amanda. (*)

VIAJubi.co.id
Artikel sebelumnyaTPNPB Kodap IV Sorong Raya Bakar Aset Perusahaan PT Bangun Kayu Irian  
Artikel berikutnyaMayoritas Penjual Pinang di Pasar Youtefa adalah Warga Non Papua