Antrian Panjang di SPBU, GMNI Datangi Polres Sorong Kota

0
718

SORONG, SUARAPAPUA.com — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Sorong menddesak Polresta Sorong Kota  mafia-mafia yang selama ini menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) yang meresahkan masyarakat Kota Sorong selama ini.

“Kami menuntut kepada pihak Kepolisian agar menegakkan, menertibkan kasus-kasus yang melawan hukum dan mengayomi masyarakat,” kata Wahyu Soor saat berorasi di halaman Polresta Sorong Kota (1/9/2022).

Menurutnya, mafia-mafia sampai saat ini masih merajalela karena mereka memiliki banyak uang. Maka kasus ini harus mendapat perhatian serius dari pihak penegak hukum agar hal yang sifatnya melawan hukum bisa diamankan secara baik dan maksimal.

Baca Juga:  Gedung Ditempati Satgas Pos Fef Diminta Dihibahkan ke Keluarga Moses Yewen

Dia menilai bahwa penegakkan hukum sampai hari ini masih lembek dan berjalan di tempat bahkan

“Apabila tidak ada tidakan dari pihak penegak hukum, maka kami sampaikan penegak hukum gagal total, pihak kepolisian harusnya mengayomi masyarakat,” tegasnya.

ads

Lanjut Wahyu, Polresta segara membentuk tim khusus  yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat untuk memonitoring,memantau aktivitas di setiap SPBU.

“Kapolres Sorong Kota harus membentuk tim untuk memantau di setiap SPBU guna mencegah dan membasmi mafia-mafia yang selama ini bermain BBM dan menyebabkan kelangkaan selama ini,” tegasnya.

Baca Juga:  MRP-PBD: Pemkab Sorong Wajib Melindungi Masyarakat Adat Moi

Selain itu Wahyu juga meminta Polres Sorong Kota untuk menijau beberapa lokasi yang di duga sebagai tempat tenimbunan BBM.

“Ada beberapa tempat yang kami duga sebagai tempat penimbunan BBM seperti kompleks Pertamina Jln. Lilitina sungai Remu kecamatan Sorong,” bebernya.

Kompol. James.O.Tegai, Wakapolres Sorong Kota saat menemui masa aksi menggatakan, aspirasi yang di sampaikan  akan di teruskan kepada Kapolres agar segera ditindak lanjuti.

Baca Juga:  Kata Para Tokoh dan Aktivis Terkait Gerakan “All Eyes on Papua”

“Pertama-tama saya mohom maaf karena bapak Kapolres tidak bisa hadir dan temui masa aksi karena lagi berduka. Sebagai penanggung jawab aspirasi masa aksi akan di teruskan kepada bapak Kapolres,” katanya.

Tegai menjelaskan, terkait permintaan pembentukan tim khusus untuk memonotoring tetap akan  di bentuk. Ia juga berharap ada kerja sama antara mahasiswa dan pihak Kepolisian dalam memberantas mafia-mafia BBM.

“Kalau ada informasi silahkan laporkan kepada kami sehingga bisa di tindak,” pungkasnya.

 

Pewarta: Reiner Brabar
Editor: Arnold Belau

 

 

Artikel sebelumnyaMateri Muatan dan Substansi UU Pembentukan Prov PBD Harus Cerminkan Isi UU Otsus
Artikel berikutnyaKronologis Lengkap Mutilasi Empat Warga Nduga Versi Keluarga dan Versi TNI