BeritaOlahragaPresiden FIFA Ikrarkan Dunia Bersatu Semarakkan World Cup 2022

Presiden FIFA Ikrarkan Dunia Bersatu Semarakkan World Cup 2022

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Mata dunia sudah tertuju ke Qatar. World Cup FIFA Qatar 2022 segera dimulai. Event bergengsi itu bakal berlangsung selama beberapa pekan hingga 18 Desember mendatang.

Gianni Infantino, Presiden FIFA mendesak komunitas global untuk memanfaatkan kesempatan unik dalam turnamen ini untuk bersatu meski terapat berbagai perbedaan dan dengan semangat bersama demi sepakbola dan di bawah panji toleransi, pengertian, dan rasa hormat, menggunakan permainan sepak bola sebagai sarananya untuk bersatu padu.

Berbicara pada konferensi pers di depan lebih dari 400 jurnalis terakreditasi, Sabtu (19/11/2022), Gianni Infantino mengatakan, sekarang waktunya untuk berbicara tentang hal-hal positif yang diusung World Cup FIFA ke kehidupan jutaan orang di Qatar, dan di seluruh dunia.

“Satu-satunya hal yang aku tanyakan padamu. Mengikutsertakan. Membantu. Jangan terpecah belah, bersatulah,” ujarnya dalam pidato pembukaan sesi konferensi pers, dilansir fifa.com.

Baca Juga:  Jamu Kalteng Putra di Stadion Mandala, Ujian Terakhir Persipura

Lanjut Gianni, “Dunia sudah cukup terbagi. Kami mengorganisir World Cup FIFA. Kami tidak mengorganisir perang. Kami menyelenggarakan World Cup FIFA di mana orang-orang dengan banyak masalah mencoba untuk datang dan menikmatinya.”

Edisi ke-22 World Cup FIFA dimulai di Stadion Al Bayt pada Minggu (20/11/2022) saat Qatar sebagai tuan rumah meladeni tim nasional Ekuador.

Piala Dunia 2022 menjadi kesempatan tersendiri bagi lebih dari 1,5 juta penggemar di seluruh dunia.

Sehari sebelum kick off, tiket resmi yang telah terjual mencapai 2,95 juta.

Gianni meminta mereka yang sudah berada di Qatar maupun yang berencana untuk berkunjung, termasuk jurnalis yang meliput turnamen untuk media internasional agar melihat kegembiraan perhelatan akbar ini selama 29 hari ke depan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah World Cup FIFA, pendukung dari 32 negara akan berkumpul di satu tempat karena satu keinginan yang sama, yaitu sepakbola. Ini menandakan semua bersatu dengan melepaskan segala perbedaan latar belakang, agama, jenis kelamin, dan lain-lain.

Baca Juga:  Ramai Rumakiek Beringas, Persipura Sikat Kalteng Putra 2-1

“Lihatlah kotanya, indah, tertata rapi. Orang-orang ingin merayakannya,” ujar Gianni.

Presiden FIFA melanjutkan, “Kita harus menyebarkan pemahaman, bahwa FIFA adalah organisasi sepak bola dunia. Kami memiliki 211 negara yang menjadi bagian dari FIFA. Setiap asosiasi adalah sama karena kami adalah orang-orang sepakbola. Kami ingin menjadi orang sepak bola. Kami tidak ingin menjadi politisi atau apapun. Dan sepakbola menyatukan orang karena hanya keterlibatan yang dapat membawa perubahan nyata.”

World Cup FIFA Qatar 2022 akan menjadi edisi pertama turnamen yang berlangsung di dunia Arab.

Peluang penting lainnya, kata Giani, adalah untuk membuka hati, pikiran dan memberikan kesempatan untuk merasakan budaya baru. Setidaknya itu bisa dialami selama berada di Doha.

Baca Juga:  Skuat Persipura Awali Babak Play-off Degradasi Dengan Berat

32 tim nasional akan berjibaku selama beberapa pekan di ajang bergengsi dunia itu.

Masing-masing Qatar, Jerman, Denmark, Brasil, Prancis, Belgia, Kroasia, Spanyol, Serbia, Inggris, Swiss, Belanda, Argentina, Iran, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, Ekuador, Uruguay, Kanada, Ghana, Senegal, Portugal, Polandia, Tunisia, Maroko, Kamerun, Amerika Serikat, Meksiko, Wales, Australia, dan Kosta Rika.

Kontingen yang terakhir tiba di Qatar adalah tim nasional Brasil. Tiba di Bandara Internasional Hamad pada Sabtu (19/11/2022). Tim berjuluk Selecao itu kembali diperkuat Neymar Jr dan Thiago Silva datang dengan target memperpanjang rekor terbaik mereka merajai mahkota FIFA World Cup.

Timnas Brasil merupakan peraih lima kali juara Piala Dunia.

World Cup 2022 di Qatar telah dimulai 20 November 2022. Partai final 18 Desember 2022. (*)

Sumber: FIFA.com

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.