Rencana Lantik Pengurus HMKY se-Indonesia di Jayapura Batal

0
211

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Rencana pelantikan badan pengurus Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo (HMKY) se-Indonesia periode 2022-2024 gagal dilakukan karena dihadang oknum tertentu yang menduga tidak sesuai mekanisme organisasi HMKY.

Kegiatan pelantikan dibatalkan karena dituding tanpa ada koordinasi antara panitia pelaksana, steering committee, pengurus demisioner serta seluruh anggota HMKY se-Indonesia.

Yustin Wantik, sekretaris panitia pelaksana musyawarah HMKY se-Indonesia ke-VI merasa kesal dengan tindakan tidak terpuji tersebut.

“Kami ini dipercayakan oleh seluruh anggota, tetapi kami tidak dihargai dan dihormati,” ujarnya kepada suarapapua.com, Senin (10/10/2022).

Yustin menjelaskan, pelantikan dijadwalkan 8 Oktober 2022 di Hotel Mercury Jayapura. Tetapi batal.

ads
Baca Juga:  Wapres RI dan Enam Pj Gubernur Tanah Papua Dikabarkan Hadiri Hut PI Lembah Balim

Jefri Loho, ketua steering committee (SC), mengatakan, berdasarkan Anggaran Dasar (AD) HMKY tentang kepengurusan Pasal 17 ayat 4 bahwa sebelum pengurus terpilih dilantik, pengurus lama masih tetap melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

“Pengurus dan panitia sudah diberikan SK itu memiliki kewenangan untuk sukseskan kegiatan pelantikan pengurus terpilih,” kata Jefri.

Menurut Elkius Aliknoe, anggota SC, tindakan penghadangan itu bukan bermaksud menghalangi proses organisasi, tetapi mengingat panitia bersama pengurus demisioner dan tim SC masih dalam rencana pelantikan pengurus terpilih sesuai hasil musyawarah ke-VI pada tanggal 18-24 September 2022.

Baca Juga:  Tim Relawan Gelar Penggalangan Dana Bagi Korban Longsor di Kampung Kwelena Yahukimo

“Tidak menghalangi pelantikan badan pengurus terpilih HMKY se-Indonesia, karena semua proses dan upaya sedang dilakukan oleh panitia dibawah arahan BPP HMKY yang sudah didemisionerkan dan steering committee,” katanya.

Elkius berharap agar semua pihak mendorong panitia melaksanakan kegiatan pelantikan secara terbuka dalam waktu dekat.

Untuk itu, perlu berkomunikasi dengan Pemkab Yalimo agar dapat memfasilitasi kegiatan pelantikan yang tertunda ini.

“Teman-teman senior yang memiliki jaringan komunikasi dengan pemerintah daerah harus segera berkomunikasi supaya bisa meringankan beban panitia, pengurus demisioner terlebih pengurus terpilih,” kata Aliknoe.

Baca Juga:  Konflik Horizontal di Keneyam Masih Berlanjut, Begini Tuntutan IPMNI

Abednego Walianggen, ketua panitia, berharap, dalam satu dua hari ini akan berdiskusi melalui forum terkait kegiatan pelantikan tersebut.

“Segera kita diskusi untuk dinamika-dinamika yang terjadi saat ini sebelum melangkah ke kegiatan pelantikan pengurus terpilih,” kata Abenego.

Sementara itu, Dekis Kepno, salah satu perwakilan mahasiswa kabupaten Yalimo, khawatir kurangnya komunikasi akan berujung gagal dalam pengkaderan generasi Yalimo.

“Kegiatan selanjutnya harus melalui komunikasi dengan semuanya. Proses ini harus berjalan benar agar menjadi pembelajaran yang baik bagi adik-adik dan teman-teman mahasiswa,” ujar Dekis.

Pewarta: Atamus Kepno
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaPesan Kepala Distrik Musaik kepada IPMDMSO di Jayapura
Artikel berikutnyaBawaslu Lanny Jaya Akui Kuota Perempuan Belum Terpenuhi