Satu Mahasiswa Papua di Manado Meninggal Kesetrum Listrik Teralis Kios

0
1288

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Yosias Auwe, salah satu mahasiswa Papua di Tomohon, Manado, Sulawesi Utara, tewas terkena setrum dari ranjau listrik di sebuah kios saat hendak beli air minum. Peristiwa naas ini terjadi pada hari Minggu (16/1/2022) malam.

Yosias Auwe merupakan mahasiswa asal kabupaten Dogiyai yang tengah mengenyam pendidikan di kampus Institut Teknologi Minaesa (ITM) Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Dari kronologi kejadian yang dirilis badan pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) kota studi Manado, awalnya korban bersama rekannya bermain bola di lapangan Futsal Champion Manado. Kemudian korban keluar lapangan untuk beli air minum di salah satu kios yang terletak tak jauh dari lapangan futsal itu.

Baca Juga:  Hujan di Sorong, Ruas Jalan dan Pemukiman Warga Tergenang Air

“Setelah pesan air minum, kemudian ada mau kasih uang, pas pegang kawat (teralis kios) langsung kena setrum. Karena di kawat itu pemilik kios biarkan kabel telanjang dan tidak tahu itu apa gunanya?” kata Anton Kayame, ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai, Nabire, Dogiyai dan Deiyai (IPMAPANDODE) Sulawesi Utara, kepada suarapapua.com melalui telepon seluler dari Manado, Senin (17/1/2022) malam.

Anton menjelaskan, begitu Yosias Auwe kesetrum, dua orang rekannya berusaha menyelamatkan mahasiswa semester 7 itu. Tetapi tidak bisa karena tegangan listrik sangat tinggi.

ads

“Saat itu juga dia berhenti nafas. Sempat dilarikan ke rumah sakit Kandouw Malalayang Manado, tetapi tidak tertolong. Dokter beritahu kalau saudara kami Yosias Auwe telah meninggal dunia,” tuturnya.

Baca Juga:  KPU Tambrauw Resmi Tutup Pleno Tingkat Kabupaten

Masih menurut Kayame, jenazah sempat disemayamkan di asrama Cenderawasih V Manado dan diberangkatkan ke Papua, Rabu (19/1/2022). Hanya saja menunggu respons pemerintah daerah.

“Rencana kami akan pulangkan hari Rabu. Kami  telah komunikasi dengan pemerintah kabupaten Dogiyai, dan pak bupati Yakobus Dumupa telah membantu biaya transportasi pengiriman jenazah teman kami Yosias Auwe,” lanjut Anton menjelaskan.

Untuk penanganan kasus tersebut, pihak berwajib diminta agar harus netral dan mampu ungkap hingga tuntas. Anton menilai kematian Yosias Auwe murni akibat kesetrum listrik pemilik kios yang merupakan tempat umum.

Baca Juga:  Pencaker Palang Kantor Gubernur Papua Barat Daya

“Saudara ini meninggal karena seratus persen terkena aliran listrik dari kawat kios. Pihak kepolisian harus netral tangani kasus ini. Nilai kemanusiaan dan keadilan wajib ditegakan supaya kasusnya diselesaikan dengan adil,” pintanya.

Senada, Dominikus Dogomo, ketua IPMADO Manado, mengatakan, pihak berwajib harus ungkap alasan pemilik kios membiarkan kabel telanjang yang berakibat jatuhnya korban nyawa.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Pemilik kios wajib dimintai keterangan. Jika ada unsur kesengajaan dengan strom di teralis kios, penjarakan saja,” ujarnya.

Pewarta: Atamus Kepno
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaThonny Mathius Mayor Dilantik Sebagai Sekda Jayawijaya, Ini Pesan Bupati JRB
Artikel berikutnyaPersipura Wajib Hadapi Enam Pertandingan Berat